Showing posts sorted by relevance for query download-contoh-silabus-ips-smp-mts. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query download-contoh-silabus-ips-smp-mts. Sort by date Show all posts
Sunday, 2 September 2018
Jadi Cendekia Referensi Silabus Ips Smp Mts Kelas 9 Kurikulum 2013
Silabus mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) aku bagikan untuk para teman guru yang mungkin membutuhkan, Contoh Silabus ini untuk sekolah jenjang Sekolah Menengah Pertama MTs Kelas 9 atau kelas 3 dengan memakai pendekatan Kurikulum berkarakter 2013 dimana kurikulum 2013 yang sempat dilarang oleh Kemendikbud, kini sebagian sekolah / madrasah sudah mulai melaksanakan uji coba penerapan kurikulum tersebut secara perlahan.
Contoh Silabus IPS Sekolah Menengah Pertama MTs Kelas 9 Kurikulum 2013 ini aku peroleh dari para sobat guru disekolah kawasan aku bekerja, jadi bukan hasil download sana sini. Namun tidak sanggup dipungkiri jikalau memang ada kesamaan bahan alasannya memakai satu pedoman kurikulum nasional.
Silabus ini sangat diharapkan dalam pelaksanaan aktivitas mencar ilmu mengajar sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah disusun / ditetapkan dalam pedoman penyusunan RPP kurikulum 2013.
Demikian saja dari wacana Download Contoh Silabus IPS Sekolah Menengah Pertama MTs Kelas 9 Kurikulum 2013 ini biar sanggup membantu meringankan para teman guru yang membutuhkan. Selanjutnya silahkan download pada link dibawah ini:
Contoh Silabus IPS Kelas 9
Demikian dari kami, biar sanggup mambantu dan bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Amin...
Jadi Cendekia Referensi Silabus Ips Smp Mts Kelas 7 Kurikulum 2013
Silabus mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) aku bagikan untuk para teman guru yang mungkin membutuhkan, Contoh Silabus ini untuk sekolah jenjang Sekolah Menengah Pertama MTs Kelas 7 atau kelas 1 dengan memakai pendekatan Kurikulum berkarakter 2013 dimana kurikulum 2013 yang sempat tidak boleh oleh Kemendikbud, kini sebagian sekolah / madrasah sudah mulai melaksanakan uji coba penerapan kurikulum tersebut secara perlahan.
Contoh Silabus IPS Sekolah Menengah Pertama MTs Kelas 7 Kurikulum 2013 ini aku peroleh dari para teman guru disekolah daerah aku bekerja, jadi bukan hasil download sana sini. Namun tidak sanggup dipungkiri kalau memang ada kesamaan bahan alasannya yaitu memakai satu pedoman kurikulum nasional.
Silabus ini sangat diharapkan dalam pelaksanaan acara berguru mengajar sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah disusun / ditetapkan dalam pedoman penyusunan RPP kurikulum 2013.
Demikian saja dari perihal Download Contoh Silabus IPS Sekolah Menengah Pertama MTs Kelas 7 Kurikulum 2013 ini agar sanggup membantu meringankan para teman guru yang membutuhkan. Selanjutnya silahkan download pada link dibawah ini:
Silabus IPS Sekolah Menengah Pertama MTs Kelas 7 K13
Demikian dari kami, agar sanggup mambantu dan bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Amin...
Tuesday, 19 November 2019
Lebih Berilmu Download Silabus Osn Smp Matematika, Ipa, Dan Ips Tahun 2018
Sahabat Edukasi yang berbahagia... Berdasarkan pada Silabus Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP Tahun 2018, bahwasannya Silabus Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP tahun 2018 memuat kompetensi dan lingkup materi yang akan diujikan pada aktivitas OSN. Materi dalam silabus ini mengacu kurikulum yang berlaku dan silabus olimpiade internasional. Isi silabus ini terdiri atas tiga bidang yang dilombakan yaitu Matematika, IPA, dan IPS.
Diharapkan Silabus ini sanggup menjadi panduan dan berfungsi menyatukan pemahaman dan menyamakan interpretasi para guru dan pembina dalam menyiapkan siswa untuk menghadapi Olimpiade Sains Nasional pada tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan nasional, sekaligus memperjelas arah training Matematika, IPA, dan IPS.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
BAB II KOMPETENSI DAN LINGKUP MATERI
A. Matematika
B. Ilmu Pengetahuan Alam
C. Ilmu Pengetahuan Sosial
BAB III PENUTUP
BAB I
PENDAHULUAN
Olimpiade Sains Nasional (OSN) merupakan salah satu jadwal Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan terutama di bidang sains. Hal ini merupakan wadah bagi siswa untuk mengimplementasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui sains dalam upaya menyebarkan wahana kompetisi bagi siswa SMP/MTS Negeri atau Swasta yang sederajat di seluruh Indonesia di bidang Matematika, IPA, dan IPS. Diharapkan melalui olimpiade ini sanggup meningkatkan atmosfir kompetisi secara sehat dan jujur antar sekolah, sehingga sekolah berlomba-lomba menyebarkan jadwal peningkatan mutu pembelajaran dalam mata pelajaran Matematika, IPA, dan IPS dan mengantarkan para siswa Indonesia mengasihi sains.
Sejak OSN SMP dilaksanakan, banyak sekolah yang telah termotivasi untuk menyebarkan jadwal peningkatan mutu pembelajaran Matematika, IPA, dan IPS. Hal tersebut mengindikasikan bahwa imbas konkret dari aktivitas OSN sudah tampak dan sudah menjadi gerakan nasional untuk menyebarkan pendidikan sains mulai skala sekolah, training kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan nasional.
Agar imbas konkret tersebut sanggup meluas dan tersebar di 34 provinsi, perlu sumbangan isu yang sanggup membantu sekolah dalam rangka akselerasi jadwal peningkatan mutu pembelajaran Matematika, IPA, dan IPS terutama dalam rangka Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, tingkat Provinsi dan tingkat Nasional.
BAB II
KOMPETENSI DAN LINGKUP MATERI
Lingkup materi silabus OSN didasarkan kepada Kurikulum 2013 dan silabus olimpiade internasional. Dari ruang lingkup tersebut diperoleh materi-materi soal yang sesuai kebutuhan OSN, selanjutnya materi ini dituangkan dalam silabus OSN. Kompetensi yang dibutuhkan dari penerima OSN ialah keterampilan-keterampilan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills atau HOTS).
Lingkup materi yang tercantum dalam silabus ini merupakan materi contoh untuk menyusun kisi-kisi soal OSN dan naskah soal OSN yang sanggup diinterpretasikan ke dalam tingkat kesulitan soal yang berbeda-beda. Tingkat kesulitan tersebut dibentuk berjenjang, soal untuk tingkat provinsi relatif lebih sulit dibandingkan tingkat kabupten/kota, dan soal tingkat nasional relatif lebih sulit dibandingkan dengan tingkat provinsi. Dengan demikian kompetensi ruang lingkup materi dalam OSN ialah sebagai berikut :
Demikian isu mengenai Silabus Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP Tahun 2018. Semoga bermanfaat dan terimakasih... ...!
Saturday, 25 January 2020
Lebih Akil Download Permendikbud Nomor 23 Tahun 2013 Perihal Pemikiran / Juknis Spm (Standar Pelayanan Minimal) Pendidikan Dasar
Sahabat Edukasi yang berbahagia…
Dalam memilih standar pelayanan pendidikan pada satuan pendidikan sekolah / madrasah, terdapat beberapa Indikator SPM (Standar Pelayanan Minimal)-nya telah terpenuhi ataupun belum memenuhi.
SPM pendidikan merupakan contoh dalam perencanaan aktivitas dan penganggaran pencapaian sasaran masing-masing tempat kabupaten/kota sesuai dengan pedoman/standar teknis yang ditetapkan.
Berikut beberapa Indikator Pencapaian (IP) SPM selengkapnya menurut Permendikbud Nomor 23 Tahun 2013 tersebut di kabupaten/kota meliputi 2 (dua) kelompok pelayanan yaitu:
1. pelayanan Pendidikan Dasar oleh kabupaten/kota.
2. pelayanan Pendidikan Dasar oleh Satuan Pendidikan.
a. pelayanan pendidikan dasar oleh kabupaten/kota :
1. Tersedia satuan pendidikan dalam jarak yang terjangkau dengan berjalan kaki ialah maksimal 3 km untuk SD/MI dan 6 km jalan darat/air untuk SMP/MTs dari kelompok permukiman permanen di tempat terpencil;
2. Jumlah penerima didik dalam setiap rombongan berguru untuk SD/MI tidak melebihi 32 orang, dan untuk SMP/MTs tidak melebihi 36 orang. Untuk setiap rombongan berguru tersedia 1 (satu) ruang kelas yang dilengkapi dengan meja dan dingklik yang cukup untuk penerima didik dan guru, serta papan tulis;
3. Setiap Sekolah Menengah Pertama dan MTs tersedia ruang laboratorium IPA yang dilengkapi dengan meja dan dingklik yang cukup untuk 36 penerima didik dan minimal satu set peralatan praktek IPA untuk demonstrasi dan eksperimen penerima didik;
4. Setiap SD/MI dan SMP/MTs tersedia satu ruang guru yang dilengkapi dengan meja dan dingklik untuk setiap orang guru, kepala sekolah dan staf kependidikan lainnya; dan di setiap SMP/MTs tersedia ruang kepala sekolah yang terpisah dari ruang guru;
5. Setiap SD/MI tersedia 1 (satu) orang guru untuk setiap 32 penerima didik dan 6 (enam) orang guru untuk setiap satuan pendidikan, dan untuk tempat khusus 4 (empat) orang guru setiap satuan pendidikan;
6. Setiap SMP/MTs tersedia 1 (satu) orang guru untuk setiap mata pelajaran, dan untuk tempat khusus tersedia satu orang guru untuk setiap rumpun mata pelajaran;
7. setiap SD/MI tersedia 2 (dua) orang guru yang memenuhi kualifikasi akademik S1 atau D-IV dan 2 (dua) orang guru yang telah mempunyai akta pendidik;
8. Di setiap SMP/MTs tersedia guru dengan kualifikasi akademik S-1 atau D-IV sebanyak 70% dan separuh diantaranya (35% dari keseluruhan guru) telah mempunyai akta pendidik, untuk tempat khusus masing-masing sebanyak 40% dan 20%;
9. Setiap SMP/MTs tersedia guru dengan kualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah mempunyai akta pendidik masing-masing satu orang untuk mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Pendidikan Kewarganegaraan.
10. Setiap kabupaten/kota semua kepala SD/MI berkualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah mempunyai akta pendidik;
11. Setiap kabupaten/kota semua kepala SMP/MTs berkualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah mempunyai akta pendidik;
12. Setiap kabupaten/kota semua pengawas sekolah dan madrasah mempunyai kualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah mempunyai akta pendidik;
13. Pemerintah kabupaten/kota mempunyai planning dan melaksanakan kegiatan untuk membantu satuan pendidikan dalam menyebarkan kurikulum dan proses pembelajaran yang efektif; dan
14. Kunjungan pengawas ke satuan pendidikan dilakukan satu kali setiap bulan dan setiap kunjungan dilakukan selama 3 jam untuk melaksanakan supervisi dan pembinaan.
b. pelayanan pendidikan dasar oleh satuan pendidikan :
1. Setiap SD/MI menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh Pemerintah meliputi mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan Pendidikan Kewarganegaraan, dengan perbandingan satu set untuk setiap penerima didik;
2. Setiap SMP/MTs menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh Pemerintah meliputi semua mata pelajaran dengan perbandingan satu set untuk setiap perserta didik;
3. Setiap SD/MI menyediakan satu set peraga IPA dan materi yang terdiri dari model kerangka manusia, model badan manusia, bola dunia (globe), contoh peralatan optik, kit IPA untuk eksperimen dasar, dan poster/carta IPA;
4. Setiap SD/MI mempunyai 100 judul buku pengayaan dan 10 buku referensi, dan setiap SMP/MTs mempunyai 200 judul buku pengayaan dan 20 buku referensi;
5. Setiap guru tetap bekerja 37,5 jam per ahad di satuan pendidikan, termasuk merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing atau melatih penerima didik, dan melaksanakan kiprah tambahan;
6. Satuan pendidikan menyelenggarakan proses pembelajaran selama 34 ahad per tahun dengan kegiatan pembelajaran sebagai berikut :
a) Kelas I – II : 18 jam per minggu;
b) Kelas III : 24 jam per minggu;
c) Kelas IV - VI : 27 jam per minggu; atau
d) Kelas VII - IX : 27 jam per minggu;
7. Satuan pendidikan menerapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesuai ketentuan yang berlaku; NB.(termasuk kurikulum 2013).
8. Setiap guru menerapkan planning pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun menurut silabus untuk setiap mata pelajaran yang diampunya;
9. Setiap guru menyebarkan dan menerapkan aktivitas penilaian untuk membantu meningkatkan kemampuan berguru penerima didik;
10. Kepala sekolah melaksanakan supervisi kelas dan menawarkan umpan balik kepada guru dua kali dalam setiap semester;
11. Setiap guru memberikan laporan hasil penilaian mata pelajaran serta hasil penilaian setiap penerima didik kepada kepala sekolah pada simpulan semester dalam bentuk laporan hasil prestasi berguru penerima didik;
12. Kepala sekolah atau madrasah memberikan laporan hasil ulangan simpulan semester (UAS) dan Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) serta ujian simpulan (US/UN) kepada orang renta penerima didik dan memberikan rekapitulasinya kepada Dinas Pendidikan kabupaten/kota atau Kantor Kementerian Agama di kabupaten/kota pada setiap simpulan semester;
13. Setiap satuan pendidikan menerapkan prinsip-prinsip administrasi berbasis sekolah (MBS).
Demikian beberapa indikator sebuah sekolah/madrasah telah memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) menurut Permendikbud Nomor 23 Tahun 2013.
Download selengkapnya Permendikbud Nomor 23 Tahun 2013 ihwal Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 tahun 2010 ihwal Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar Di Kabupaten/Kota beserta lampirannya silahkan klik pada tautan berikut. Semoga bermanfaat dan terimakasih… …!
Subscribe to:
Posts (Atom)

