Showing posts sorted by relevance for query mengutip-makna-1-muharram-1440-h. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query mengutip-makna-1-muharram-1440-h. Sort by date Show all posts

Friday, 13 February 2015

Pasti Dapat Mengutip Makna 1 Muharram 1440 H

Mengutip makna 1 muharram 1440 h – Penetapan 1 Muharram sebagai Hari Libur Nasional (HLN) oleh pemerintah berdampak faktual bagi masyarakat muslim Indonesia. Dengan HLN tersebut umat muslim yang bekerja di forum pemerintah maupun swasta sanggup mempersiapkan diri memperingati hari besar Islam tersebut dengan baik.

 oleh pemerintah berdampak faktual bagi masyarakat muslim Indonesia PASTI BISA Mengutip Makna 1 Muharram 1440 H

Tahun ini, 1 Muharram 1440 H bertepatan dengan 11 September 2018 M. Atau maju sepuluh hari dari tahun sebelumnya dimana 1 Muharram jatuh pada tanggal 21 September 2017 M. Ini sesuai dengan perbedaan perhitungan antara kalender Hijriyah dan Masehi dalam setahun.
Penetapan 1 Muharram dalam kalender islam berkaitan dengan insiden hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari kota Mekkah ke Medinah, bertepatan tahun 622 Masehi. Maka peringatan 1 Muharram 1440 H ini mengingatkan umat muslim untuk melakukan hijrah secara psikis dan sosial.

Perubahan dimulai dari hal terkecil dan sesuai kemampuan. Mulai dari ucapan, perilaku hingga tingkah laku. Ucapan seseorang secara obrolan maupun terlontar di media massa mana pun terang akan besar lengan berkuasa terhadap orang lain. 

Oleh lantaran itu berhijrah berarti berusaha untuk mengendalikan ucapan dan kata-kata yang mungkin merusak hubungan silaturrahmi di antara sesama. Hal ini sudah sangat berarti dalam membuat iklim hidup dan kehidupan yang lebih baik.

Begitu pula perilaku dan tingkah laris yang kurang baik selama ini. Momen 1 Muharram menjadi kesempatan baik dalam mengoreksi dan memperbaikinya sehingga melahirkan perilaku dan tingkah laris sebagai langsung umat muslim.

Ucapan, perilaku dan tingkah laris seseorang menunjukkan kualitas keimanan dan ketaqwaanya kepada Allah SWT. Sekaligus salah satu indikasi sebagai umat Nabi besar Muhammad SAW dan menjadi suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari.
! Muharram 1440 H, kembali akan menjadi langkah awal yang baik dalam menjalani hidup dan kehidupan yang lebih baik.Semoga.

Thursday, 12 February 2015

Pasti Dapat Mengingat Kembali Sejarah Penanggalan Tahun Hijriyah

Mengingat kembali sejarah penanggalan tahun hijriyah – Saat artikel ini diterbitkan, kita telah beberapa jam berada di Tahun Baru Islam 1440 H. Tahun gres dalam kalender hijriyah, menyerupai yang sudah diketahui, ditetapkan menurut bencana hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari kota Mekkah ke Medinah pada tahun 622 Masehi.

Mengingat kembali sejarah penanggalan tahun hijriyah PASTI BISA Mengingat Kembali Sejarah Penanggalan Tahun Hijriyah

Artikel ini sekadar untuk mengingat kembali sejarah penetapan penanggalan tahun hijriyah sebagai tonggak kebangkitan umat Islam di muka bumi ini. Sekaligus sebagai momentum penting untuk berhijrah ke kondisi yang lebih baik dari sebelumnya.

Dari aneka macam sumber rujukan diketahui bahwa kalender hijriyah menjadi aliran penanggalan bagi muslim pada masa Khalifah Umar Bin Khatab. Penanggalan tahun hijriyah menurut hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari kota Mekkah ke Medinah merupakan usulan sahabat Ali Bin Abi Thalib.

Usulan Ali Bin Abi Thalib ini diterima Khalifah Umar Bin Khatab dengan. pertimbangan atas kebingungan umat islam dalam memilih tahun. Apalagi masa itu suatu bencana belum ditandai dengan tahun.

Selain itu, Khalifah Umar Bin Khatab memberi alasan atas kecenderungan atas undangan Ali Bin Abhi Thalib bahwa hijrah menjadi pemisah antara yang haq dengan yang bathil sehingga pantas dijadikan patokan penanggalan.

Ditetapkannya hijrah Nabi Muhammad SAW dari kota Mekkah ke Medinah tahun 622 Masehi menjadi menjadi tonggak bersejarah bagi kemajuan Islam untuk masa selanjutnya.

Kalender Hijriyah telah dijadiakan contoh dalam beberapa aturan islam, menyerupai aturan Puasa, Zakat, Hajji, dan lain sebagainya.
Pemerintah sendiri telah memutuskan 1 Muharram sebagai Hari Libur nasional. Tahun 2018 ini jatuh pada tanggal 11 September 2018 Masehi. Selamat Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1440 H.

Wednesday, 11 February 2015

Pasti Dapat Pawai 'Pusuang' Warnai Langit Malam Nagari Taluak

Pawai 'pusuang' warnai langit malam nagari taluak – Sekitar seribuan pusuang (obor dari bambu) menyala dengan api meliuk-liuk mewarnai langit malam ahad di Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo, Kab.Tanah Datar, Sabtu kemaren (15/09).

liuk mewarnai langit malam ahad di Nagari Taluak PASTI BISA Pawai 'Pusuang' Warnai Langit Malam Nagari Taluak
Santri TPQ/TPSQ mengarak pusuang (obor) menuju Kantor Wali Nagari Taluak (matrapendidikan.com)

Pawai pusuang atau Obor merupakan tradisi tahunan masyarakat Nagari Taluak dalam rangka merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharram. Penyelenggaraannya diadaptasi dengan hari libur anak sekolah yang juga santri TPQ/TPSQ.

Kali ini bertepatan dengan malam ahad sehingga penerima pawai lebih ramai. Mereka yang mengarak pusuang antara lain  santri TPQ/TPSQ, dewasa masjid, lembaga dewasa islam, pegawai negeri/swasta dan masyarakat.di Nagari Taluak.

Obor dari bambu itu di arak dalam tajuk Pawai Seribu Pusuang menuju satu arah, yaitu Halaman Depan Kantor Wali Nagari Taluak, di Jorong Beringin Sakti sesudah menempuh jarak lebih kurang 3 kilometer.

Pawai dimulai dari Masjid/Surau masing-masing dan bergabung bersama rombongan lain sehingga membentuk iring-iringan yang cukup panjang. Hal ini akan terlihat unik kalau disaksikan dari daerah ketinggian.

Langit Nagari Taluak terlihat agak gelap alasannya ialah bulan sabit di sebelah barat belum bisa menerangi mayapada dengan sempurna. Maklum dikala itu bulan gres berumur 5 hari.
Kegiatan pawai obor ini diselenggarakan bersama oleh Badan kerja Sama (BKS) TPQ/TPSQ Nagari Taluak, Gerakan Remaja Masjid (Gerema) Nurul Huda Taluak, dan Forum Remaja Islam (Foris) Masjid Raya Taluak.