Buku catatan masalah guru ini merupakan dokumen penting di sekolah mengingat tidak semua guru itu anggun dan taat aturan, kadang masih ada guru yang sering melanggar moral guru diluar maupun di dalam sekolah.
Contoh buku catatan masalah guru ini juga bermanfaat sebagai motivasi bagi guru yang lain agar tidak melaksanakan hal yang tidak diinginkan. Seperti masalah guru yang sering muncul di TV itu yaitu sikap yang tidak baik. Karena seorang guru itu sekaligus menjadi pendidik yang memperlihatkan tumpuan atau panutan kepada siswa terlebih kepada orang lain. Apalagi baru-baru ini dengar kabar bahwa guru yang sering bolos saja akan ditindak tegas oleh kementerian pendidikan.
Demikian artikel membuatkan dari perihal Contoh Format Buku Kasus Guru Yang Melanggar Kode Etik, silahkan lihat pada link dibawah ini:
Contoh Format Arsip Rekap Kasus Sekolah berbasis excel ini mempunyai kegunaan untuk mencatat setiap permasalahan yang ada di sekolah atau madrasah di semua tingkatan SD MI, MTs SMP, Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan ataupun MA. Baik itu duduk masalah atau masalah siswa atau kasus guru yang melanggar arahan etik.
Dengan adanya Buku Rekapitulasi Kasus Sekolah, kita dapat melihat dan menilai untuk memotivasi siswa atau guru yang lain sekaligus sebagai pembelajaran untuk sekolah atau madrasah itu sendiri menjadi lebih baik ke depannya.
untuk demo dapat anda lihat preview berikut ini:
Itulah preview Contoh Format Buku Rekapitulasi Kasus Sekolah atau madrasah. Silahkan anda download pada link berikut:
Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap juga sebagai lisan dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap sanggup dibentuk, sehingga terjadinya sikap atau tindakan yang diinginkan.
Sikap terdiri dari tiga komponen, yakni: afektif, kognitif, dan konatif. Komponen afektif yaitu perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu objek. Komponen kognitif yaitu kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek. Adapun komponen konatif yaitu kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran objek sikap.
Secara umum, objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran aneka macam mata pelajaran yaitu sebagai berikut.
Sikap terhadap bahan pelajaran. Peserta didik perlu mempunyai sikap nyata terhadap mata pelajaran. Dengan sikap`positif dalam diri penerima didik akan tumbuh dan berkembang minat belajar, akan lebih gampang diberi motivasi, dan akan lebih gampang menyerap bahan pelajaran yang diajarkan.
Sikap terhadap guru/pengajar. Peserta didik perlu mempunyai sikap nyata terhadap guru. Peserta didik yang tidak mempunyai sikap nyata terhadap guru akan cenderung mengabaikan hal-hal yang diajarkan. Dengan demikian, penerima didik yang mempunyai sikap negatif terhadap guru/pengajar akan sukar menyerap bahan pelajaran yang diajarkan oleh guru tersebut.
Sikap terhadap proses pembelajaran. Peserta didik juga perlu mempunyai sikap nyata terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. Proses pembelajaran meliputi suasana pembelajaran, strategi, metodologi, dan teknik pembelajaran yang digunakan. Proses pembelajaran yang menarik, nyaman dan menyenangkan sanggup menumbuhkan motivasi mencar ilmu penerima didik, sehingga sanggup mencapai hasil mencar ilmu yang maksimal.
Sikap berkaitan dengan nilai atau norma yang bekerjasama dengan suatu bahan pelajaran. Misalnya masalah atau duduk kasus lingkungan hidup, berkaitan dengan bahan Biologi atau Geografi. Peserta didik juga perlu mempunyai sikap yang tepat, yang dilandasi oleh nilai-nilai nyata terhadap masalah lingkungan tertentu (kegiatan pelestarian/kasus perusakan lingkungan hidup). Misalnya, penerima didik mempunyai sikap nyata terhadap kegiatan pemberian satwa liar. Dalam masalah yang lain, penerima didik mempunyai sikap negatif terhadap kegiatan ekspor kayu glondongan ke luar negeri.
Teknik Penilaian Sikap
Penilaian sikap sanggup dilakukan dengan beberapa cara atau teknik. Teknik-teknik tersebut antara lain: observasi perilaku, pertanyaan langsung, dan laporan pribadi. Teknik-teknik tersebut secara ringkas sanggup diuraikan sebagai berikut.
a). Observasi perilaku
Perilaku seseorang pada umumnya menawarkan kecenderungan seseorang dalam sesuatu hal. Misalnya orang yang biasa minum kopi sanggup dipahami sebagai kecenderungannya yang bahagia kepada kopi. Oleh alasannya itu, guru sanggup melaksanakan observasi terhadap penerima didik yang dibinanya. Hasil observasi sanggup dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan.
Observasi sikap di sekolah sanggup dilakukan dengan memakai buku catatan khusus perihal kejadian-kejadian berkaitan dengan penerima didik selama di sekolah. Berikut teladan format buku catatan harian.
b). Pertanyaan langsung
Kita juga sanggup menanyakan secara pribadi perihal sikap seseorang berkaitan dengan sesuatu hal. Misalnya, bagaimana tanggapan penerima didik perihal kebijakan yang gres diberlakukan di sekolah mengenai "Peningkatan Ketertiban".
Berdasarkan balasan dan reaksi lain yang tampil dalam memberi balasan sanggup dipahami sikap penerima didik itu terhadap objek sikap. Dalam evaluasi sikap penerima didik di sekolah, guru juga sanggup memakai teknik ini dalam menilai sikap dan membina penerima didik.
c). Laporan pribadi
Melalui penggunaan teknik ini di sekolah, penerima didik diminta menciptakan ulasan yang berisi pandangan atau tanggapannya perihal suatu masalah, keadaan, atau hal yang menjadi objek sikap. Misalnya, penerima didik diminta menulis pandangannya perihal "Kerusuhan Antaretnis" yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia. Dari ulasan yang dibuat oleh penerima didik tersebut sanggup dibaca dan dipahami kecenderungan sikap yang dimilikinya.
Untuk selengkapnya, sanggup anda unduh file teknik evaluasi sikap ini, lengkap dengan teladan format pengamatan sikap, teladan evaluasi sikap, teladan format evaluasi sikap dalam praktek, teladan isi buku catatan harian,. Pada artikel berikut ini: contoh model evaluasi kelas
Demikian dari kami, supaya sanggup mambantu dan bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Amin...
Merupakan alat perekam observasi secara terencana terhadap suatu kejadian atau kejadian penting yang melukiskan sikap anak yang terjadinya tidak umum atau kejadian khusus, yang diuraikan dalam bentuk pernyataan singkat dan obyektif. Baca juga panduan lengkap evaluasi paud tk ra
Karakteristik Catatan Anekdot
Dalam banyak kasus, menggambarkan interaksi antar anak, anak dengan orang dewasa, dan anak dengan
Catatan sederhana wacana sikap tertentu atau tidak biasa
Sebagai hasil dari pengamatan secara langsung
Akurat dan spesifik
Memberikan konteks dari munculnya sikap tersebut.
Tujuan Catatan Anekdot
Catatan anekdot yang dikumpulkan dari waktu ke waktu sanggup memperkuat pemahaman guru terhadap setiap anak sebagai suatu rujukan atau munculnya profil anak.
Catatan anekdot sanggup menangkap kekayaan dan kompleksitas pada dikala anak berinteraksi dengan sesama anak dan dengan material.
Perubahan sikap yang muncul yang dikumpulkan dalam portofolio memperlihatkan anjuran untuk planning pengamatan selanjutnya, planning pembelajaran dan pertemuan orangtua.
Contoh 1 Catatan Anekdot
Nama Anak : Anisa Tanggal / Waktu : 15 Juli 2014 pk.08:45 WIB Tempat : Area Membaca Peristiwa dan Perilaku : Anisa duduk di sebelah Tina di bersahabat meja baca. Tina menyapa Anisa, "Hi, Anisa! Mau baca buku sama saya ?" Anisa berkata bahwa beliau tidak sanggup membaca. Tina menjawab, “Kita lihat gambarnya saja.”
Contoh 2 Catatan Anekdot
Nama Anak : Wisnu Tanggal / Waktu : 1 September 2014 pk 08.15 WIB Tempat : Area Outdoor Peristiwa dan Perilaku : Toni mengambil satu dahan tanaman yang tergeletak di pojok taman. Wisnu mengikuti Toni, dan menarik dahan itu sambil dibawa lari berkeliling taman. Wisnu kemudian menaiki dahan itu sambil bergerak melompat-lompat mengelilingi taman.
Atau anda sanggup menciptakan menyerupai gambar diatas.
Yang perlu diperhatikan dalam menciptakan catatan Anekdot
Berupa catatan wacana apa yang kita LIHAT atau DENGAR bukan asumsi
Catatan sebaiknya akurat, obyektif, dan spesifik (hindari penggunaan kata yang subyektif dan ambigu) /(ketidakjelasan makna/bermakna ganda)
Perlu melihat anak yang berbeda dengan ragam kegiatan. Hindari menulis catatan wacana “hal-hal lucu yang dikatakan anak”.
Ingatlah untuk bertanya kepada diri sendiri, “Apakah saya menulis ini dengan cara yang sama ketika orang lain juga melihatnya ?”
Jangan lupa menuliskan nama anak, daerah dan waktu
Telaah KD dan Indikator yang relevan dengan kejadian tersebut.
Setelah sebelumnya saya menciptakan postingan ihwal Jenis Model Pembelajaran, sekarang saya akan sedikit mengulas ihwal langkah-langkah teknis pelakasanaan dari 34 model pembelajaran yang efektif di jejang madrasah aliyah (MA) atau yang sederajat.
34 model pembelajaran efektif tersebut adalah: Examples non examples, Picture and picture, Numbered heads together, Cooperative script, Kepala bernomor struktur, Student teams-achievement divisions (stad), Jigsaw (model tim ahli), Problem based introductuon (pbi), Artikulasi, Mind mapping, Make - a match, Think pair and share, Debate, Role playing, Group investigation, Talking stik, Snowball throwing, Student facilitator and explaining, Course review horay, Demonstration, Explicit intruction, Cooperative integrated reading and composition (circ), Inside-outside-circle, Tebak kata, Word square, Scramble, Take and give, Conseptsentense, Complette sentense, Time token, Pair cheks spencer, Keliling kelompok, Tari bambu
Nah dari 34 model pembelajaran efektif tersebut, berikut ini detail langkah-langkah pelaksanaannya pada masing-masing model.
1. EXAMPLES NON EXAMPLES
CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD
Langkah-langkah :
Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP
Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar
Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas
Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai
Kesimpulan
2. PICTURE AND PICTURE
Langkah-langkah :
Guru memberikan kompetensi yang ingin dicapai
Menyajikan materi sebagai pengantar
Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi
Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
Kesimpulan/rangkuman
3. NUMBERED HEADS TOGETHER
Langkah-langkah :
Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok menerima nomor
Guru memperlihatkan kiprah dan masing-masing kelompok mengerjakannya
Kelompok mendiskusikan balasan yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok sanggup mengerjakannya/mengetahui jawabannya
Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
Tanggapan dari sobat yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
Kesimpulan
4. COOPERATIVE SCRIPT
Skrip kooperatif : metode mencar ilmu dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara ekspresi mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari
Langkah-langkah :
Guru membagi siswa untuk berpasangan
Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan menciptakan ringkasan
Guru dan siswa memutuskan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar :
Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap
Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya
Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan menyerupai diatas.
Kesimpulan Siswa gotong royong dengan Guru
Penutup
5. KEPALA BERNOMOR STRUKTUR
(MODIFIKASI DARI NUMBER HEADS)
Langkah-langkah :
Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok menerima nomor
Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap kiprah yang berangkai. Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya
Jika perlu, guru bisa menyuruh kolaborasi antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan kiprah yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kolaborasi mereka
Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain
Kesimpulan
6. STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)
TIM SISWA KELOMPOK PRESTASI (SLAVIN, 1995)
Langkah-langkah :
Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran berdasarkan prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
Guru menyajikan pelajaran
Guru memberi kiprah kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya hingga semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada ketika menjawab kuis dilarang saling membantu
Memberi evaluasi
Kesimpulan
7. JIGSAW (MODEL TIM AHLI)
(ARONSON, BLANEY, STEPHEN, SIKES, AND SNAPP, 1978)
Langkah-langkah :
Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim
Tiap orang dalam tim diberi penggalan materi yang berbeda
Tiap orang dalam tim diberi penggalan materi yang ditugaskan
Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub penggalan yang sama bertemu dalam kelompok gres (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub penggalan mereka
Setelah selesai diskusi sebagai tim jago tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar sobat satu tim mereka ihwal sub penggalan yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
Tiap tim jago mempresentasikan hasil diskusi
Guru memberi evaluasi
Penutup
8. PROBLEM BASED INTRODUCTUON (PBI)
(PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH) Langkah-langkah :
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam kegiatan pemecahan dilema yang dipilih.
Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan kiprah mencar ilmu yang berafiliasi dengan dilema tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan klarifikasi dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai menyerupai laporan dan membantu mereka menyebarkan kiprah dengan temannya
Guru membantu siswa untuk melaksanakan refleksi atau penilaian terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan
9. ARTIKULASI
Langkah-langkah :
Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Guru menyajikan materi sebagaimana biasa
Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang
Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang gres diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil menciptakan catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya
Suruh siswa secara bergiliran/diacak memberikan hasil wawancaranya dengan sobat pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah memberikan hasil wawancaranya
Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa
Kesimpulan/penutup
10. MIND MAPPING
Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban
Langkah-langkah :
Guru memberikan kompetensi yang ingin dicapai
Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang memiliki alternatif jawaban
Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang
Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif balasan hasil diskusi
Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
Dari data-data di papan siswa diminta menciptakan kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu penggalan kartu soal dan penggalan lainnya kartu jawaban
Setiap siswa menerima satu buah kartu
Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang
Setiap siswa mencari pasangan yang memiliki kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban)
Setiap siswa yang sanggup mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin
Setelah satu babak kartu dikocok lagi biar tiap siswa menerima kartu yang berbeda dari sebelumnya
Demikian seterusnya
Kesimpulan/penutup
12. THINK PAIR AND SHARE
(FRANK LYMAN, 1985) Langkah-langkah :
Guru memberikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai
Siswa diminta untuk berfikir ihwal materi/permasalahan yang disampaikan guru
Siswa diminta berpasangan dengan sobat sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing
Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya
Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa
Guru memberi kesimpulan
Penutup
13. DEBATE
Langkah-langkah :
Guru membagi 2 kelompok akseptor debat yang satu pro dan yg lainnya kontra
Guru memperlihatkan kiprah untuk membaca materiyang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas
Setelah selesai membaca materi. Guru menunjuk salah satu anggotanya kelompok pro untuk berbicara ketika itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya hingga sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.
Sementara siswa memberikan gagasannya guru menulis guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Sampai sejumlah inspirasi yang diharapkan guru terpenuhi
Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap
Dari data-data di papan tersebut, guru mengajak siswa menciptakan kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai
14. ROLE PLAYING
Langkah-langkah :
Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan
Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum kbm
Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang
Memberikan klarifikasi ihwal kompetensi yang ingin dicapai
Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan
Masing-masing siswa duduk di kelompoknya, masing-masing sambil memperhatikan mengamati skenario yang sedang diperagakan
Setelah selesai dipentaskan, masing-masing siswa diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk membahas
Masing-masing kelompok memberikan hasil kesimpulannya
Guru memperlihatkan kesimpulan secara umum
Evaluasi
Penutup
15. GROUP INVESTIGATION
(SHARAN, 1992) Langkah-langkah :
Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen
Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan kiprah kelompok
Guru memanggil ketua-ketua untuk satu materi kiprah sehingga satu kelompok menerima kiprah satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain
Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif berisi penemuan
Setelah selesai diskusi, lewat juru bicara, ketua memberikan hasil pembahasan kelompok
Guru memperlihatkan klarifikasi singkat sekaligus memberi kesimpulan
Evaluasi
Penutup
16. TALKING STIK
Langkah-langkah :
Guru menyiapkan sebuah tongkat
Guru memberikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memperlihatkan kesempatan kepada siswa untuk untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangannya/paketnya
Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya
Guru mengambil tongkat dan memperlihatkan kepada siswa, sesudah itu guru memperlihatkan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya hingga sebagian besar siswa menerima penggalan untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru
Guru memperlihatkan kesimpulan
Evaluasi
Penutup
17. SNOWBALL THROWING
Langkah-langkah :
Guru memberikan materi yang akan disajikan
Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memperlihatkan klarifikasi ihwal materi
Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya
Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
Kemudian kertas tersebut dibentuk menyerupai bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 15 menit
Setelah siswa sanggup satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian
Evaluasi
Penutup
18. STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING
Siswa/peserta mempresentasikan ide/pendapat pada rekan akseptor lainnya
Langkah-langkah :
Guru memberikan kompetensi yang ingin dicapai
Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi
Memberikan kesempatan siswa/peserta untuk menjelaskan kepada akseptor untuk menjelaskan kepada akseptor lainnya baik melalui bagan/peta konsep maupun yang lainnya
Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa
Guru mengambarkan semua materi yang disajikan ketika itu
Penutup
19. COURSE REVIEW HORAY
Langkah-langkah :
Guru memberikan kompetensi yang ingin dicapai
Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi
Memberikan kesempatan siswa tanya jawab
Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh menciptakan kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan seler masing-masing siswa
Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis balasan di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan pribadi didiskusikan, kalau benar diisi tanda benar () dan salan diisi tanda silang (x)
Siswa yang sudah menerima tanda vertikal atau horisontal, atau diagonal harus berteriak horay … atau yel-yel lainnya
Nilai siswa dihitung dari balasan benar jumlah horay yang diperoleh
Penutup
20. DEMONSTRATION
(Khusus materi yang memerlukan peragaan atau percobaan contohnya Gussen)
Langkah-langkah :
Guru memberikan TPK
Guru menyajikan citra sekilas materi yang akan dismpaikan
Siapkan materi atau alat yang diperlukan
Menunjukan salah seorang siswa untuk mendemontrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan
Seluruh siswa memperhatikan demontrasi dan menganalisa
Tiap siswa atau kelompok mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman siswa didemontrasikan
Pembelajaran pribadi khusus dirancang untuk mengembangkan mencar ilmu siswa ihwal pengetahuan proseduran dan pengetahuan deklaratif yang sanggup diajarkan dengan pola selangkah demi selangklah
Langkah-langkah :
Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa
Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan
Membimbing pelatihan
Mengecek pemahaman dan memperlihatkan umpan balik
Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan
22. COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC)
KOOPERATIF TERPADU MEMBACA DAN MENULIS (STEVEN & SLAVIN, 1995)
Langkah-langkah :
Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen
Guru memperlihatkan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran
Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan inspirasi pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas
Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok
Guru menciptakan kesimpulan bersama
Penutup
23. INSIDE-OUTSIDE-CIRCLE
(LINGKARAN KECIL-LINGKARAN BESAR) OLEH SPENCER KAGAN “Siswa saling membagi informasi pada ketika yang bersamaan, dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur”
Langkah-langkah :
Separuh kelas bangkit membentuk bulat kecil dan menghadap keluar
Separuh kelas lainnya membentuk bulat di luar bulat pertama, menghadap ke dalam
Dua siswa yang berpasangan dari bulat kecil dan besar menyebarkan informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan
Kemudian siswa berada di bulat kecil membisu di tempat, sementara siswa yang berada di bulat besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam.
Sekarang giliran siswa berada di bulat besar yang membagi informasi. Demikian seterusnya
24. TEBAK KATA
MEDIA :
Buat kartu ukuran 10X10 cm dan isilah ciri-ciri atau kata-kata lainnya yang mengarah pada balasan (istilah) pada kartu yang ingin ditebak. Buat kartu ukuran 5X2 cm untuk menulis kata-kata atau istilah yang mau ditebak (kartu ini nanti dilipat dan ditempel pada dahi atau diselipkan ditelinga.
Langkah-langkah :
Jelaskan TPK atau materi ± 45 menit
Suruhlah siswa bangkit didepan kelas dan berpasangan
Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10x10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. Seorang siswa yang lainnya diberi kartu yang berukuran 5x2 cm yang isinya dilarang dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan ditelinga.
Sementara siswa membawa kartu 10x10 cm membacakan kata-kata yang tertulis didalamnya sementara pasangannya menebak apa yang dimaksud dalam kartu 10x10 cm. balasan sempurna bila sesuai dengan isi kartu yang ditempelkan di dahi atau telinga.
Apabila jawabannya sempurna (sesuai yang tertulis di kartu) maka pasangan itu boleh duduk. Bila belum sempurna pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarahkan dengan kata-kata lain asal jangan pribadi memberi jawabannya.
Dan seterusnya
CONTOH KARTU Perusahaan ini tanggung-jawabnya tidak terbatas Dimiliki oleh 1 orang Struktur organisasinya tidak resmi Bila untung dimiliki,diambil sendiri NAH … SIAPA … AKU ?
JAWABNYA : PERUSAHAAN PERSEORANGAN
Tugas :
Buatlah sekurang-kurangnya lima kalimat berdasarkan pendapatmu sendiri. Secara ringkas harus mencangkup paling sedikit 4 kata dari daftar diatas dan setiap kata sanggup digunakan berulang-ulang
Kerja kelompok
Diskusikanlah kalimat-kalimat anda apabila kalimat anda sudah benar
Hasil diskusi kelompok. Didiskusikan kembali untuk mendapatkan Kesimpulan
25. WORD SQUARE
MEDIA : Buat kotak sesuai Buat soal sesuai TPK
Langkah-langkah :
Sampaikan materi sesuai TPK
Bagikan lembaran kegiatan sesuai contoh
Siswa disuruh menjawab soal kemudian mengarsir abjad dalam kotak sesuai jawaban
Berikan poin setiap balasan dalam kotak
CONTOH SOAL Sebelum mengenal uang orang melaksanakan pertukaran dengan cara ……. ……. Digunakan sebagai alat pembayaran yang sah Uang ……. Saat ini banyak di palsukan Nilai materi pembuatan uang disebut ……. Kemampuan uang untuk ditukar dengan sejumlah barang atau jasa disebut nilai ……. Nilai perbandingan uang dalam negara dengan mata uang abnormal disebut ……. Nilai yang tertulis pada mata uang disebut nilai ……. Dorongan seseorang menyimpan uang untuk keperluan jual beli disebut motif ……. Perintah tertulis dari seseorang yang memiliki rekening ke bank untuk membayar sejumlah uang disebut …….
26. SCRAMBLE
MEDIA : Buatlah pertanyaan yang sesuai dengan TPK Buat balasan yang diacak hurufnya
Langkah-langkah :
Guru menyajikan materi sesuai TPK
Membagikan lembar kerja sesuai contoh
27. TAKE AND GIVE
MEDIA : Kartu ukuran ± 10x15 cm sejumlah akseptor tiap kartu berisi sub materi (yang berbeda dengan kartu yang lainnya, materi sesuai dengan TPK Kartu teladan sejumlah siswa CONTOH Kartu :
Langkah-langkah :
Siapkan kelas sebagaimana mestinya
Jelaskan materi sesuai TPK
Untuk memantapkan penguasaan akseptor tiap siswa diberi masing-masing satu kartu untuk dipelajari (dihapal) lebih kurang 5 menit
Semua siswa disuruh bangkit dan mencari pasangan untuk saling menginformasi. Tiap siswa harus mencatat nama pasangannya pada kartu contoh
Demikian seterusnya hingga tiap akseptor sanggup saling memberi dan mendapatkan materi masing-masing (take and give)
Untuk mengevaluasi keberhasilan berikan berikan siswa pertanyaan yang tak sesuai dengan kartunya (kartu orang lain)
Strategi ini sanggup dimodifikasi sesuai keadaan
Kesimpulan
28. CONSEPTSENTENSE
Langkah-langkah :
Guru memberikan kompentensi yang ingin dicapai
Guru menyajikan materi secukupnya
Guru membentuk kelompok yang anggotanya ± 4 orang secara heterogen
Menyajikan beberapa kata kunci sesuai materi yang disajikan
Tiap kelompok disuruh menciptakan beberapa kalimat dengan memakai minimal 4 kata kunci setiap kalimat
Hasil diskusi kelompok. Didiskusikan lagi secara pleno yang dipandu Guru
Kesimpulan
29. COMPLETTE SENTENSE
Media : Siapkan blangko isian berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap
Langkah-langkah :
Guru memberikan yang ingin dicapai
Menyampaikan materi secukupnya atau akseptor disuruh membacakan buku atau model dengan waktu secukupnya
Bentuk kelompok 2 atau 3 orang secara heterogen
Bagikan lembar kerja berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap (lihat contoh)
Peserta diharap berdiskusi untuk melengkapi kalimat dengan kunci balasan yang tersedia
Bicarakan gotong royong anggota kelompok
Setelah balasan benar yang salah diperbaiki. Tiap akseptor disuruh membaca berulang-ulang hingga mengerti atau hapal
Kesimpulan
30. TIME TOKEN
Struktur yang sanggup digunakan untuk mengajarkan keterampilan sosial, untuk menghindari siswa mendominasi pembicaraan atau siswa membisu sama sekali
Langkah-langkah :
Kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi (cooperative learning / CL)
Tiap siswa diberi kupon berbicara dengan waktu ± 30 detik. Tiap siswa diberi sejumlah nilai sesuai waktu keadaan
Bila telah selesai bicara kopon yang dipegang siswa diserahkan. Setiap bebicara satu kupon
Siswa yang telah habis kuponnya tak boleh bicara lagi. Yang masih pegang kupon harus bicara hingga kuponnya habis
Dan seterusnya
31. PAIR CHEKS SPENCER
APA YANG DILAKUKAN?
BEKERJA BERPASANGAN Bentuk tim dalam pasangan-pasangan dua siswa dalam pasangan itu mengerjakan soal yang pas lantaran semua itu akan membantu melatih PELATIH MENGECEK Apabila patner benar instruktur memberi kupon BERTUKAR PERAN Seluruh patner bertukar kiprah dan mengurangi langkah 1 – 3 PASANGAN MENGECEK Seluruh pasangan tim kembali bersama dan membandingkan jawaban PENEGASAN GURU Guru mengarahkan balasan /ide sesuai konsep
32. KELILING KELOMPOK
Maksudnya biar masing-masing anggota kelompok menerima kesempatan untuk memperlihatkan bantuan mereka dan mendengarkan pandangan dan pemikiran anggota lainnya
Caranya………….?
Salah satu siswa dalam masing-masing kelompok menilai dengan memperlihatkan pandangan dan pemikirannya mengenai kiprah yang sedang mereka kerjakan
Siswa berikutnya juga ikut memperlihatkan kontribusinya
Demikian seterusnya giliran bicara bisa dilaksanakan arah perputaran jarum jam atau dari kiri ke kanan
33. TARI BAMBU
Agar siswa saling menyebarkan informasi pada ketika yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dalam waktu singkat secara teratur seni administrasi ini cocok untuk materi yang membutuhkan pertukaran pengalaman pikiran dan onformasi antar siswa
Caranya?
Separuh kelas atau seperempat kalau jumlah siswa terlalu banyak bangkit berjajar . Jika ada cukup ruang mereka bisa berjajar di depan kelas. Kemungkinan lain yakni siswa berjajar di sela-sela deretan bangku. Cara yang kedua ini akan memudahkan pembentukan kelompok lantaran diharapkan waktu relatif singkat.
Separuh kelas lainnya berjajar dan menghadap jajaran yang pertama
Dua siswa yang berpasangan dari kedua jajaran menyebarkan sinformasi.
Kemudian satu atau dua siswa yang bangkit di ujung salah satu jajaran pindah ke ujung lainnya di jajarannya. Jajaran ini kemudian bergeser. Dengan cara ini masing-masing siswa menerima pasangan yang gres untuk berbagi. Pergeseran bisa dilakukan terus sesuai dengan kebutuhan
34. DUA TINGGAL DUA TAMU
(TWO STAY TWO STRAY) SPENCER KAGAN 1992
MEMBERI KESEMPATAN KEPADA KELOMPOK UNTUK MEMBAGIKAN HASIL DAN INFORMASI DENGAN KELOMPOK LAINNYA.
Caranya :
Siswa bekerja sama dalam kelompok berempat menyerupai biasa
Setelah selesai, dua orang dari masing-masing bertamu kedua kelompok yang lain
Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka ke tamu mereka
Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain
Kelompok mencocokkan dan membahas hasil kerja mereka
Download 34 Model Pembelajaran Efektif dan Langkah-Langkahnya Format PowerPoint Untuk Presentasi
Panduan Penyusunan Soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) ini hasil buah tangan rapat sosialisasi di Kemenag tingkat kabupaten. Karena itulah aku juga ingin mengembangkan file PDF kepada anda semua para guru dan pemangku kepentingan ihwal Panduan penyusunan soal hots.
Panduan soal hots ini dilengkapi dengan Perbandingan asesmen tradisional dan asesmen kontekstual Programme for International Student Assessment (PISA), Kreativitas menuntaskan permasalahan dalam HOTS, Pengelompokan level kognitif, Contoh soal HOTS, Kartu soal, Instrumen telaah soal hots, Pedoman Penskoran, dan Instrumen telaah soal hots bentuk tes pilihan ganda/uraian
Permendikbud No. 59 Tahun 2014 ihwal Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah , menyatakan bahwa salah satu dasar penyempurnaan kurikulum ialah adanya tantangan internal dan eksternal. Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan banyak sekali gosip yang terkait dengan duduk kasus lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif, budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional.
Soal-soal HOTS merupakan instrumen pengukuran yang dipakai untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi,
transfer satu konsep ke konsep lainnya,
memproses dan menerapkan informasi,
mencari kaitan dari banyak sekali informasi yang berbeda-beda,
menggunakan informasi untuk menuntaskan masalah, dan
menelaah inspirasi dan informasi secara kritis.
Meskipun demikian, soal-soal yang berbasis HOTS tidak berarti soal yang lebih sulit daripada soal recall. Mengukur dimensi metakognitif, tidak sekadar mengukur dimensi faktual, konseptual, atau prosedural saja. Dimensi metakognitif menggambarkan kemampuan menghubungkan beberapa konsep yang berbeda, menginterpretasikan, memecahkan duduk kasus (problem solving), menentukan seni administrasi pemecahan masalah, menemukan (discovery) metode baru, berargumen (reasoning), dan mengambil keputusan yang tepat.
Karakteristik Soal-soal HOTS
1. Mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi menganalisis, merefleksi, menunjukkan argumen (alasan), menerapkan konsep pada situasi berbeda, menyusun, menciptakan. The Australian Council for Educational Research (ACER) 2. Berbasis permasalahan kontekstual menghubungkan (relate), menginterpretasikan (interprete), menerapkan (apply) dan mengintegrasikan (integrate) 3. Menggunakan bentuk soal beragam Pilihan ganda, Pilihan ganda kompleks (benar/salah, atau ya/tidak), Isian singkat atau melengkapi, Jawaban singkat atau pendek dan Uraian
b. Pilihan ganda kompleks (benar/salah, atau ya/tidak)
Bertujuan untuk menguji pemahaman akseptor asuh terhadap suatu duduk kasus secara komprehensif yang terkait antara pernyataan satu dengan yang lainnya.
Memuat stimulus yang bersumber pada situasi kontekstual.
Peserta asuh diberikan beberapa pernyataan yang terkait dengan stilmulus/bacaan,
Peserta asuh diminta menentukan benar/salah atau ya/tidak.
Pernyataan-pernyataan yang diberikan tersebut terkait antara satu dengan yang lainnya.
Susunan pernyataan benar dan pernyataan salah biar diacak secara random, tidak sistematis mengikuti contoh tertentu. Susunan yang bersiklus sistematis sanggup memberi petunjuk kepada tanggapan yang benar.
Soal yang menuntut akseptor tes untuk mengisi tanggapan singkat dengan cara mengisi kata, frase, angka, atau simbol. Karakteristik soal isian singkat atau melengkapi ialah sebagai berikut. 1) Bagian kalimat yang harus dilengkapi sebaiknya hanya satu bab dalam ratio butir soal, dan paling banyak dua bab supaya tidak membingungkan siswa. 2) Jawaban yang dituntut oleh soal harus singkat dan niscaya yaitu berupa kata, frase, angka, simbol, tempat, atau waktu.
d. Jawaban singkat atau pendek
Soal yang jawabannya berupa kata, kalimat pendek, atau frase terhadap suatu pertanyaan. Karakteristik 1) Menggunakan kalimat pertanyaan eksklusif atau kalimat perintah; 2) Pertanyaan atau perintah harus jelas, biar menerima tanggapan yang singkat; 3) Panjang kata atau kalimat yang harus dijawab oleh siswa pada semua soal diusahakan relatif sama; 4) Hindari penggunaan kata, kalimat, atau frase yang diambil eksklusif dari buku teks, alasannya ialah akan mendorong siswa untuk sekadar mengingat atau menghafal apa yang tertulis dibuku.
Download Panduan Penyusunan Soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) PDF
Selengkapnya bisa anda download pada link berikut ini: Download
Itulah dari aku ihwal Panduan Penyusunan Soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) PDF semoga bisa menunjukkan citra untuk meningkatkan kualitas gaya pikir masing-masing. Amin...
Contoh format analisis pemanfaatan buku guru dan siswa ini untuk lebih memahami taktik penggunaan Buku Siswa dan Buku Guru untuk acara pembelajaran, dan untuk membimbing guru dalam menyusun RPP, melakukan pembelajaran saintifik dan menyusun instrumen evaluasi otentik sesuai dengan Buku Siswa dan Buku Guru.
Selain itu dengan menganalisis buku guru dan siswa, meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru pendamping dalam:
Memahami taktik penggunaan buku guru untuk acara pembelajaran.
Menganalisis kesesuaian isi buku guru dengan silabus dan RPP.
Menganalisis kesesuaian isi buku guru dilihat dari pelaksanaan pembelajaran berbasis tematik terpadu, pendekatan scientific, model pembelajaran berbasis proyek (PjBL), pembelajaran berbasis duduk kasus (PBL), dan pembelajaran berbasis inovasi (DL).
Menganalisis kesesuaian isi buku guru dilihat dari evaluasi autentik.
Menganalisis kesesuaian buku guru dilihat dari keterpaduan subtansi bahan sesuai dengan kompetensi dasar pada setiap topik.
Menganalisis buku guru dilihat dari aspek pengetahuan, keterampilan, sikap.
Menganalisis kesesuaian isi buku guru dengan sumber belajar.
Menyusun tindak lanjut hasil analisis.
Panduan Kegiatan Analisis Buku Guru dan Siswa
Pelajari Format Analisis Penggunaan Buku Guru!
Siapkan buku guru, Silabus, dan RPP sesuai jenjang pendidikan dan mata pelajaran!
Cermati kesesuaian antara isi buku guru, Silabus dan RPP
Cermati kesesuaian isi buku siswa dilihat dari pelaksanaan pembelajaran berbasis tematik terpadu, pendekatan scientific, model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning ), Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem -Based Learning), dan Pembelajaran Berbasis Penemuan (Discovery Learning)!
Cermati keterpaduan subtansi bahan sesuai dengan kompetensi dasar pada setiap topik.
Kaji buku guru dilihat dari aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap!
Cermati kesesuaian isi buku guru dilihat dari evaluasi autentik!
kesesuaian isi buku guru dengan sumber belajar!
Berdasarkan hasil analisis, tuliskan tindak lanjut hasil analisis sebagai berikut!
Jika sesuai dengan kebutuhan, buku dapat dipakai dalam pembelajaran.
Jika tidak sesuai/sesuai sebagian, Anda disarankan untuk memperlihatkan rekomendasi tindak lanjut yang harus dikerjakan guru sebagai pengguna buku guru tersebut.
Tuliskan saran lainnya yang berkaitan dengan temuan dalam proses pendampingan, dalam kotak yang tersedia!
Demikian dari perihal Contoh Format Analisis Pemanfaatan Buku Guru dan Siswa yang dapat anda download pada link dibawah ini:
Suatu acara layanan bimbingan dan konseling mustahil akan tercisekolaha, terselenggara, dan tercapai jikalau tidak mempunyai suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu, dalam arti dilakukan secara jelas, sistematis, dan terarah. Mengenai arti manajemen itu sendiri Stoner (1981) mengemukakan pendapatnya sebagai berikut: “Management is the process of planning, organizing, leading and controlling the efforts of organizing members and of using all other organizational resources to achieve stated organizational goals”.
Berikut diuraikan aspek-aspek sistem manajemen acara layanan bimbingan dan konseling.
1. Kesepakatan Manajemen
Kesepakatan manajemen atas acara bimbingan dan konseling sekolah diharapkan untuk mejamin implementasi acara dan taktik peluncuran dalam memenuhi kebutuhana siwa sanggup dilakukan secara efektif. Kesepakatan ini menyangkut pula proses meyakinkan dan menyebarkan kesepakatan semua pihak di lingkungan sekolah bahwa acara bimbingan dan konseling sebagai bab terpadu dari keseluruhan acara sekolah.
2. Keterlibatan Stakeholder
Komite Sekolah sebagai representasi masyarakat atau stakeholder memerlukan penyadaran dan pemahaman akan keberadaan dan pentingnya layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
3. Manajemen dan Penggunaan Data
Program bimbingan dan konseling komprehensif didukung oleh data. Penggunaan data di dalam layanan bimbingan dan konseling akan menjamin setiap siswa memperoleh manfaat dari layanan bimbingan dan konseling. Konselor harus memperlihatkan bahwa setiap kegiatan diimplementasikan sebagai bab dari keutuhan acara bimbingan dan konseling yang didasarkan atas analisis cermat terhadap kebutuhan, prestasi, dan data terkait siswa lainnya.
Data yang diperoleh dan dipakai perlu diadministrasikan dengan baik dan cermat. Manajemen data dilakukan secara manual maupun komputer. Dalam kurun teknologi informasi, manjemen data siswa dilakukan secara komputer. Database siswa perlu dibangun dan dikembangkan biar perkembangan setiap siswa sanggup dengan gampang dimonitor. Penggunaan data siswa dan lingkungan sekolah yang tertata dan dikelola dengan baik untuk kepentingan memonitor kemajuan siswa, akan menjamin seluruh siswa mendapatkan apa yang mereka perlukan untuk keberhasilan sekolah.
Konselor harus cermat dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data. Kemajuan perkembangan siswa sanggup dimonitor dari : prestasi belajar, data yang terkait dengan prestasi belajar, dan data tingkat penguasaan tugas-tugas perkembangan atau kompetensi.
4. Rencana Kegiatan
Rencana kegiatan (action plans) diharapkan untuk menjamin peluncuran acara bimbingan dan konseling sanggup dilaksanakan secara efektif dan efesien. Rencana kegiatan yaitu uraian detil dari acara yang menggambarkan struktur isi program, baik kegiatan di sekolah maupun luar sekolah, untuk memfasilitasi siswa mencpai kiprah perkembangan atau kompetensi.
5. Pengaturan Waktu
Berapa banyak waktu yang diharapkan untuk melaksanakan layanan bimbingan dan konseling dalam setiap komponen acara perlu dirancang dengan cermat. Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi acara dan sumbangan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor. Sebagai contoh, contohnya 80% waktu dipakai untuk melayanai siswa secara pribadi dan 20% dipakai untuk sumbangan manajerial. Porsi waktu untuk peluncuran masing-masing komponen acara sanggup ditetapkan sesuai dengan pertimbangan sekolah. Misalnya:
Layanan dasar (30-40%),
Responsif (15-25%),
Perencanaan individual (25-35%),
Dukungan sistem (10-15%).
Ini contoh, dan setiap sekolah bisa menyebarkan sendiri. Dalam konteks Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Bimbingan dan Konseling Perkembangan, perlu ditetapkan waktu secara terpola untuk layanan bimbingan dan konseling klasikal.
6. Kalender Kegiatan
Program bimbingan dan konseling sekolah yang telah dituangkan ke dalam planning kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan. Kalender kegiatan meliputi kalender tahunan, semesteran, bulanan, dan mingguan.
7. Jadwal Kegiatan
Program bimbingan sanggup dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak langsung, dan (b) tanpa kontak pribadi dengan siswa. Untuk kegiatan kontak pribadi yang dilakukan secara klasikal di kelas (layanan dasar) perlu dialokasikan waktu terpola 1 – 2 jam pelajaran per-kelas per-minggu. Mengenai jadwal kegiatan bimbingan, remaja ini sudah menerima legalitas pemerintah, yaitu dengan terbitnya Peraturan Menteri Diknas No. 22 Tahun 2006. Dalam struktur kurikulum yang termaktub dalam Permen tersebut, tercantum bahan pengembangan diri selama 2 jam/minggu, yang berlaku bagi semua satuan pendidikan dasar dan menengah.
Dalam implementasinya, bahan pengembangan diri dilakukan oleh konselor. Sementara kegiatan pribadi yang dilakukan secara individual dan kelompok sanggup dilakukan di ruang bimbingan, dengan memakai jadwal di luar jam pelajaran. Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak pribadi dengan siswa sanggup dilaksanakan melalui goresan pena (seperti buku-buku, brosur, atau majalah dinding), kunjungan rumah (home visit), konferensi kasus (case conference), dan alih tangan (referal).
8. Anggaran
Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari manajemen bimbingan dan konseling. Perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diharapkan untuk mendukung implementasi program. Anggaran ini harus masuk ke dalam Anggaran dan Belanja Sekolah.
9. Penyiapan Fasilitas
Fasilitas yang diharapkan tersedia di sekolah ialah ruangan daerah bimbingan yang khusus dan teratur, serta perlengkapan lain yang memungkinkan tercapainya proses layanan bimbingan dan konseling yang bermutu. Ruangan hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para siswa yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa senang, kondusif dan nyaman, serta segi lain di ruangan tersebut sanggup dilaksanakan layanan dan kegiatan bimbingan lainnya sesuai dengan asas-asas dan aba-aba etik bimbingan dan konseling.
Terkait dengan akomodasi bimbingan dan konseling, disini sanggup dikemukakan perihal unsur-unsurnya, yaitu :
tempat kegiatan, yang meliputi ruang kerja konselor, ruang layanan konseling dan bimbingan kelompok, ruang tunggu tamu, ruang tenaga administrasi, dan ruang perpustakaan;
instrumen dan kelengkapan administrasi, menyerupai : angket siswa dan orang tua, pedoman wawancara, pedoman observasi, format konseling, format satuan layanan, dan format surat referal;
Buku-buku panduan, buku informasi perihal studi lanjutan atau kursus-kursus, modul bimbingan, atau buku bahan layanan bimbingan, buku acara tahunan, buku acara semesteran, buku kasus, buku harian, buku hasil wawancara, laporan kegiatan layanan, data kehadiran siswa, leger BK, dan buku realisasi kegiatan BK;
perangkat elektronik (seperti komputer, dan tape recorder); dan
filing kabinet (tempat penyimpanan dokumentasi dan data siswa).
Di dalam ruangan itu hendaknya juga sanggup disimpan segenap perangkat instrumen bimbingan dan konseling, himpunan data siswa, dan aneka macam data serta informasi lainnya. Ruangan tersebut hendaknya juga bisa memuat aneka macam penampilan, menyerupai penampilan informasi pendidikan dan jabatan, informasi perihal kegiatan ekstra kurikuler, dan sebagainya. Yang tidak kalah penting ialah, ruangan itu hendaklah nyaman yang menjadikan para pelaksana bimbingan dan konseling betah bekerja. Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi kesuksesan pelayanan yang terselenggara. Sarana yang diharapkan untuk penunjang layanan bimbingan dan konseling yaitu sebagai berikut.
a. Alat pengumpul data, baik tes maupun non-tes. Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes inteligensi, tes talenta khusus, tes talenta sekolah, tes/inventori kepribadian, tes/inventori minat, dan tes prestasi belajar. Alat pengumpul data yang berupa non-tes yaitu: pedoman observasi, catatan anekdot, daftar cek, skala penilaian, alat-alat mekanis, pedoman wawancara, angket, biografi dan autobiografi, dan sosiometri.
b. Alat penyimpan data, khususnya dalam bentuk himpunan data. Alat penyimpan data itu sanggup berbentuk kartu, buku pribadi dan map. Bentuk kartu ini dibentuk sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna tertentu, sehingga gampang untuk disimpan dalam filling cabinet. Untuk menyimpan aneka macam keterangan, informasi atau pun data untuk masing-masing siswa, maka perlu disediakan map pribadi. Mengingat banyak sekali aspek-aspek data siswa yang perlu dan harus dicatat, maka diharapkan adanya suatu alat yang sanggup menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku pribadi.
c. Kelengkapan penunjang teknis, menyerupai data informasi, paket bimbingan, alat bantu bimbingan Perlengkapan administrasi, menyerupai alat tulis menulis, format planning satuan layanan dan kegiatan pendukung serta blanko laporan kegiatan, blanko surat, kartu konsultasi, kartu kasus, blanko konferensi kasus, dan acara surat.
10. Pengendalian
Pengendalian yaitu salah satu aspek penting dalam manajemen acara layanan bimbingan dan konseling. Dalam pengendalian program, koordinator sebagai pemimpin forum atau unit bimbingan dan konseling hendaknya mempunyai sifat sifat kepemimpinan yang baik yang sanggup memungkinkan tercisekolahanya suatu komunikasi yang baik dengan seluruh staf yang ada. Personel-personel yang terlibat di dalam program, hendaknya benar-benar mempunyai tanggung jawab, baik tanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya maupun tanggung jawab terhadap yang lain, serta mempunyai moral yang stabil.
Pengendalian acara bimbingan ialah :
untuk mencipakan suatu koordinasi dan komunikasi dengan seluruh staf bimbingan yang ada,
untuk mendorong staf bimbingan dalam melaksanakan tugas-tugasnya, dan
memungkinkan kelancaran dan efektivitas pelaksanaan acara yang telah direncanakan.
Pengawas sanggup melaksanakan pengawasan dan training : apakah acara bimbingan dan konseling yang disusun dilaksanakan sesuai dengan rancangan program?. Apakah terdapat dokumentasi sebagai indikator pencatatan pelaksanaan program?. Pengawas sanggup berdiskusi dengan konselor program-program mana yang sudah dilaksanakan?, apa kendala yang ditemui pada ketika melaksanakan program?, apakah sanggup diidentifikasi keberhasilan yang dicapai program?, apakah sanggup diperoleh informasi dampak pribadi maupun tidak pribadi pelaksanaan acara terhadap siswa, pendidik maupun institusi pendidikan?. Pengawas juga diharapkan memperlihatkan dorongan dan saran-saran bagaimana program-program yang belum terealisasi sanggup dilakukan. Pengawas harus menyebarkan diskusi bersama pimpinan sekolah dan konselor berkenan dengan sumbangan kebijakan, sarana dan prasara untuk keterlaksanaan program.
Layanan bimbingan dan konseling dilaksanakan di bawah tanggung jawab Kepala Sekolah dan seluruh staf. Koordinator bimbingan dan konseling bertanggung jawab dalam menyelenggarakan bimbingan dan konseling secara operasional. Personel lain yang meliputi Wakil Kepala Sekolah, Guru Pembimbing (konselor), guru bidang studi, dan wali kelas mempunyai kiprah dan kiprah masing-masing dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling. Secara rinci deskripsi kiprah dan tanggung jawab masing-masing personel, serta organisasi bimbingan dan konseling di sekolah sanggup disimak pada artikel Tugas personalia sekolah dalam bimbingan dan konseling