Aplikasi Raport SD dan MI. Raport ialah buku yang berisi keterangan mengenai nilai kepandaian dan prestasi belajar murid di sekolah, yang biasanya digunakan sebagai laporan guru kepada orang bau tanah siswa atau wali murid.
Raport memiliki fungsi yang berbeda-beda, yaitu:
Bagi Siswa : Mengetahui kemajuan hasil berguru diri, konsep-kosep atau teori-teori yang belum dikuasai, Memotivasi diri untuk berguru lebih baik, Memperbaiki seni administrasi belajar
Bagi Orang Tua : Mengetahui perkembangan anaknya sehingga orang tua sanggup membantu anaknya belajar, memotivasi untuk meningkatkan hasil berguru dan melengkapi kemudahan berguru di rumah.
Bagi Guru Mata Pelajaran : Sebagai feedback juga evaluasi digunakan guru untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan siswa dalam satu kelas. Hasil evaluasi harus sanggup mendorong guru biar mengajar lebih baik, dan membantu guru untuk memilih seni administrasi mengajar yang lebih tepat.
Bagi Wali Kelas : Melalui raport wali kelas sanggup mengetahui kekuatan dan kelemahan siswa dalam kelas yang diampunya wali kelas sanggup memilih seni administrasi dalam pengelolaan kelas yang menjadi tanggung jawabnya contohnya dengan menata ulang pengaturan kawasan duduk, pembagian anggota kelompok berguru dan langkah strategis lainnya untuk membantu siswa meningkatkan kompetensi siswa atau membantu mengatasi kesulitan berguru siswa yang lemah.
Revisi Penilaian Kelas Untuk SMP. Assessment is an integral component of any successful teaching effort.. students engage with subject matter based in part on their expectations about how their achievement will be evaluated. [M Lombardi, 2008]. “if you want to change student learning, then change the method of assessment.” [G Brown, et.al., 1997].
Prinsip Penilaian Mengukur capaian kompetensi siswa, Berdasar kriteria (criteria referenced), Berkelanjutan, untuk perbaikan dan peningkatan, Analisa untuk tindak lanjut pembelajaran, Sesuai pengalaman berguru siswa.
Penilaian satuan pendidikan: UTK kelas II, IV, VIII, XI, Ujian Sekolah
Penilaian eksternal (oleh Pemerintah/independent body) : UMTK kelas II, IV, VIII, XI (survey), UN (populasi)
Konsep penilaian
Penilaian dilakukan oleh pendidik baik selama proses pembelajaran (formative assessment) maupun final pembelajaran (summative assessment)
Tujuan penilaian: formatif (membentuk huruf dan perilaku, mengakibatkan pembelajar sepanjang hayat – to drive learning, terampil), diagnostik (melihat perkembangan siswa dan feedback-koreksi pembelajaran), serta mengukur achievement/capaian semoga sanggup dilakukan penilaian hasil pembelajaran
Ranah yang dinilai tidak hanya pengetahuan dan keterampilan, melainkan juga sikap dan sikap (attitude and behavior / penyesuaian dan pembudayaan)
Proses penilaian
lebih sederhana, terjangkau untuk dilakukan, tidak menjadi beban bagi guru/siswa, tetapi tetap mengutamakan prinsip dan kaidah penilaian
Penilaian yang dilakukan tidak hanya “assessment of learning” melainkan juga “assessment for learning” dan “assessment as learning”
Penilaian untuk mengetahui kesulitan berguru siswa sebagai dasar untuk melaksanakan perbaikan
Memungkinkan guru memakai isu kondisi siswa untuk pembelajaran
Formative assessment
Assessment as learning
Fokus pada pemantauan untuk meningkatkan pembelajaran siswa
Memungkinkan siswa untuk bercermin pada capaian dan kemajuan belajarnya sendiri serta menentukan sasaran belajarnya
Summative assessment
Assessment of learning
Menggambarkan capaian yang telah dicapai terhadap pola standar
Membantu guru untuk mengukur capaian siswa terhadap tujuan kompetensi dan standar yang ada
Penyempurnaan pada Penilaian Kelas
Kompetensi Inti
Penilaian Saat Ini
Penyempurnaan
Sikap Spiritual (KI-1) Sikap Sosial (KI-2)
Penilaian dilakukan pada setiap KD dengan memakai banyak sekali teknik (observasi, jurnal, penilaian diri, dan penilaian antar-teman)
KI-1 dan KI-2 tidak dinilai pada setiap KD, dinilai oleh guru berdasar observasi sikap dan sikap siswa sehari-hari dengan tujuan untuk menyebarkan sikap dan huruf (formatif), penilaian untuk laporan ditetapkan dalam rapat dewan guru.
Pengetahuan (KI-3) Keterampilan (KI-4)
Penilaian dilakukan untuk setiap KD dengan banyak sekali teknik: (1) Pengetahuan (Tes Tulis, Tes Lisan, Penugasan) dan (2) Keterampilan (Praktik, Projek, Portofolio). Adanya dikotomi penilaian otentik dan non-otentik
Guru dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan perihal banyak sekali teknik penilaian (beserta kekuatan dan kelemahan masing-masing) Guru diberi kebebasan menentukan teknik penilaian yang sesuai dengan karakteristik KD dan bahan pembelajaran Guru menyusun rencana penilaian yang sinkron dan menyatu dengan RPP Kombinasi banyak sekali teknik dan pendekatan penilaian untuk meningkatkan validitas pengukuran.
Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan isu untuk mengukur pencapaian hasil mencar ilmu akseptor didik meliputi evaluasi otentik, evaluasi diri, evaluasi berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan final semester yang diuraikan sebagai berikut:
1. Penilaian otentik merupakan evaluasi yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai aspek sikap, pengetahuan, keterampilan mulai dari masukan (input ), proses, hingga keluaran ( output) pembelajaran. Penilaian otentik bersifat alami, apa adanya, tidak dalam suasana tertekan.
2. Penilaian diri merupakan evaluasi yang dilakukan sendiri oleh akseptor didik secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan kriteria yang telah ditetapkan.
3. Penilaian berbasis portofolio merupakan evaluasi yang dilaksanakan untuk menilai keseluruhan entitas proses mencar ilmu akseptor didik termasuk penugasan perseorangan dan/atau kelompok di dalam dan/atau di luar kelas dalam kurun waktu tertentu.
4. Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi akseptor didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil mencar ilmu akseptor didik.
5. Ulangan harian merupakan acara yang dilakukan secara periodik untuk menilai kompetensi akseptor didik setelah menuntaskan satu sub-tema. Ulangan harian terintegrasi dengan proses pembelajaran lebih untuk mengukur aspek pengetahuan, dalam bentuk tes tulis, tes lisan, dan penugasan.
6. Ulangan tengah semester merupakan acara yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi akseptor didik setelah melaksanakan 8 – 9 ahad acara pembelajaran.
7. Ulangan final semester merupakan acara yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi akseptor didik di final semester.
Selain penilaian di atas, ada beberapa jenis evaluasi antara lain:
Ujian Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UTK merupakan acara pengukuran yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.
Ujian Mutu Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UMTK merupakan acara pengukuran yang dilakukan oleh pemerintahuntuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UMTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikanKompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.
Penilaian dilakukan secara holistik meliputi aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan untuk setiap jenjang pendidikan, baik selama pembelajaran berlangsung (penilaian proses) maupun setelah pembelajaran usai dilaksanakan (penilaian hasil belajar). Pada jenjang pendidikan dasar, proporsi pelatihan huruf lebih diutamakan dari pada proporsi pelatihan akademik.
Penilaian di SD dilakukan dalam aneka macam teknik untuk semua kompetensi dasar yang dikategorikan dalam tiga aspek, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
1. Sikap a. Contoh muatan KI-1 (sikap spiritual) antara lain:
Ketaatan beribadah
Berperilaku syukur
Berdoa sebelum dan setelah melaksanakan kegiatan
Toleransi dalam beribadah
b. Contoh muatan KI-2 (sikap sosial) antara lain:
Jujur
Disiplin
Tanggung jawab
Santun
Peduli
Percaya diri
Bisa ditambahkan lagi sikap-sikap yang lain sesuai kompetensi dalam pembelajaran, misal : kerja sama, ketelitian, ketekunan, dll..
Penilaian apek sikap dilakukan melalui observasi, evaluasi diri, evaluasi antarteman, dan jurnal.
Observasi
Merupakan teknik evaluasi yang dilakukan secara berkesinambungan dengan memakai indera, baik secara pribadi maupun tidak pribadi dengan memakai format observasi yang berisi sejumlah indikator sikap yang diamati. Hal ini dilakukan dikala pembelajaran maupun diluar pembelajaran.
Penilaian Diri
Merupakan teknik evaluasi dengan cara meminta akseptor didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang dipakai berupa lembar evaluasi diri.
Penilaian Antarteman
Merupakan teknik evaluasi dengan cara meminta akseptor didik untuk saling menilai terkait dengan sikap dan sikap keseharian akseptor didik. Instrumen yang dipakai berupa lembar evaluasi antarpeserta didik.
Jurnal Catatan Guru
Merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi isu hasil pengamatan wacana kekuatan dan kelemahan akseptor didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Jurnal bisa dikatakan sebagai catatan yang berkesinambungan dari hasil observasi.
2. Pengetahuan Aspek Pengetahuan sanggup dinilai dengan cara berikut:
Tes tulis
Tes tulis ialah tes yang soal dan jawabannya tertulis berupa pilihan ganda, isian, Benar-salah, menjodohkan, dan uraian.
Tes Lisan
Tes verbal berupa pertanyaan- pertanyaan yang diberikan guru secara ucap (oral) sehingga akseptor didik merespon pertanyaan tersebut secara ucap juga, sehingga menjadikan keberanian. Jawaban sanggup berupa kata, frase, kalimat maupun faragraf yang diucapkan.
Penugasan
Penugasan ialah evaluasi yang dilakukan oleh pendidik yang sanggup berupa pekerjaan rumah baik secara individu ataupun kelompok sesuai dengan karakteristik tugasnya.
3. Keterampilan Aspek keterampilan sanggup dinilai dengan cara berikut:
Kinerja atau Performance
ialah suatu evaluasi yang meminta siswa untuk melaksanakan suatu kiprah pada situasi yang sebetulnya yang mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Misalnya kiprah memainkan alat musik, memakai mikroskop, menyanyi, bermain peran, menari. Contoh evaluasi tes performance atau kinerja akan diberikan pada pecahan Implementasi pada pecahan selanjutnya.
Projek
Penilaian Projek merupakan evaluasi terhadap kiprah yang mengandung pemeriksaan dan harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan, pelaporan. Projek juga akan menunjukkan isu wacana pemahaman dan pengetahuan siswa pada pembelajaran tertentu, kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pengetahuan, dan kemampuan siswa untuk mengomunikasikan informasi.
Penilaian projek sangat dianjurkan alasannya ialah membantu membuatkan ketrampilan berpikir tinggi (berpikir kritis, pemecahan masalah, berpikir kreatif) akseptor didik . contohnya menciptakan laporan pemanfaatan energy di dalam kehidupan, menciptakan laporan hasil pengamatan pertumbuhan tanaman.
Portofolio
Penilaian dengan memanfaatkan Portofolio merupakan evaluasi melalui sekumpulan karya akseptor didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang dilakukan selama kurun waktu tertentu. Portofolio dipakai oleh guru dan akseptor didik untuk memantau secara terus menerus perkembangan pengetahuan dan keterampilan akseptor didik dalam bidang tertentu. Dengan demikian evaluasi portofolio menunjukkan citra secara menyeluruh wacana proses & pencapaian hasil mencar ilmu akseptor didik.
Portofolio merupakan pecahan terpadu dari pembelajaran sehingga guru mengetahui sedini mungkin kekuatan dan kelemahan akseptor didik dalam menguasai kompetensi pada suatu tema.Misalnya kompetensi pada tema “selalu berhemat energy”.Contoh kompetensi menciptakan laporan hasil percobaan. Kemampuan menciptakan laporan hasil percobaan tentu tidak seketika dikuasai akseptor didik, tetapi membutuhkan proses panjang, dimulai dari penulisan draf, perbaikan draf, hingga laporan final yang siap disajikan. Selama proses ini diharapkan bimbingan guru melalui catatan-catatan wacana karya akseptor didik sebagai masukan perbaikan lebih lanjut.
Kumpulan karya anak semenjak draf hingga laporan final berserta catatan-catatan sebagai masukan guru inilah, yang menjadi potofolio.
Di samping memuat karya-karya anak beserta catatan guru, terkait kompetensi menciptakan laporan hasil percobaan tersebut di atas, portofolio juga bisa memuat catatan hasil evaluasi diri dan sobat sejawat wacana kompetensi yang sama serta sikap dan sikap sehari hari akseptor didik yang bersangkutan.
Agar penilaian portofolio berjalan efektif guru beserta akseptor didik perlu menentuan hal-hal yang harus dilakukan dalam memakai portofolio Sebagai berikut:
masing-masing akseptor didik mempunyai porto folio sendiri yang di dalamnya memuat hasil mencar ilmu siswa setiap muatan pelajaran atau setiap kompetensi.
menentukan hasil kerja apa yang perlu dikumpulan/disimpan.
sewaktu waktu akseptor didik diharuskan membaca catatan guru yang berisi komentar, masukkan dan tindakan lebih lanjut yang harus dilakukan akseptor didik dalam rangka memperbaiki hasil kerja dan sikap.
peserta didik dengan kesadaran sendiri menindaklanjuti catatan guru.
catatan guru dan perbaikan hasil kerja yang dilakukan akseptor didik perlu diberi tanggal, sehingga perkembangan kemajuan mencar ilmu akseptor didik sanggup terlihat.
Bagi sekolah, hasil penilaian prestasi kerja sangat penting dalam rangka pelatihan dan pengembangan karier, antara lain untuk mengidentifikasi kebutuhan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan, promosi, dan banyak sekali aspek lain dari keseluruhan proses administrasi sumber daya insan secara efektif dan efisien.
Oleh sebab itu, hasil penilaian prestasi kerja sanggup menunjukkan apakah guru, kepala sekolah, dan guru diberi kiprah komplemen sudah memenuhi sasaran atau sasaran yang telah direncanakan baik secara kualitas, kuantitas, waktu, dan/atau biaya serta menunjukkan sikap kerja dalam pelaksanaan tugasnya.
Tujuan Penilaian Prestasi Kerja
Penilaian prestasi kerja ini bertujuan untuk menjamin obyektivitas pelatihan yang dilakukan menurut sistem prestasi kerja yang berdampak pada peningkatan karir dalam jabatan dan kepangkatan.
Manfaat Penilaian Prestasi Kerja
Penilaian prestasi kerja merupakan hasil penilaian kinerja dalam jangka waktu tertentu dan sebagai alat kendali biar setiap kegiatan pelaksanaan kiprah pokok selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam renstra dan planning kerja tahunan sekolah. Penilaian prestasi kerja dilaksanakan oleh pejabat penilai sekali dalam satu tahun yang dilakukan untuk menilai prestasi kerja dari bulan Januari hingga dengan Desember.
Hasil penilaian prestasi kerja dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan penetapan keputusan kebijakan pelatihan prestasi dan karier, yang berkaitan dengan bidang-bidang sebagai berikut.
Bidang Pekerjaan Sebagai dasar pertimbangan dalam kebijakan perencanaan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, serta kegiatan perancangan pekerjaan dalam organisasi.
Bidang Pengangkatan dan Penempatan Sebagai dasar pertimbangan dalam proses rekrutmen, seleksi dan penempatan serta penugasan sesuai dengan kompetensi dan prestasi kerjanya.
Bidang Pengembangan Sebagai dasar pertimbangan pengembangan karier dan pengembangan kemampuan serta keterampilan yang berkaitan dengan referensi karier dan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan.
Bidang Penghargaan Sebagai dasar pertimbangan dukungan penghargaan dengan berbasis prestasi kerja menyerupai kenaikan pangkat, kenaikan gaji, promosi, atau kompensasi dan lain-lain.
Bidang Disiplin Sebagai dasar peningkatan kinerja dan kewajiban sebagai pegawai dalam mematuhi peraturan perundang-undangan perihal disiplin PNS
Penilaian prestasi kerja dilakukan menurut prinsip-prinsip sebagai berikut:
Obyektif Penilaian Prestasi Kerja harus sesuai dengan keadaan yang bekerjsama tanpa dipengaruhi oleh pandangan atau penilaian subyektif langsung dari pejabat penilai terhadap guru, kepala sekolah, dan guru yang diberi kiprah komplemen yang dinilai.
Terukur penilaian prestasi kerja harus sanggup diukur secara kuantitatif dan kualitatif sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
Akuntabel seluruh hasil penilaian prestasi kerja harus sanggup dipertanggung- jawabkan kepada pejabat yang berwenang.
Partisipatif seluruh proses penilaian prestasi kerja harus melibatkan secara aktif antara pejabat penilai dengan guru, kepala sekolah, dan guru yang diberi kiprah komplemen yang dinilai melalui proses diskusi untuk mencapai janji antara pejabat penilai dengan PNS yang dinilai.
Transparan seluruh proses dan hasil penilaian prestasi kerja terbuka dan tidak bersifat rahasia.
Tepat Waktu kegiatan diimplementasikan segera sesudah SKP ditandatangani sesuai dengan planning yang telah ditetapkan.
Pengembangan kegiatan yang dituangkan dalam SKP merupakan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja kini dan yang akan datang, bukan hanya untuk mengukur kinerja yang telah berlalu.
Kali ini saya bagikan Model raport kurikulum 2013 untuk sd smp sma smk. Ini hanya teladan saja, selebihnya silahkan sesuaikan dengan kondisi di sekolah masing-masing. Dan untuk tingkat RA Taman Kanak-kanak PAUD, saya sudah buat file raport RA TK di artikel tersebut.
Aplikasi Cetak Rekap Nilai Siswa UTS UAS dan Raport. Aplikasi ini mempunyai kegunaan bagi guru kelas / wali kelas untuk me-rekap semua nilai siswa SD / MI, kelas 1 2 3 4 5 dan 6 semua mata pelajaran, baik itu nilai UTS, UAS, atau Raport.
Isi Aplikasi Cetak Rekap Nilai Siswa UTS UAS dan Raport ini sebagai berikut:
Contoh Format Rekap Nilai Ujian Nasional. Format Rekapitulasi Nilai Ujian Sekolah dan Nilai Ujian Nasional ini merupakan kumpulan hasil nilai ujian siswa baik ujian nasional atau ujian sekolah / madrasah yang dipakai sebagai referensi / pedoman pada waktu pengisian nilai ijazah / SKHU.
Contoh Format Rekapitulasi Nilai Ujian Sekolah dan Nilai Ujian Nasional ini juga dapat dipakai sebagai rekapitulasi nilai ujian semester. Karena kolom mata pelajaran hanya 3 maka harus menambah kolom untuk semua mata pelajaran termasuk muatan lokal (mulok).
Anda dapat nonton preview dibawah ini:
Dan untuk selanjutnya silahkan anda unduh pada link dibawah ini:
Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 Kelas 1 dan Kelas 4 Revisi 2016 format excel ini akan mempermudah para guru / pendidik dalam melaksanakan evaluasi terhadap siswa. Karena aplikasi ini lengkap dengan data siswa, biodata diri, ketidakhadiran siswa, prestasi, ekstra kurikuler, raport, lengkap dengan panilaian pengetahuan (K3) dan keterampilan (K4), K-1 PAI dan tematik, K-2 PAI dan tematik, dan lain-lain.
Penilaian hasil berguru dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, pemerintah/lembaga mandiri. Penilaian hasil berguru dilakukan dalam bentuk evaluasi otentik, evaluasi diri, evaluasi proyek, UH, UTS, UAS, UTK, UMTK, US dan UN.
Pelaksanaan dan pelaporan oleh pendidik berupa : a. nilai/diskripsi pencapaian kompetensi (pengetahuan/ketrampilan) b. Deskripsi perilaku (kompetensi perilaku spiritual dan perilaku soaial ) Pelaksanaan dan pelaporan satuan pendidikan : dimulai darimenentukan kriteria minimal tingkat pencapaian kompetensi tiap mapel hingga dengan terbit ijazah.
Ruang Lingkup Penilaian yang mencakup : Kompetensi sikap, pengetahuan dan ketrampilan Teknik dan Instrumen Penilaian
Demikian dari wacana Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 SD MI Kelas 1 dan Kelas 4 Revisi 2016 format excel, agar dapat membantu anda sahabat guru / pendidik. Untuk lebih kelasnya silahkan unduh pada link dibawah ini:
Contoh Format Laporan Pencapaian Perkembangan Anak (LPPA) PAUD Taman Kanak-kanak RA Kurikulum 2013 ini berupa catatan seluruh kemajuan pertumbuhan fisik anak mencakup berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, panca indera, kesehatan secara umum, dll. Juga mengenai seluruh kemajuan perkembangan anak menurut kompetensi yang dicapai anak mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Diawali dengan menguraikan kekuatan penerima didik dengan cara yang unik dan bermakna yang sanggup menjadi bab dari gambaran diri penerima didik serta menghindari pernyataan yang bersifat negatif.
Contoh pernyataan positif
anak unggul dalam...
menunjukkan inisiatif dalam hal ...
dapat berhubungan ...
bangga dengan karyanya ...
mau mendengarkan ...
dapat memberikan ide/gagasan ...
bekerja dengan rapi ...
menunjukkan pekerjaan dengan tuntas ...
memahami dengan cepat ...
sangat disukai oleh teman-teman ...
Contoh pernyataan yang harus dihindari misalnya:
anak tidak pernah ...
anak tidak akan ...
anak tidak sanggup ...
anak akan selalu ...
Untuk menghindari kesan negatif dalam mengomentari kelemahan anak sanggup memakai bahasa yang positif misalnya:
anak lebih menyukai...
anak ramah dan lebih disukai
anak akan sanggup manfaat dari berlatih...
anak memberikan peningkatan dalam ...
Beberapa pola kalimat yang sanggup mendorong
anak telah membuatkan perilaku positif terhadap ...
anak telah maju dalam ...
anak telah memberikan cita-cita untuk ...
anak telah memberikan kemajuan dalam ...
anak telah memberikan peningkatan yang konkret ...
anak telah memberikan keterampilan sosial ...
anak telah memberikan antusias untuk ...
anak bahagia berguru untuk ...
anak menjadi berdikari ...
anak sedang membuatkan keterampilan konsentrasi ...
anak mulai mendapat kepercayaan diri ...
anak menjadi pendengar yang baik ...
anak sedang membuatkan cara yang lebih positif untuk berinteraksi dengan orang lain ...
anak bersifat kooperatif dikala bekerja dalam kelompok ...
Kalimat di atas merupakan pola yang sanggup dipakai dalam menciptakan deskripsi pertumbuhan dan perkembangan penerima didik di LPPA. Format dan muatan khusus (keagamaan, kesenian, budaya, bahasa daerah) LPPA sanggup dikembangkan sesuai dengan kondisi daerah, satuan PAUD/lembaga PAUD, penerima didik.
Selengkapnya sanggup anda download pada link dibawah ini:
Aplikasi Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Format Excel Terbaru akan memperlihatkan tanggapan cara cepat untuk mengoreksi tanggapan dari soal UAS, UTS atau ulangan harian yang diberikan guru pada penerima didik baik dalam soal pilihan ganda. aplikasi analisis ini juga membantu memetakan kualitas soal dalam skala kerumitan atau sebaliknya soal terlalu gampang dan ini tentu mengakibatkan opsi apakah harus remedial atau mungkin mengakibatkan hasil nilai yang didapat untuk dijadikan pengayaaan.
Sekarang ini dunia pendidikan tidak hanya fokus pada pendidikan saja. Misalnya seorang guru tidak hanya mengajar saja, tapi dituntuk untuk sanggup memanfaatkan teknologi yang ada guna memudahkan pelaksanaan berguru mengajar di sekolah / madrasah. Maka dengan adanya akomodasi Aplikasi Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Format Excel Terbaru ini sanggup menambah semangat para sobat guru dalam melaksanakan koreksi soal.
Itulah dari ihwal artikel membuatkan Aplikasi Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Format Excel Terbaru. Selanjutnya silahkan anda download pada link dibawah ini, dan biar sanggup membantu...
Aplikasi Raport MI Terbaru Versi Kemenag Jatim untuk semua kelas semester ganjil dan genap.. Jika sebelumnya dominan madrasah memakai raport manual, dikala ini kementerian agama jawa timur (kemenag jatim) mulai memberlakukan penggunaan aplikasi raport yang memuat nilai berupa angka dan deskripsi sebab dikala ini madrasah masih memakai kurikulum ktsp untuk mapel umum, sedangkan mapel agama sudah memakai kurikulum 2013.
Dengan kata lain bahwa dikala ini madrasah dibawah naungan kementerian agama memakai kurikulum adonan alias gado-gado (hehe... kayak blog saja). Karena itulah kemenag jatim merilis penggunaan aplikasi raport yang sudah di set sesuai dengan struktur kurikulum madrasah.
Aplikasi ini memuat: Input Data Guru Input Data Base siswa Input Daftar Nilai mencakup semua Mata Pelajaran Input Nilai Ekstra Kurikuler yang diikuti siswa Input Nilai tiap-tiap Mata Pelajaran yang mencakup :
Penilaian Harian (PH)
Penilaian Tengah Semester (PTS)
Penilaian Akhir Semester (PAS)
Hasil Yang akan dicetak
Data identitas penerima didik
RAPOR
Leger
Buku Induk Peserta Didik
Catatan : Ukuran Kertas Yang dipakai untuk mencetak yakni A4 =21 cm x 29,7 cm
Jika sebelumnya setiap selesai ulangan tamat semester (uas) mengisi raport secara manual (tulisan tangan) dengan raport berbentuk buku, maka akan berubah drastis memakai aplikasi yang lebih gampang sebab sesudah mengisi nilai, jumlah dan rata-rata kelas akan terisi otomatis tanpa hitung manual lagi, namun akan menambah kerjaan si admin madrasah bila si wali kelas tidak dapat IT.
Iya sudah ya... mau tidur dulu supaya besok dapat berdiri shalat shubuh. Ups... hampir lupa dengan judul postingan ini wacana Aplikasi Raport MI Terbaru Versi Kemenag Jatim, silahkan di download pada link dibawah ini:
Aplikasi Raport MI Kurikulum 2013 Terbaru Revisi 2016 kelas 1 2 3 4 5 6 semester ganjil dan genap (1 dan 2) ini merupakan aplikasi raport terbaru 2016 untuk madrasah ibtidaiyah (MI) yang akan mempermudah menginput nilai tidak perlu lagi memakai cara manual (tulis) yang masih harus menghitung manual juga jumlah, rata-rata siswa dan kelas.
Aplikasi rapor ini dilengkapi dengan petunjuk penggunaan / pengisian dan mencetak hasil evaluasi yang akan sangat memudahkan anda. Selain itu aplikasi rapor ini juga mempunyai fitur lengkap berikut ini:
Aplikasi Pengolah Nilai Siswa Madrasah Aliyah Kurikulum 2013 ini akan sangat memudahkan para guru mapel atau guru kelas untuk mengolah nilai siswa / penerima latih yang sudah sesuai dengan juknis evaluasi yang tertuang dalam kurikulum 2013. Aplikasi ini dilengkapi dengan petunjuk penggunaan dan berbasis file format microsoft office excel sehingga sangat gampang penggunaannya.
Selain itu, aplikasi ini juga dilengkapi dengan beberapa fitur berikut ini:
identitas guru
identitas madrasah
identitas KI-KD
data penerima didik
penilaian aspek spiritual (KI-1)
penilaian aspek sosial (KI-2)
penilaian aspek pengetahuan (KI-3)
penilaian aspek keterampilan (KI-4)
rekap nilai akhir
tebel predikat
petunjuk penggunaan
Selengkapnya dapat anda download pada link dibawah ini:
Pedoman Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pola pelaksanaan kurikulum PAUD 2013 sesuai den gan teori, fi losofi , dan landasan pengembangan kurikulum tersebut yang disertai dengan contoh-contoh penerapannya. Pedoman disusun secara sederhana, menarik, ramah semoga sanggup dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan PAUD yang kondisi dan potensinya beragam, serta sanggup dijadikan tumpuan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Pedoman implementasi Kurikulum 2013 PAUD ini merupakan contoh yang memungkinkan pembiasaan lebih lanjut degan kondisi, potensi, dan budaya setempat. Hal penting dalam Kurikulum 2013 PAUD yakni keterbukaan dalam mendapatkan perubahan, baik perubahan dalam cara berpikir, kebiasaan, sikap, maupun cara kerja. Perubahan tersebut akan berimbas pada perubahan sikap, pengetahuan, dan keterampilan penerima didik. Buku ini sangat lengkap dan komplit alasannya yakni menjelaskan kepada kita semua terkait beberapa hal berikut ini:
Perhatikan prinsip-prinsip dalam melaksanakan penilaian
Lakukan proses pengamatan terhadap anak
Di mana menyimpan semua data/informasi perihal anak?
Bagaimana cara mengolah data/informasi perihal anak?
Langkah-langkah dalam mengolah data
Kompilasi hasil evaluasi data
Mengisi Data ke dalam Penilaian Perkembangan Anak
Bagaimana pelaporan perkembangan anak kepada orang tua?
Etika Pelaporan
Jenis Pelaporan
Waktu Pelaporan
Bentuk Pelaporan Semester
Demikian saja dari perihal Buku Panduan Penilaian Pembelajaran K-13 PAUD RA Taman Kanak-kanak Terbaru berupa format file PDF yang sanggup dengan gampang anda unduh pada link dibwah ini:
Seperti biasa selalu membagikan contoh format banyak sekali macam kebutuhan pendidikan. Kali ini akan membagikan Contoh Format Penilaian Mingguan, bulanan dalam kurikulum 2013 PAUD yang akan sangat membantu pada guru pendidikan usia dini (paud) baik berupa Taman Kanak-kanak atau RA berbentuk format microsoft word dalam melaksanakan evaluasi terhadap akseptor didik masing-masing sebagai kelengkapan dokumen sekolah / guru yang memang dituntut untuk dapat mengelola evaluasi siswa.
File ini berupa microsoft office word 2008 dengan ukuran 46 kb yang sangat ringan ketika mengunduh dengan koneksi pas-pasan, jadi tidak perlu khawatir kehabisan kuota ya.
Terjadi perubahan kebijakan dalam pengembangan kurikulum di Indonesia. Kurikulum yang selama ini diatur terpusat sekarang diserahkan pengembangannya pada madrasah. Sebagaimana diatur dalam PP No.19 tahun 2005 perihal Standar Nasional Pendidikan, Pengembangan kurikulum diserahkan pada tingkat satuan pendidikan. Pemerintah memutuskan Standar Nasional Pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.
Standar nasional pendidikan terdiri atas: Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, dan Standar Penilaian Pendidikan. Empat dari delapan standar nasional pendidikan, yaitu Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Proses, dan Standar Penilaian merupakan pola utama dalam membuatkan KTSP.
Pada dasarnya, KTSP ditetapkan oleh kepala satuan pendidikan sesudah mempertimbangkan masukan dari komite madrasah. Madrasah dan komite madrasah membuatkan KTSP menurut kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan di bawah koordinasi dan supervisi dan kantor Departemen Agama kabupaten/kota. Tim penyusun KTSP terdiri dari guru, pengawas dan kepala madrasah sebagai ketua merangkap anggota.
Di dalam acara penyusunan KTSP melibatkan komite madrasah dan narasumber pihak lain yang terkait, termasuk Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang berperan dalam penyusunan dokumen 2. Selanjutnya Supervisi dilakukan oleh kantor Departemen Agama kabupaten/Kota.
Saya rasa tidak perlu banyak basa-basi alasannya yakni saya yakin anda kesini sedang mencari contoh format evaluasi mingguan dan evaluasi bulanan Dalam Kurikulum 2013 PAUD yang dapat anda download pada link dibawah ini:
Penilaian Hasil Belajar Anak (PAUD) yakni proses pengukuran terhadap hasil dari kegiatan berguru anak. Untuk mengetahui sejauhmana perkembangan anak. Adapun prinsip evaluasi yakni Mendidik, Berkesinambungan, Obyektif, akuntabel, transparan, sistematis, Menyeluruh, dan bermakna.
Penilaian otentik pencakup Penilaian menurut fakta / kondisi kasatmata yang bahwasanya muncul, Dilakukan pada dikala anak terlibat dalam pembelajaran/kegiatan bermain, dan
Dilakukan secara alami dalam kondisi yang direncanakan oleh guru.
Pelaporan Merupakan kegiatan mengkomunikasikan dan menjelaskan hasil evaluasi perihal perkembangan anak sesudah mengikuti layanan/kegiatan pembelajaran di satuan PAUD.
Tata cara penulisan pelaporan
Menggunakan bahasa yang gampang dipahami, kalimat positif, santun dan kalimat thoyibah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.
.Bersumber dari data otentik, tidak mengada ada;
.Menggambarkan kemajuan perkembangan anak yang telah mencapai BSH dan BSB di setiiap indikator pada KD aktivitas pengembangan.
.Memberikan rekomendasi yang sanggup dilakukan orang bau tanah untuk membuatkan kemampuan anak yang indikator perkembangannya masih dalam BB dan MB.
Merupakan alat perekam observasi secara terencana terhadap suatu kejadian atau kejadian penting yang melukiskan sikap anak yang terjadinya tidak umum atau kejadian khusus, yang diuraikan dalam bentuk pernyataan singkat dan obyektif. Baca juga panduan lengkap evaluasi paud tk ra
Karakteristik Catatan Anekdot
Dalam banyak kasus, menggambarkan interaksi antar anak, anak dengan orang dewasa, dan anak dengan
Catatan sederhana wacana sikap tertentu atau tidak biasa
Sebagai hasil dari pengamatan secara langsung
Akurat dan spesifik
Memberikan konteks dari munculnya sikap tersebut.
Tujuan Catatan Anekdot
Catatan anekdot yang dikumpulkan dari waktu ke waktu sanggup memperkuat pemahaman guru terhadap setiap anak sebagai suatu rujukan atau munculnya profil anak.
Catatan anekdot sanggup menangkap kekayaan dan kompleksitas pada dikala anak berinteraksi dengan sesama anak dan dengan material.
Perubahan sikap yang muncul yang dikumpulkan dalam portofolio memperlihatkan anjuran untuk planning pengamatan selanjutnya, planning pembelajaran dan pertemuan orangtua.
Contoh 1 Catatan Anekdot
Nama Anak : Anisa Tanggal / Waktu : 15 Juli 2014 pk.08:45 WIB Tempat : Area Membaca Peristiwa dan Perilaku : Anisa duduk di sebelah Tina di bersahabat meja baca. Tina menyapa Anisa, "Hi, Anisa! Mau baca buku sama saya ?" Anisa berkata bahwa beliau tidak sanggup membaca. Tina menjawab, “Kita lihat gambarnya saja.”
Contoh 2 Catatan Anekdot
Nama Anak : Wisnu Tanggal / Waktu : 1 September 2014 pk 08.15 WIB Tempat : Area Outdoor Peristiwa dan Perilaku : Toni mengambil satu dahan tanaman yang tergeletak di pojok taman. Wisnu mengikuti Toni, dan menarik dahan itu sambil dibawa lari berkeliling taman. Wisnu kemudian menaiki dahan itu sambil bergerak melompat-lompat mengelilingi taman.
Atau anda sanggup menciptakan menyerupai gambar diatas.
Yang perlu diperhatikan dalam menciptakan catatan Anekdot
Berupa catatan wacana apa yang kita LIHAT atau DENGAR bukan asumsi
Catatan sebaiknya akurat, obyektif, dan spesifik (hindari penggunaan kata yang subyektif dan ambigu) /(ketidakjelasan makna/bermakna ganda)
Perlu melihat anak yang berbeda dengan ragam kegiatan. Hindari menulis catatan wacana “hal-hal lucu yang dikatakan anak”.
Ingatlah untuk bertanya kepada diri sendiri, “Apakah saya menulis ini dengan cara yang sama ketika orang lain juga melihatnya ?”
Jangan lupa menuliskan nama anak, daerah dan waktu
Telaah KD dan Indikator yang relevan dengan kejadian tersebut.
Catatan harian ibarat dengan catatan anekdot, tetapi lebih panjang. Pengamat secara obyektif menuliskan segala sesuatu secara naratif. Catatan harian mencatat segala hal yang dilakukan dan diucapkan anak pada ketika anak bermain dalam rentang waktu tertentu (misalnya 15 menit atau 30 menit). Catatan harian secara khusus sanggup membantu guru dalam menganalisa perkembangan keterampilan sosial atau duduk masalah perilaku. Catatan harian juga sanggup difokuskan pada area tertentu contohnya bagaimana seorang anak mencar ilmu menulis / membaca.
Perhatikan bahwa catatan harian Berupa catatan ihwal apa yang kita lihat atau dengar bukan perkiraan atau interpretasi, Obyektif dan Akurat antara lain (perkataan, gerakan tubuh, mulut wajah, hasil yang dibentuk anak). Dan hindari penggunaan kata yang subyektif dan ambigu (ketidakjelasan makna / bermakna ganda), Selalu tuliskan waktu dan kawasan bencana berlangsung, Lakukan secara bergiliran pada bawah umur tertentu berdasarkan kesanggupan guru.
Ciri-ciri evaluasi yang baik
Mengandung pemahaman yang penting ihwal perkembangan anak
Demikian saja dari ihwal Contoh Format Catatan Harian Dalam Penilaian PAUD Taman Kanak-kanak RA Kurikulum 2013 ibarat pada gambar diatas, biar bisa memperlihatkan manfaat untuk anak didik kita generasi penerus bangsa.
Hasil karya ialah hasil kerja anak ajar sehabis melaksanakan suatu kegiatan. Hasil karya dapat berupa pekerjaan tangan, karya seni atau hasil aktivitas anak lain. Penilaian hasil karya anak berupa gambar, karya seni, unjuk kerja, hasil karya, dll. Penilaian hasil karya anak sanggup dilakukan, pada ketika anak melaksanakan kegiatan, atau pada ketika anak telah menuntaskan hasil karyanya.
Rambu-rambu evaluasi hasil karya
Tuliskan waktu (hari, tanggal, bulan dan tahun) pada hasil karya anak
Tuliskan deskripsi singkat wacana karya anak di hasil karya anak atau pada kertas lain
Pilihlah hasil karya anak untuk dimasukkan ke dalam portofolio
Hasil karya anak yang dikumpulkan cukup diambil 1 bulan sekali untuk setiap jenis karya anak.
Sebagai tumpuan format evaluasi hasil karya anak PAUD Taman Kanak-kanak dan RA menyerupai gambar dibawah ini:
Supaya lebih lengkap lagi wacana format banyak sekali macam evaluasi penerima ajar PAUD TA dan RA, anda sanggup mengunduhnya pada link dibawah ini:
Panduan / Pedoman Penilaian SD MI Revisi Kurikulum 2013 Terbaru. Berdasarkan fungsinya, evaluasi sering dibedakan dalam dua kelompok yaitu evaluasi formatif dan sumatif. Penilaian formatif berfungsi untuk memberi umpan balik terhadap kemajuan berguru penerima didik, memperbaiki proses pengajaran atau pembelajaran dalam rangka meningkatkan pemahaman atau prestasi berguru penerima didik. Penilaian sumatif berungsi untuk menilai pencapaian siswa pada suatu periode waktu tertentu. Pada perkembangan terakhir evaluasi dibedakan dalam tiga kelompok, yaitu assessment of learning, assessment for learning, dan assessment as learning.
Sejalan dengan perbedaan fungsi penilaian, metode yang dipakai juga berbeda. Sebagai contoh, pada assessment for learning metode yang dipakai hendaknya yang sanggup memperlihatkan secara terperinci pemahaman atau penguasaan dan kelemahan penerima didik terhadap suatu materi. Karena evaluasi formatif menyatu pada proses pembelajaran dan fokus pada umpan balik bagi pembelajaran. Untuk ini sanggup dipakai aneka macam metode sehingga memberi informasi yang komprehensif dan objektif menyerupai bertanya, percakapan, dan tugas-tugas.
Sementara untuk evaluasi sumatif, sesuai tujuannya, evaluasi dilakukan pada waktu tertentu contohnya tengah semester, selesai semester, kenaikan kelas, dan selesai suatu jenjang pendidikan. Metode atau instrumen yang sanggup dipakai ujian atau tes. Selama ini assessment of learning paling secara umum dikuasai dilakukan oleh pendidik dibandingkan assessment for learning dan assessment as learning. Diharapkan, dikala ini pendidik lebih mengutamakan assessment as learning dan assessment for learning dibandingkan assessment of learning
Teknik Penilaian
a. Penilaian Sikap
Penilaian sikap dimaksudkan sebagai evaluasi terhadap sikap penerima didik dalam proses pembelajaran yang meliputi sikap spiritual dan sosial. Penilaian sikap mempunyai karakteristik yang berbeda dari evaluasi pengetahuan dan keterampilan sehingga teknik evaluasi yang dipakai juga berbeda. Dalam hal ini, evaluasi sikap lebih ditujukan untuk membina sikap dalam rangka pembentukan karakter penerima didik.
Sikap Spiritual; Kompetensi sikap spiritual (KI-1) yang akan diamati ialah menerima, menjalankan, dan menghargai pedoman agama yang dianutnya.
Sikap Sosial; Kompetensi sikap sosial (KI-2) yang akan diamati meliputi sikap antara lain: jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga, dan negara.
b. Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan (KD dari KI-3) dilakukan dengan cara mengukur penguasaan penerima didik yang meliputi dimensi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognisi dalam aneka macam tingkatan proses berpikir.
Prosedur penilaian pengetahuan dimulai dari penyusunan perencanaan, pengembangan instrumen penilaian, pelaksanaan penilaian, pengolahan, dan pelaporan, serta pemanfaatan hasil penilaian. Hasil evaluasi pencapaian pengetahuan dilaporkan dalam bentuk angka, predikat, dan deskripsi. Angka memakai rentang nilai 0 hingga dengan 100. Predikat disajikan dalam karakter A, B, C, dan D. Rentang predikat (interval) ini ditentukan oleh Satuan Pendidikan dengan mempertimbangkan KKM.
Deskripsi dibentuk dengan memakai kalimat yang bersifat memotivasi dengan pilihan kata/frasa yang bernada positif. Teknik evaluasi pengetahuan memakai tes tertulis, lisan, dan penugasan.
1. Tes Tertulis
Tes tertulis ialah tes yang soal dan jawabannya secara tertulis, antara lain berupa pilihan ganda, isian, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen tes tertulis dikembangkan dengan mengikuti langkah-langkah:
Melakukan analisis
Menyusun kisi-kisi soal sesuai dengan KD.
Menulis soal menurut kisi-kisi dan mengacu pada kaidah-kaidah penulisan soal.
Menyusun pedoman penskoran.
Melakukan penskoran menurut pedoman penskoran.
2. Tes Lisan
Tes mulut berupa pertanyaan-pertanyaan, perintah, kuis yang diberikan pendidik secara mulut dan penerima didik merespon pertanyaan tersebut secara lisan. Tes mulut bertujuan menumbuhkan sikap berani berpendapat, mengecek penguasaan pengetahuan untuk perbaikan pembelajaran, percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi secara efektif. Langkah-langkah pelaksanaan tes mulut sebagai berikut:
Melakukan analisis KD.
Menyusun kisi-kisi soal sesuai dengan KD.
Membuat pertanyaan atau
Menyusun pedoman penilaian
Memberikan tindak lanjut hasil tes lisan
3. Penugasan
Penugasan ialah pertolongan kiprah kepada penerima didik untuk mengukur pengetahuan dan memfasilitasi penerima didik memperoleh atau meningkatkan pengetahuan. Tugas sanggup dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai karakteristik tugas. Tugas tersebut sanggup dilakukan di sekolah, di rumah, atau di luar sekolah.
c. Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan (KD dari KI-4) dilakukan dengan teknik penilain kinerja, evaluasi proyek, dan portofolio. Penilaian keterampilan memakai angka dengan rentang skor 0 hingga dengan 100, predikat, dan deskripsi.
Penilaian kinerja (performance assessment) ialah evaluasi yang menuntut penerima didik untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuannya ke dalam aneka macam macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Pada evaluasi kinerja, penekanannya sanggup dilakukan pada proses atau produk.
Penilaian kinerja yang menekankan pada produk disebut evaluasi produk, contohnya poster, puisi, dan kerajinan. Penilaian kinerja yang menekankan pada proses disebut evaluasi praktik, contohnya bermain sepak bola, memainkan alat musik, menyanyi, melaksanakan pengamatan memakai mikroskop, menari, bermain peran, dan membaca puisi.
2) Penilaian Proyek
Penilaian proyek merupakan aktivitas evaluasi terhadap suatu kiprah yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa rangkaian aktivitas mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengolahan data, dan pelaporan.
Pada evaluasi proyek ada 4 (empat) hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu:
Kemampuan pengelolaan; Kemampuan penerima didik dalam menentukan topik, mencari informasi, mengelola waktu pengumpulan data, dan penulisan laporan yang dilaksanakan secara kelompok.
Relevansi; Kesesuaian kiprah proyek dengan muatan pelajaran.
Keaslian; Proyek yang dilakukan penerima didik harus merupakan hasil karya sendiri di bawah bimbingan pendidik.
Inovasi dan kreativitas; Proyek yang dilakukan penerima didik mengandung unsur-unsur kebaruan atau sesuatu yang berbeda dari biasanya.
3) Penilaian Portofolio
Portofolio merupakan kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya penerima didik dalam bidang tertentu yang mencerminkan perkembangan (reflektif-integratif) dalam kurun waktu tertentu. Pada selesai periode portofolio tersebut dinilai oleh pendidik bahu-membahu dengan penerima didik dan selanjutnya diserahkan kepada pendidik pada kelas berikutnya dan dilaporkan kepada orangtua sebagai bukti autentik perkembangan penerima didik.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan panduan dalam penggunaan evaluasi portofolio di sekolah ialah sebagai berikut:
karya orisinil penerima didik
saling percaya antara pendidik dan penerima didik
kerahasiaan bersama antara pendidik dan penerima didik
milik bersama antara penerima didik dan pendidik
kepuasan pada diri penerima didik
kesesuaian dengan kompetensi dalam kurikulum
penilaian proses dan hasil
penilaian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran.
Bentuk portofolio
File folder yang bisa dipakai untuk menyimpan aneka macam hasil karya terkait dengan produk seni (gambar, kerajinan tangan, dan sebagainya).
Album berisi foto, video, audio.
Stopmap berisi tugas-tugas imla/dikte dan goresan pena (karangan, catatan) dan sebagainya.
Buku siswa yang disusun menurut Kurikulum 2013, juga merupakan portofolio penerima didik SD.
Dalam memakai portofolio, pendidik beserta penerima didik perlu memperhatikan hal-hal berikut:
masing-masing penerima didik mempunyai portofolio sendiri yang di dalamnya memuat hasil berguru penerima didik;
menentukan hasil kerja yang perlu dikumpulkan/disimpan;
sewaktu-waktu penerima didik diharuskan membaca catatan pendidik yang berisi komentar, masukan, dan tindakan lebih lanjut yang harus dilakukan penerima didik dalam rangka memperbaiki hasil kerja dan sikap;
peserta didik dengan kesadaran sendiri menindaklanjuti catatan pendidik;
catatan pendidik dan perbaikan hasil kerja yang dilakukan penerima didik perlu diberi tanggal sehingga perkembangan kemajuan berguru penerima didik sanggup terlihat.
Itulah sedikit ulasan dari perihal Panduan / Pedoman Penilaian SD MI Revisi Kurikulum 2013 Terbaru, untuk selengkapnya bisa anda download file pdf pada link di bawah ini: