Sebelumnya sudah dibagikan kumpulan aplikasi sekolah Gratis, kali ini juga akan membagikan Kumpulan File Lengkap Aplikasi, Perangkat Metode Belajar, BOP PAUD Taman Kanak-kanak RA kepada sahabat semua. Saya kumpulkan dalam satu artikel banyak sekali aplikasi, metode dan perangkat berguru dan pembelajaran anak usia dini, kurikulum PAUD, Taman Kanak-kanak dan RA.
Semuanya mencakup; macam-macam metode dan seni administrasi pembelajaran anak usia dini, teknik pembelajarn PAUD, aplikasi data siswa, penyusunan kurikulum, RPPM/RPPH, promes prota, SPJ BOP, dan masih banyak lagi.
Download File Lengkap Aplikasi, Perangkat dan Metode Belajar, BOP PAUD Taman Kanak-kanak RA
Selengkapnya dapat anda download pada link berikut ini:
Demikian artikel membuatkan dari perihal Kumpulan File Lengkap Aplikasi, Perangkat Metode Belajar, BOP PAUD Taman Kanak-kanak RA. Untuk selengkapnya dapat anda kunjungi halaman ini.
Semoga dapat membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...
Panduan Pendidik PAUD Taman Kanak-kanak RA Dalam Pembelajaran Kurikulum 2013 Terbaru. Anak usia dini merupakan individu yang mempunyai karakteristik yang berbeda satu dengan lainnya. Pada ketika ini sedang mengalami perkembangan otak yang sangat pesat dan dikatakan dengan masa emas (golden ages)sampai 80 %. Masa ini tidak akan terulang lagi. Oleh itu, sebab dukungan rangsangan pendidikan pada usia dini yang sempurna sangat diharapkan untuk memastikan bahwa setiap anak mencapai perkembangan yang optimal sehingga mereka mempunyai landasan yang berpengaruh untuk menempuh pendidikan selanjutnya.
Pendidik PAUD sebagai ujung tombak yang bertanggungjawab dalam pembelajaran diharapkan bisa merancang, melakukan dan mengevaluasi kegiatan yang melibatkan seluruh aspek perkembangan sehingga tercapai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal.
Buku Panduan Ini Digunakan Untuk Memberikan Acuan Bagi Pendidik PAUD dan Pihak Terkait:
Memberikan wawasan bagi pendidik dan atau pengasuh PAUD wacana kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini.
Memberi pola cara menyebarkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini.
Memberi pola dan klarifikasi yang memandu pendidik dan atau pengasuh untuk sanggup melakukan kegiatan pembelajaran di PAUD khususnya usia 5-6 tahun.
Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini merupakan kurikulum yang berbasis kompetensi. Proses pembelajaran yang dilakukan diarahkan untuk tecapainya kompetensi perilaku spiritual, perilaku sosial, pengetahuan dan keterampilan yang melibatkan 6 aspek perkembangan secara terpadu. Kompetensi dibedakan menjadi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar sebagai berikut:
A. Kompetensi Inti
Kompetensi Inti Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini merupakan citra pencapaian Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak pada simpulan layanan PAUD usia 6 (enam) tahun.
Kompetensi Inti mencakup:
Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti perilaku spiritual.
Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti perilaku sosial.
Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
B. Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar merupakan tingkat kemampuan dalam konteks muatan pembelajaran, tema pembelajaran, dan pengalaman berguru yang mengacu pada Kompetensi Inti. Rumusan Kompetensi Dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik dan kemampuan awal anak serta tujuan setiap aktivitas pengembangan. Kompetensi Dasar dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan pengelompokkan kompetensi inti yaitu:
Kelompok 1: kelompok Kompetensi Dasar perilaku spiritual dalam rangka menjabarkan KI-1.
Kelompok 2: kelompok Kompetensi Dasar perilaku sosial dalam rangka menjabarkan KI-2.
Kelompok 3: kelompok Kompetensi Dasar pengetahuan dalam rangka menjabarkan KI-3.
Kelompok 4: kelompok Kompetensi Dasar keterampilan dalam rangka menjabarkan KI-4
C. Yang harus diperhatikan dalam pembelajaran PAUD
Karakteristik cara berguru anak usia
Prinsip-prinsip pembelajaran PAUD
Pendekatan Tematik Terpadu
Pendekatan Saintifik di PAUD
Sumber Belajar
D. Perencanaan pembelajaran PAUD
Alur Perencanaan Pembelajaran
Tahapan Penyusunan Program Pembelajaran PAUD
E. Pelaksanaan pembelajaran
Tahapan Pelaksanaan Pembelajaran
Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran
Puncak Tema
F. Penilaian
Pengertian Penilaian
Tujuan Penilaian
Teknik-teknik Penilaian
Prosedur Penilaian
Pola Penulisan Laporan Pencapaian Perkembangan Anak (LPPA)
Hai sahabat guru yang budiman. Kita tahu bahwa dalam sebuah forum pendidikan tak lepas dari yang namanya penilaian, termasuk juga pendidikan anak usia dini (paud). Hanya saja pada pendidikan anak usia dini menyerupai RA dan Taman Kanak-kanak cara dan teknis pembelajaran sangat berbeda dengan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi, alasannya ialah umur penerima didik berkisar antara 3-6 tahun saja.
Dalam hal ini mendikbud / kemenag mengeluarkan regulasi / juknis yang berkaitan dengan evaluasi supaya pembelajaran pada anak usia dini sesuai dengan abjad anak untuk umur 3-6 tahun. Dan metode / model pembelajaran yang paling terkenal ialah "belajar sambil bermain, bermain seraya belajar". Karena bermain memang dunia anak, mereka tidak dapat di atur harus begini begitu. Namun kita sebagai orang bau tanah / pendidik harus dapat memahami abjad masing-masing anak.
Karena itulah disini kami akan menyimpulkan beberapa artikel / postingn yang telah kemudian wacana banyak sekali macam format dan pedoman yang terkait dengan evaluasi pendidikan pada anak usia dini yang dapat anda download pada link dibawah ini sesuai dengan judulnya masing-masing:
Panduan Penilaian Kurikulum 2013 Terlengkap dan Terbaru cek disini Contoh Format Penilaian Hasil Karya Anak Kurikulum 2013 cek disini Contoh Format Catatan Harian Dalam Penilaian Kurikulum 2013 cek disini Contoh Format Catatan Penilaian Anekdot Kurikulum 2013 cek disini Pedoman Penilaian dan Pelaporan Perkembangan Anak K13 cek disini Contoh Format Penilaian Mingguan dan Bulanan Kurikulum 2013 cek disini Buku Panduan Penilaian Pembelajaran K-13 Terbaru cek disini Format Laporan Pencapaian Perkembangan Anak Kurikulum 2013 cek disini Pendekatan Pembelajaran dan Penilaian Pada cek disini Prinsip Prinsip Penilaian Pembelajaran Anak cek disini Cara Dan Teknik Penilaian Pembelajaran Anak cek disini Tahap Perkembangan Moral Anak Usia Dini Menurut Para Ahli cek disini Karakter dan Faktor Perkembangan Sosial Emosional Pada Anak Usia Dini cek disini Tahapan Perkembangan Kognitif Anak usia Dini Menurut Para Ahli cek disini Contoh Panduan / Pedoman Penilaian Kurikulum 2013 cek disini Contoh Format Penilaian Harian dan Bulanan Kurikulum 2013 cek disini
Demikian dari kami wacana kumpulan format evaluasi pendidikan anak usia dini, semoga dapat memperlihatkan manfaat untuk kita semua utamanya pendidikan belum dewasa Indonesia. Amin ...
Contoh Panduan / Pedoman Teknik Penilaian Hasil Pembelajaran PAUD Kurikulum 2013. Penilaian yakni PROSES mengumpulkan dan menafsirkan aneka macam isu secara sistematis, terukur, berkelanjutan, menyeluruh wacana tumbuh kembang yang telah dicapai penerima didik selama kurun waktu tertentu.
Contoh Panduan / Pedoman Teknik Penilaian Hasil Pembelajaran PAUD Kurikulum 2013 ini sangat penting dimiliki dan di pahami oleh sahabat guru PAUD; baik jenjang RA / Taman Kanak-kanak / KB. Sebagai pedoman evaluasi anak didik di forum / sekolah masing-masing untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
Mengumpulkan isu Melalui observasi, interview anak,orangtua, anggota keluarga lainnya dan guru-guru. Dokumentasi Melalui video, catatan harian, rekaman suara, foto, dll. Menganalisa Menggunakan teori-teori untuk memilih rekaman atau data-data sehingga berkaitan dengan teori.
Mengapa Penilaian?
Mengetahui tumbuh kembang anak selama mengikuti program
Umpan balik untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran
Dasar untuk optimalkan fisik dan psikis dengan memberi kegiatan yang sesuai minat dan kebutuhan anak
Memberi isu kepada orang bau tanah biar bisa menjadi team bagi pendidik dalam melakukan pendidikan di rumah
Ciri-ciri evaluasi yang baik
Mengandung pemahaman yang penting wacana perkembangan anak
Terhubungkan dengan kurikulum
Sesuai dengan sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diukur
Menghargai keberagaman dari kemampuan anak.
Tidak menghabiskan waktu
Download Pedoman Penilaian PAUD Taman Kanak-kanak RA Penilaian dilakukan oleh pendidik dengan memakai Pendekatan Otentik (Authentic Assessment). Pendidik yang memahami perkembangan anak menjadi syarat mutlak untuk sebuah evaluasi yang otentik
Penilaian Otentik berafiliasi dengan kondisi aktual dan dalam konteks yang bermakna. Penilaian Otentik dilakukan pada dikala anak terlibat dalam kegiatan bermain (tugas) secara dapat bangkit diatas kaki sendiri atau bersama anak lain.
Aspek yang dinilai oleh pendidik meliputi semua aktivitas pengembangan yang ada dalam Kompetensi Dasar (KD) yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan anak; baik perilaku religius, sosial, pengetahuan, dan keterampilan.
Pedoman Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pola pelaksanaan kurikulum PAUD 2013 sesuai den gan teori, fi losofi , dan landasan pengembangan kurikulum tersebut yang disertai dengan contoh-contoh penerapannya. Pedoman disusun secara sederhana, menarik, ramah semoga sanggup dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan PAUD yang kondisi dan potensinya beragam, serta sanggup dijadikan tumpuan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Pedoman implementasi Kurikulum 2013 PAUD ini merupakan contoh yang memungkinkan pembiasaan lebih lanjut degan kondisi, potensi, dan budaya setempat. Hal penting dalam Kurikulum 2013 PAUD yakni keterbukaan dalam mendapatkan perubahan, baik perubahan dalam cara berpikir, kebiasaan, sikap, maupun cara kerja. Perubahan tersebut akan berimbas pada perubahan sikap, pengetahuan, dan keterampilan penerima didik. Buku ini sangat lengkap dan komplit alasannya yakni menjelaskan kepada kita semua terkait beberapa hal berikut ini:
Perhatikan prinsip-prinsip dalam melaksanakan penilaian
Lakukan proses pengamatan terhadap anak
Di mana menyimpan semua data/informasi perihal anak?
Bagaimana cara mengolah data/informasi perihal anak?
Langkah-langkah dalam mengolah data
Kompilasi hasil evaluasi data
Mengisi Data ke dalam Penilaian Perkembangan Anak
Bagaimana pelaporan perkembangan anak kepada orang tua?
Etika Pelaporan
Jenis Pelaporan
Waktu Pelaporan
Bentuk Pelaporan Semester
Demikian saja dari perihal Buku Panduan Penilaian Pembelajaran K-13 PAUD RA Taman Kanak-kanak Terbaru berupa format file PDF yang sanggup dengan gampang anda unduh pada link dibwah ini:
Penilaian Hasil Belajar Anak (PAUD) ialah proses pengukuran terhadap hasil dari acara mencar ilmu anak. Untuk mengetahui sejauhmana perkembangan anak menurut keseriusan, ketelitian dalam mengamati, objektivitas, dan kemampuan menganalisis perilaku. Penilaian otentik meliputi; Penilaian menurut fakta / kondisi konkret yang bekerjsama muncul, Dilakukan pada ketika anak terlibat dalam pembelajaran/kegiatan bermain, dan dilakukan secara alami dalam kondisi yang direncanakan oleh guru.
PENILAIAN HARIAN
CEKLIST Memuat indikator pencapaian perkembangan yang sudah ditetapkan di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Bisa berupa BB, MB, BSH, BSB;
BB artinya Belum Berkembang: jikalau anak melakukannya harus dengan bimbingan atau dicontohkan oleh guru;
MB artinya Mulai Berkembang: jikalau anak melakukannya masih harus diingatkan atau dibantu oleh guru;
BSH artinya Berkembang Sesuai Harapan: jikalau anak sudah sanggup melakukannya secara berdikari dan konsisten tanpa harus diingatkan atau dicontohkan oleh guru;
BSB artinya Berkembang Sangat Baik: jikalau anak sudah sanggup melakukannya secara berdikari dan sudah sanggup membantu temannya yang belum mencapai kemampuan sesuai indikator yang diharapkan.
CATATAN ANEKDOT
Catatan seluruh perkembangan anak selama mengikuti acara pembelajaran dari waktu ke waktu
Memungkinkan untuk mengetahui perkembangan anak yang indikatornya tercantum maupun tidak tercantum pada RPPH.
HASIL KARYA
Hasil kerja anak sanggup berupa :
Coretan
Tulisan
Gambar
Lukisan
Bangunan balok
Hasil lipatan
Hasil kolase
Hasil roncean
Dan karya-karya lainnya
Rambu-rambu menciptakan catatan harian anak
Tulis nama dan tanggal hasil karya
Tanyakan kepada anak perihal hasil karya yang dibuatnya tanpa perkiraan guru
Tuliskan semua yang dikatakan oleh anak untuk mengkonfirmasi hasil karya yang dibuatnya semoga tidak salah ketika guru menciptakan interpretasi karya tersebut.
Catatan dan hasil karya anak disimpan dalam portofolio dan akan dianalisa dalam penilaian bulanan. ( cari yg terbaik )
Perhatikan apa yang sudah dibentuk oleh anak dengan teliti, hubungkan dengan indikator pada KD
PORTOFOLIO
Merupakan kumpulan data yang diperoleh dari banyak sekali sumber yang memperlihatkan pencapaian perkembangan anak dari waktu ke waktu.
Berupa hasil karya, foto anak, rekaman suara, video, dan lain-lain.
Setiap anak mempunyai portofolio yang disusun menurut urutan tanggal dan diberi identitasnya (nama, usia, kelompok);
Portofolio sanggup disimpan dalam wadah yang diadaptasi dengan kebutuhan.
Panduan ini sangat lengkap yang bagikan kepada anda para sahabat guru. Meliputi; manfaat evaluasi paud, prinsip penilaian, ruang lingkup penilaian, proses penilaian, pola evaluasi harian dan bulanan, catatan anekdot, hasil karya, evaluasi portofolio, langkah pengolahan data nilai, cara penulisan laporan (raport). Dan semuanya dalam bentuk microsoft office power point yang bisa anda unduh pada link dibawah ini:
Perkembangan ilmu dan teknologi yang demikian cepat menyebabkan persaingan sumber daya insan demikian tajam makin mengukuhkan bahwa pendidikan di masa depan tidak hanya membekali penerima didik dengan pengetahuan dan keterampilan semata, tetapi yang sangat penting ialah pengembangan aksara yang kuat, gigih, dan kreatif. Dalam pola pengembangan sumber daya insan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sangat terang bahwa pendidikan di setiap jenjang menyebarkan kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan dengan komposisi yang berbeda. Semakin awal jenjang pendidikan tersebut semakin besar komposisi pengembangan kompetensi sikap.
Sebagai jenjang pendidikan yang paling dasar, Pendidikan Anak Usia Dini dibutuhkan menjadi fondasi besar lengan berkuasa untuk membentuk sikap dan aksara penerima didik. Implementasinya dalam Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini, membangun aksara anak dilakukan dengan penanaman sikap melalui pengembangan kompetensi sikap. Pengembangan kompetensi sikap bukan hanya sebagai imbas ikutan (nurturan) dari pengembangan pengetahuan dan keterampilan, melainkan komponen yang harus direncanakan secara lebih matang dan mendalam yang dilaksanakan secara terus menerus sehingga membentuk kebiasaan lebih lanjut menjadi sikap yang alhasil menjadi sikap dan aksara baik.
Pengembangan kompetensi sikap memerlukan proses yang konsisten dalam jangka waktu lama. Namun, pelaksanaannya tetap diubahsuaikan dengan cara berguru anak usia dini yang dilaksanakan melalui acara menyenangkan dan bermakna.
Hal terpenting dalam pengembangan kompetensi sikap ialah keteladan dari tim guru yang menjadi model bagi anak didik. Tanpa keteladanan pengembangan sikap baik akan menjadi sia-sia. Mengingat begitu pentingnya penanaman sikap dalam proses penerapan Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini, maka dipandang perlu adanya panduan yang sanggup dijadikan teladan inspiratif bagi para guru dalam menanamkan sikap anak didik di Satuan PAUD masing-masing.
Penanaman sikap pada pendidikan anak usia dini mempunyai tugas yang sangat penting dalam membangun aksara anak semenjak dini melalui adaptasi dan keteladanan. Penanaman sikap ini menjadi prioritas utama dibandingkan dengan pengembangan pengetahuan dan keterampilan. Dalam kurikulum 2013 PAUD pengembangan kompetensi sikap meliputi seluruh aspek perkembangan, artinya sikap berada di aspek nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, sosial–emosional, bahasa, dan seni. Di dalam struktur kurikulum 2013 PAUD pengembangan kompetensi sikap meliputi kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial.
Semua itu akan dijelaskan satu per satu untuk beberapa poin berikut yang terdapat dalam buku pedoman ini:
Penanaman Sikap dalam Kurikulum 2013 PAUD
Kompetensi Sikap dalam Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Kompetensi Sikap Apa Saja dalam Kurikulum 2013 PAUD
Bagaimana Memaknai Setiap KD Sikap
Penanaman Sikap Sejak Usia Dini
Apa Peran Orangtua dalam Menanamkan Sikap
Peran Guru dalam Penanaman Sikap
Penanaman Sikap dalam Rencana Pembelajaran
Bagaimana Perencanaannya
Strategi Penanaman Sikap dalam Kegiatan Pembelajaran PAUD
Bagaimana Pembudayaannya
Bagaimana Penilaian Hasil Penanaman Sikap
Itu saja sih dari ihwal Buku Panduan Penanaman Sikap Peserta Didik PAUD RA Taman Kanak-kanak yang sanggup anda unduh pada link dibawah ini:
Merupakan alat perekam observasi secara terencana terhadap suatu kejadian atau kejadian penting yang melukiskan sikap anak yang terjadinya tidak umum atau kejadian khusus, yang diuraikan dalam bentuk pernyataan singkat dan obyektif. Baca juga panduan lengkap evaluasi paud tk ra
Karakteristik Catatan Anekdot
Dalam banyak kasus, menggambarkan interaksi antar anak, anak dengan orang dewasa, dan anak dengan
Catatan sederhana wacana sikap tertentu atau tidak biasa
Sebagai hasil dari pengamatan secara langsung
Akurat dan spesifik
Memberikan konteks dari munculnya sikap tersebut.
Tujuan Catatan Anekdot
Catatan anekdot yang dikumpulkan dari waktu ke waktu sanggup memperkuat pemahaman guru terhadap setiap anak sebagai suatu rujukan atau munculnya profil anak.
Catatan anekdot sanggup menangkap kekayaan dan kompleksitas pada dikala anak berinteraksi dengan sesama anak dan dengan material.
Perubahan sikap yang muncul yang dikumpulkan dalam portofolio memperlihatkan anjuran untuk planning pengamatan selanjutnya, planning pembelajaran dan pertemuan orangtua.
Contoh 1 Catatan Anekdot
Nama Anak : Anisa Tanggal / Waktu : 15 Juli 2014 pk.08:45 WIB Tempat : Area Membaca Peristiwa dan Perilaku : Anisa duduk di sebelah Tina di bersahabat meja baca. Tina menyapa Anisa, "Hi, Anisa! Mau baca buku sama saya ?" Anisa berkata bahwa beliau tidak sanggup membaca. Tina menjawab, “Kita lihat gambarnya saja.”
Contoh 2 Catatan Anekdot
Nama Anak : Wisnu Tanggal / Waktu : 1 September 2014 pk 08.15 WIB Tempat : Area Outdoor Peristiwa dan Perilaku : Toni mengambil satu dahan tanaman yang tergeletak di pojok taman. Wisnu mengikuti Toni, dan menarik dahan itu sambil dibawa lari berkeliling taman. Wisnu kemudian menaiki dahan itu sambil bergerak melompat-lompat mengelilingi taman.
Atau anda sanggup menciptakan menyerupai gambar diatas.
Yang perlu diperhatikan dalam menciptakan catatan Anekdot
Berupa catatan wacana apa yang kita LIHAT atau DENGAR bukan asumsi
Catatan sebaiknya akurat, obyektif, dan spesifik (hindari penggunaan kata yang subyektif dan ambigu) /(ketidakjelasan makna/bermakna ganda)
Perlu melihat anak yang berbeda dengan ragam kegiatan. Hindari menulis catatan wacana “hal-hal lucu yang dikatakan anak”.
Ingatlah untuk bertanya kepada diri sendiri, “Apakah saya menulis ini dengan cara yang sama ketika orang lain juga melihatnya ?”
Jangan lupa menuliskan nama anak, daerah dan waktu
Telaah KD dan Indikator yang relevan dengan kejadian tersebut.
Kurikulum yaitu seperangkat planning dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang dipakai sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (PP 32/2013 Pasal 1 ayat 16 yang merujuk pada UU 20/2003 Pasal 1 ayat 19)
Struktur Kurikulum 2013 PAUD merupakan pengorganisasian muatan kurikulum, kompetensi inti, kompetensi dasar dan usang belajar
MUATAN KURIKULUM PROGRAM PENGEMBANGAN:
Pengembangan akhlaq sikap sosial emosional dan kemandirian
Kompetensi Inti PAUD Kompetensi Inti PAUD merupakan citra pencapaian Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak pada final layanan PAUD usia 6 (enam) tahun yang dirumuskan secara terpadu dalam bentuk:
Kompetensi Inti Sikap Spiritual (KI-1);
Kompetensi Inti Sikap Sosial (KI-2);
Kompetensi Inti Pengetahuan (KI-3); dan
Kompetensi Inti Keterampilan (KI-4).
Kompetensi dasar
Kompetensi Dasar merupakan tingkat kemampuan dalam konteks muatan pembelajaran, tema pembelajaran, dan pengalaman berguru yang mengacu pada Kompetensi Inti.
Kompetensi Dasar merupakan pembagian terstruktur mengenai dari Kompetensi Inti dan terdiri atas:
Kompetensi Dasar sikap spiritual;
Kompetensi Dasar sikap sosial;
Kompetensi Dasar pengetahuan; dan
Kompetensi Dasar keterampilan.
Kompetensi Dasar dijabarkan lebih lanjut dalam indikator pencapaian perkembangan anak.
Tidak ada indikator khusus untuk KD pada KI 1 dan KI 2
Indikator pencapaian perkembangan anak untuk KD pada KI Sikap Spiritual dan KD pada KI Sikap Sosial tidak dirumuskan secara tersendiri. Pembelajaran untuk mencapai KD-KD ini dilakukan secara tidak langsung, tetapi melalui pembelajaran untuk mencapai KD-KD pada KI Pengetahuan dan KI Keterampilan, serta melalui pembiasaan dan keteladanan. Dengan kata lain, sikap konkret anak akan terbentuk saat beliau mempunyai pengetahuan dan mewujudkan pengetahuan itu dalam bentuk hasil karya dan/atau unjuk kerja. Contoh sikap konkret itu yaitu sikap hidup sehat, jujur, peduli, rasa ingin tahu, kreatif, kritis, percaya diri, disiplin, mandiri, bisa bekerja sama, bisa menyesuaikan diri, dan santun
MUATAN PEMBELAJARAN Muatan pembelajaran yaitu cakupan materi yang ada pada kompetensi dasar sebagai materi yang akan dijadikan kegiatan-kegiatan untuk mencapai kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Perencanaan Program Semester (PROSEM)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)
Perencanaan Program Semester (PROSEM), berisi daftar tema satu semester termasuk alokasi waktu setiap tema dengan menyesuaikan hari efektif kalender pendidikan yang bersifat fleksibel. Perencanaan PROSEM:
membuat daftar tema satu semester
menentukan alokasi waktu untuk setiap tema
menentukan KI dan KD pada setiap tema
memilih, menata dan mengurutkan tema
menjabarkan tema kedalam sub tema dan sanggup dikembangkan lebih rinci lagi menjadi sub-sub tema untuk setiap semester;
mencermati kompetensi dasar yang sesuai dengan sub tema yang akan dikembangkan
RPPM
RPPM disusun untuk pembelajaran selama satu minggu. RPPM sanggup berbentuk jaringan tema atau format lain yang dikembangkan oleh satuan/lembaga PAUD yang berisi projek-projek yang akan dikembangkan menjadi kegiatan pembelajaran.
Pada final satu atau beberapa tema sanggup dilaksanakan kegiatan puncak tema. Puncak tema sanggup berupa kegiatan antara lain menciptakan kue/makanan, makan bersama, pekan raya hasil karya, pertunjukan, panen tanaman, dan kunjungan.
RPPH
RPPH yaitu perencanaan kegiatan harian yang akan dilaksanakan oleh pendidik dan/atau pengasuh pada setiap hari atau sesuai dengan kegiatan lembaga.
Komponen RPPH, antara lain: tema/sub tema/sub-sub tema, kelompok usia, alokasi waktu, kegiatan berguru (pembukaan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup), indikator pencapaian perkembangan, evaluasi perkembangan penerima didik, serta media dan sumber.
Pendekatan tematik terpadu memakai tema yang telah dipilih
Model pengelolaan kelas yang diadaptasi dengan model pembelajaran yang akan digunakan, misalnya:
model pembelajaran kelompok dengan sudut-sudut kegiatan,
model pembelajaran kelompok dengan kegiatan pengaman,
model pembelajaran area, dan
model Pembelajaran sentra
Rangkaian proses pada pendekatan saintifik yaitu: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, mengomunikasikan
Penilaian
Penilaian proses dan hasil berguru PAUD merupakan proses pengumpulan dan mengkaji informasi secara sistematis, terukur, berkelanjutan, serta menyeluruh wacana pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak selama kurun waktu tertentu. Lingkup evaluasi semua aspek perkembangan yang dirumuskan dalam kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Dalam dokumen kurikulum 2013 PAUD menjelaskan beberapa hal, yaitu: karakteristik kurikulum 2013 pendidikan anak usia dini, tujuan kurikulum 2013 pendidikan anak usia dini, struktur kurikulum 2013 paud, muatan kurikulum pendidikan anak usia dini, kompetensi inti dan kompetensi dasar, tabel struktur kegiatan pengembangan dan usang mencar ilmu paud, indikator pencapaian perkembangan anak usia dini lahir-6 tahun.
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pendidikan yang paling mendasar sebab perkembangan anak di masa selanjutnya akan sangat ditentukan oleh banyak sekali stimulasi bermakna yang diberikan semenjak usia dini. Awal kehidupan anak merupakan masa yang paling sempurna dalam memperlihatkan dorongan atau upaya pengembangan semoga anak sanggup berkembang secara optimal.
Pendidikan harus dipersiapkan secara terpola dan bersifat holistik sebagai dasar anak memasuki pendidikan lebih lanjut. Masa usia dini yaitu masa emas perkembangan anak dimana semua aspek perkembangan sanggup dengan gampang distimulasi. Periode emas ini hanya berlangsung satu kali sepanjang rentang kehidupan manusia. Oleh sebab itu, pada masa usia dini perlu dilakukan upaya pengembangan menyeluruh yang melibatkan aspek pengasuhan, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan.
Penelitian memperlihatkan bahwa masa peka mencar ilmu anak dimulai dari anak dalam kandungan hingga 1000 hari pertama kehidupannya. Menurut mahir neurologi, pada dikala lahir otak bayi mengandung 100 hingga 200 milyar neuron atau sel syaraf yang siap melaksanakan sambungan antar sel. Sekitar 50% kapasitas kecerdasan insan telah terjadi ketika usia 4 tahun, 80% telah terjadi ketika berusia 8 tahun, dan mencapai titik kulminasi 100% ketika berusia 8 hingga 18 tahun. Penelitian lain juga memperlihatkan bahwa stimulasi pada usia lahir-3 tahun ini jikalau didasari pada kasih sayang bahkan sanggup merangsang 10 trilyun sel otak.
Namun demikian, dengan satu bentakan saja 1 milyar sel otak akan rusak, sedangkan tindak kekerasan akan memusnahkan 10 miliar sel otak. Salah satu upaya yang sanggup dilakukan dalam rangka pengembangan potensi tersebut yaitu dengan kegiatan pendidikan yang terstruktur. Salah satu komponen untuk pendidikan yang terstruktur yaitu kurikulum.
Referensi: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI
Penilaian Kompetensi Sikap Sikap bermula dari perasaan yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu atau objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap sanggup dibentuk, sehingga terjadi sikap atau tindakan yang diinginkan. Kompetensi sikap yang dimaksud dalam panduan ini yakni ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang dan diwujudkan dalam perilaku.
Penilaian kompetensi sikap dalam pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengukur sikap penerima didik sebagai hasil dari suatu acara pembelajaran. Penilaian sikap juga merupakan aplikasi suatu standar atau sistem pengambilan keputusan terhadap sikap. Kegunaan utama penilaian sikap sebagai bab dari pembelajaran yakni refleksi (cerminan) pemahaman dan kemajuan sikap penerima didik secara individual.
Cakupan Penilaian Pencapaian Kompetensi Sikap
Kurikulum 2013 membagi kompetensi sikap menjadi dua, yaitu sikap spiritual yang terkait dengan pembentukan penerima didik yang beriman dan bertakwa, dan sikap sosial yang terkait dengan pembentukan penerima didik yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. Sikap spiritual sebagai perwujudan dari menguatnya interaksi vertikal dengan Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan sikap sosial sebagai perwujudan eksistensi kesadaran dalam upaya mewujudkan harmoni kehidupan.
Pada jenjang SMP/MTs, kompetensi sikap spiritual mengacu pada KI-1: Menghargai dan menghayati anutan agama yang dianutnya, sedangkan kompetensi sikap sosial mengacu pada KI-2: Menghargai dan menghayati sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
Penilaian Kompetensi Pengetahuan
Penilaian pencapaian kompetensi pengetahuan merupakan bab dari penilaian pendidikan. Dalam lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 66 Tahun 2013 perihal Standar Penilaian Pendidikan dijelaskan bahwa penilaian pendidikan merupakan proses pengumpulan dan pengolahan warta untuk mengukur pencapaian hasil berguru penerima didik yang mencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan simpulan semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah. Penilaian hasil berguru penerima didik meliputi kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga sanggup dipakai untuk memilih posisi relatif setiap penerima didik terhadap standar yang telah ditetapkan.
Adapaun penilaian pengetahuan sanggup diartikan sebagai penilain potensi intelektual yang terdiri dari tahapan mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi (Anderson & Krathwohl, 2001). Seorang pendidik perlu melaksanakan penilaian untuk mengetahui pencapaian kompetensi pengetahuan penerima didik. Penilaian terhadap pengetahuan penerima didik sanggup dilakukan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan. Kegiatan penilaian terhadap pengetahuan tersebut sanggup juga dipakai sebagai pemetaan kesulitan berguru penerima didik dan perbaikan proses pembelajaran. Pedoman penilaian kompetensi pengetahuan ini dikembangkan sebagai acuan teknis bagi pendidik untuk melaksanakan penilaian sebagaimana dikehendaki dalam Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 perihal Standar Penilaian Pendidikan dalam lampirannya menuliskan bahwa untuk semua mata pelajaran di SMP, Kompetensi Inti yang harus dimiliki oleh penerima didik pada ranah pengetahuan yakni memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) menurut rasa ingin tahunya perihal ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait fenomena dan insiden tampak mata.
a.Pengetahuan Faktual
Pengetahuan faktual berisi konvensi (kesepakatan) dari elemen-elemen dasar berupa istilah atau simbol (notasi) dalam rangka memperlancar pembicaraan dalam suatu bidang disiplin ilmu atau mata pelajaran (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001). Pengetahuan faktual meliputi aspek-aspek pengetahuan istilah, pengetahuan khusus dan elemen-elemennya berkenaan dengan pengetahuan perihal peristiwa, lokasi, orang, tanggal, sumber informasi, dan sebagainya. Sebagai teladan dari pengetahuan faktual yakni sebagai berikut:
pengetahuan perihal langit, bumi, dan matahari;
pengetahuan perihal fakta-fakta mengenai kebudayaan dan pranata sosial;
pengetahuan perihal karya tulis ilmiah dalam bentuk buku dan jurnal;
pengetahuan perihal simbol-simbol dalam peta;
pengetahuan perihal matahari yang mengeluarkan sinar panas;
pengetahuan perihal fakta-fakta yang penting dalam bidang kesehatan;
pengetahuan perihal desa dan kota;
pengetahuan perihal bola dan bentuk peralatan olahraga lainnya;
pengetahuan perihal banyak sekali tindakan kriminal di masyarakat;
lambang-lambang dalam matematika
pengetahuan perihal banyak sekali bentuk lukisan yang dipamerkan.
b.Pengetahuan Konseptual
Pengetahuan konseptual memuat pandangan gres (gagasan) dalam suatu disiplin ilmu yang memungkinkan orang untuk mengklasifikasikan sesuatu objek itu teladan atau bukan contoh, juga mengelompokkan (mengkategorikan) banyak sekali objek. Pengetahuan konseptual meliputi prinsip (kaidah), hukum, teorema, atau rumus yang saling berkaitan dan terstruktur dengan baik (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001). Pengetahuan konseptual meliputi pengetahuan penjabaran dan kategori, pengetahuan dasar dan umum, pengetahuan teori, model, dan struktur. Contoh pengembangan konsep yang relevan contohnya sebagai berikut:
pengetahuan perihal teori evolusi dan rotasi bumi;
pengetahuan perihal macam-macam kekerabatan interaksi dan sistem sosial;
pengetahuan perihal struktur kalimat yang benar dan bagian-bagiannya;
pengetahuan perihal fungsi peta dalam geografi;
pengetahuan perihal hukum-hukum fisika dasar;
pengetahuan perihal makanan sehat;
pengetahuan perihal prinsip-prinsip pemerintahan desa;
pengetahuan perihal prinsip-prinsip pertandingan dan perlombaan dalam olahraga;
pengetahuan perihal dasar-dasar pengembangan huruf mulia;
pengetahuan perihal penjumlahan dan pengurangan;
pengetahuan perihal prinsip-prinsip dasar melukis.
c. Pengetahuan Prosedural
Pengetahuan prosedural yakni pengetahuan perihal bagaimana urutan langkah-langkah dalam melaksanakan sesuatu. Pengetahuan prosedural meliputi pengetahuan dari umum ke khusus dan algoritma, pengetahuan metode dan teknik khusus dan pengetahuan kriteria untuk memilih penggunaan mekanisme yang sempurna (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001). Contoh pengetahuan prosedural antara lain sebagai berikut:
pengetahuan perihal mekanisme pemanfaatan panas matahari sebagai sumber tenaga;
pengetahuan perihal mekanisme pendirian organisasi sosial;
pengetahuan perihal mengartikan kata yang didasarkan pada analisis struktur kalimat;
pengetahuan perihal langkah-langkah pembuatan gambar peta;
pengetahuan perihal pola makan yang baik dan sehat;
pengetahuan perihal tata cara pemilihan kepala desa;
pengetahuan perihal langkah-langkah yang benar dalam start pada nomor lari dan nomor jalan;
pengetahuan perihal langkah-langkah pengembangan huruf mulia bagi penerima didik di sekolah;
pengetahuan perihal langkah-langkah penjumlahan bilangan yang terdiri atas tiga angka;
pengetahuan perihal teknik-teknik penerapan dan pembuatan karya lukis memakai cat air di atas kanvas.
Penilaian Kompetensi Keterampilan
Penilaian pencapaian kompetensi keterampilan merupakan penilaian yang dilakukan terhadap penerima didik untuk menilaisejauh mana pencapaian SKL, KI, dan KD khusus dalam dimensi keterampilan. SKL dimensi keterampilan untuk satuan pendidikan tingkat SMP/MTs/SMPLB/Paket B yakni lulusan mempunyai kualifikasi kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah aneh dan konkret sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan sumber lain sejenis (Permendikbud 54 tahun 2013 perihal SKL).SKL ini merupakan tagihan kompetensi minimal sehabis penerima didik menempuh pendidikan selama 3 tahun atau lebih dan dinyatakan lulus.
Cakupan penilaian dimensi keterampilan meliputi keterampilan penerima didik yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori. Keterampilan ini meliputi: keterampilan mencoba, mengolah, menyaji, dan menalar. Dalam ranah konkret keterampilan ini meliputi acara menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat.Sedangkan dalam ranah abstrak, keterampilan ini meliputi acara menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang.
Itulah artikel membuatkan dari perihal Pedoman Penilaian Kompetensi Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan. Dan kalau ingin mempunyai dokument ini, bisa anda download pada link di bawah ini:
Pembelajaran yang baik dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan. Kegiatan pembelajaran dirancang mengikuti prinsip-prinsip pembelajaran, keluasan muatan/materi, pengalaman belajar, daerah dan waktu belajar, alat/sumber belajar, model pembelajaran dan cara penilaian.
Kualitas pembelajaran sanggup diukur dan ditentukan oleh sejauh mana aktivitas pembelajaran sanggup mengubah sikap anak ke arah yang sesuai dengan tujuan kompetensi yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu, Guru PAUD dibutuhkan bisa merancang, mengembangkan, dan melakukan aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan perkembangan anak.
Rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan rancangan bagi guru untuk melakukan aktivitas bermain yang memfasilitasi anak dalam proses belajar. Rencana pelaksanaan pembelajaran dibentuk sebelum aktivitas pembelajaran dilaksanakan. Rencana pembelajaran harus mengacu kepada karakteristik (usia, sosial budaya, dan kebutuhan individual) anak. Rambu-rambu yang harus diperhatikan dalam menyusun planning pelaksanaan pembelajaran bisa anda simak pada artikel berikut: Rambu-rambu penyusunan RPP PAUD
Apa Saja Jenis Perencanaan?
Berdasarkan Permendikbud Nomor 146 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 PAUD, Dokumen KTSP terdiri dari :
Dokumen 1 berisi sekurang-kurangnya: visi, misi, tujuan satuan pendidikan, jadwal pengembangan dan bahan pembelajaran, pengaturan beban belajar, kalender pendidikan dan jadwal tahunan, dan SOP.
Dokumen 2 berisi perencanaan jadwal semester (Prosem), planning pelaksanaan pembelajaran mingguan (RPPM), dan planning pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) yang dilengkapi dengan planning evaluasi perkembangan anak.
Berkaitan dengan kiprah guru sebagai perencana, perencanaan pembelajaran wajib disusun oleh guru secara mandiri, sesuai dengan yang tertuang dalam Dokumen 2. Terdapat tiga jenis perencanaan pembelajaran yang harus disusun dan disiapkan oleh guru sebelum melakukan pembelajaran yaitu:
Program Semester (Prosem)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)
Dalam menyusun ketiga jenis perencanaan di atas, harus mengacu pada muatan pembelajaran yang telah dirumuskan dalam Dokumen 1 (pemetaan bahan pembelajaran menurut jadwal dan kompetensi dasar).
Dalam buku panduan ini akan dijelaskan beberapa poin berikut:
Mengapa Guru Perlu Merencanakan Pembelajaran
Apa yang Dimaksud Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Apa Saja Jenis Perencanaan
Apa dan Bagaimana Penyusunan Program Semester
Langkah-Langkah Penyusunan Program Semester
Contoh Program Pengembangan dan Muatan Pembelajaran
Apa dan Bagaimana Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)
Selengkapnya silahkan unduh file pdf dari wacana Buku Panduan Penyusunan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PAUD Taman Kanak-kanak RA pada link dibawah ini: