Pada update aplikasi tabungan siswa versi 2 rasanya sudah final dengan dengan beberapa penataan sajian pada masing-masing sheet, dan ternyata masih harus revisi lagi sesuai ajakan pengguna. Jika pada versi sebelumnya aplikasi ini aku buat untuk tabungan siswa, maka untuk update kali ini dapat dipakai untuk organisasi sesuai kebutuhan anda masing-masing.
Hal ini berawal dari ajakan pembeli yang ingin dipakai untuk tabungan kurban. Yah memang ketika ini banyak bermunculan program-program gres untuk memudahkan warga sekitar biar dapat mencicil / menabung untuk binatang kurban. Selain itu ada juga tabungan untuk peralatan rumah tangga, tour wali songo / wisata religi dan lain-lain.
Jenis tabungan ibarat ini tentunya ada sasaran nominal yang harus dicapai oleh penabung sesuai dengan harga barang atau jasa yang telah disepakati / ditentukan. Karena itulah aku update lagi ke versi 3.
Perubahan yang paling fundamental untuk update kali ini adalah:
Saya coba menambahkan keterangan status LUNAS / BELUM LUNAS pada sheet rekap akhir. Status LUNAS ini kalau saldo lebih besar atau sama dengan nominal target, kalau tidak maka akan muncul status BELUM LUNAS.
Merubah urutan bulan. Jika sebelumnya dimulai dari bulan juli - juni mengikuti tahun pelajaran pendidikan, kini dimulai dari bulan januari - desember sesuai dengan tahun buku kas.
Menambah kolom nominal sasaran pada sajian identitas (Setiap orang dapat sama atau berbeda).
Menambah baris sampai 3000, dalam hal ini anda dapat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan.
Tampilan juga ikut aku rubah supaya terkesan berbeda dari versi sebelumnya.
Anda dapat custom sesuai kebutuhan.
Perlu diketahui bahwa aplikasi ini berbasis MS Excel bukan aplikasi perbankan / koperasi keuangan.
Berikut ini tampilan setiap fitur aplikasi tabungan versi 3 (halaman beranda ibarat gambar diatas):
Halaman Profil / Identitas
Halaman setoran
Halaman Penarikan
Halaman Rekap Akhir
Harga untuk update kali ini Rp. 200.000 melalui transfer rekening BRI, bagi yang benar-benar berminat silahkan hubungi kami via kontak sajian diatas.
Note: Aplikasi ini aku buat untuk membantu memudahkan pihak terkait ibarat oraganisasi / instansi dan lain-lain, bukan untuk kepentingan komersial. Harap maklum. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Pada panduan supervisi pembelajaran ini akan mengulas tentang: Pengertian Supervisi Pembelajaran, Tujuan, Fungsi dan Manfaat Supervisi, Prinsip-prinsip Supervisi Pembelajaran, Pendekatan Supervisi, Model Supervisi, Teknik Supervisi Pembelajaran, Prosedur Supervisi Pembelajaran, Teknik Peningkatan Kualitas Pembelajaran, Pemantapan Instrumen Supervisi, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Selain itu, panduan ini juga sudah lengkap dengan pola Format penelaahan planning pelaksanaan pembelajaran, Format Pengamatan Praktik Pelaksanaan Pembelajaran, Sistematika pelaporan supervisi, Lembar Instrument Untuk Siswa.
A. Pengertian Supervisi Pembelajaran
Supervisi pembelajaran tidak terlepas dari evaluasi kinerja guru dalam mengelola pembelajaran. Esensi supervisi pembelajaran sama sekali bukan menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran,melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalisme guru dalam pelaksanaan tugasnya.
Aktif, artinya guru dan supervisor harus aktif berpartisipasi;
Humanis, artinya bisa membuat korelasi kemanusiaan yang harmonis, terbuka, jujur, ajeg, sabar, antusias, dan penuh humor;
Berkesinambungan (supervisi pembelajaran dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh Kepala sekolah);
Terpadu, artinya menyatu dengan dengan jadwal pendidikan.
C. Pendekatan Supervisi
Berdasarkan cara bagaimana pengawas dan kepala sekolah bersama guru melaksanakan perbaikan dan siapa yang lebih mayoritas di antara keduanya, maka dibedakan tiga macam pendekatan, yaitu direktif, kolaboratif dan non-direktif.
Pendekatan Direktif: Tanggung jawab lebih banyak pada pengawas dan kepala sekolah.
Pendekatan Kolaboratif: Tanggung Jawab terbagi relatif sama antara supervisor dan guru
Pendekatan Non-Direktif: Tanggung jawab lebih banyak pada guru
Berdasarkan bagaimana cara memahami atau memastikan masalah, darimana datanya diperoleh dan dengan cara apa memperbaikinya, maka dibedakan tiga model supervisi pembelajaran, yaitu model saintifik, model artistik dan model Klinis. Berikut yaitu klarifikasi mengenai ketiga model supervisi pembelajaran tersebut.
1. Model Supervisi Saintifik/Ilmiah
Menurut Sahertian (2008) model supervisi ilmiah yaitu sebuah model supervisi yang dipakai oleh supervisor untuk menjaring data atau gosip dan menilai kinerja kepala sekolah dan guru dengan cara membuatkan angket.
2. Model Supervisi Artistik
Model supervisi artistik menuntut seorang supervisor dalam melaksanakan tugasnya harus berpengetahuan, berketerampilan, dan mempunyai perilaku arif. Seperti diungkapkan oleh Jasmani dan Mustofa (2013; 31) model supervisi artistik mendasarkan diri pada bekerja untuk orang lain (working for the other), bekerja dengan orang lain (working with the other), dan bekerja melalui orang lain (working through the other). Oleh sebab itu, pelaksanaan supervisi tentunya mengandung nilai seni (art)
3. Model Supervisi Klinis
Menurut Acheson dan Gall (1987), supervisi Klinis yaitu sebuah model alternatif dari supervisi yang lebih interaktif, demokratis, dan berpusat pada kebutuhan guru. Supervisi Klinis ini intinya merupakan pembinaan performansi guru mengelola proses berguru mengajar (Cogan, 1973).
Download Panduan Supervisi Pembelajaran SD (SD)
Selengkapnya bisa anda download pada link berikut ini: Download
E. Teknik Supervisi Pembelajaran
Berdasarkan jenis kegiatannya teknik supervisi pembelajaran sanggup dibedapak atas 2 jenis yakni; teknik supervisi individual dan teknik supervisi kelompok, baik di dalam ataupun di luar kelas.
1. Teknik Supervisi Individual
Teknik supervisi individual yaitu supervisi yang diberikan kepada guru tertentu yang mempunyai masalah khusus dan bersifat perorangan. Pengawas dan kepala sekolah hanya berhadapan dengan seorang guru yang dipandang mempunyai masalah tertentu.
Teknik-teknik supervisi individual di antaranya mencakup kunjungan kelas, kunjungan observasi, pertemuan individual, dan kunjungan antar-kelas.
2. Teknik Supervisi Kelompok
Teknik supervisi kelompok yaitu satu cara melaksanakan jadwal supervisi yang ditujukan pada dua orang atau lebih, mempunyai masalah atau kebutuhan atau kelemahan-kelemahan yang sama dikumpulkan menjadi satu/bersama-sama.
Pelaksanaan teknik supervisi kelompok sanggup dilakukan dengan cara pertemuan atau rapat, diskusi kelompok, dan mengadakan pelatihan-pelatihan/workshop atau acara lain yang relevan.
Penilaian merupakan salah satu bab penting dalam pengelolaan pendidikan untuk mendapat gosip perkembangan penerima didik serta pencapaian standar kompetensi lulusan yang telah ditetapkan. Penilaian oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan mencar ilmu penerima didik serta untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Pola evaluasi yang bermutu dibutuhkan sanggup menjadi pemandu pada proses pembelajaran sesuai tuntutan penilaian. Penilaian dengan soal HOTS akan memandu proses pembelajaran dengan memakai strategi, metode dan teknik pembelajaran yang HOTS juga. Dengan demikian evaluasi bukan hanya untuk mengetahui bakteri mencar ilmu tapi juga memperbaiki mutu proses pembelajaran.
Penilaian oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan dan/atau salah satu penentu kelulusan penerima didik. Penilaian oleh pemerintah dan/atau forum berdikari bertujuan untuk pemetaan dan penjaminan mutu pendidikan di suatu satuan pendidikan.
Dengan diterbitkan Petunjuk Teknis Penilaian Hasil Belajar ini, dibutuhkan menjadi salah satu panduan bagi pendidik, satuan pendidikan dan seluruh stakeholder madrasah dalam melakukan evaluasi hasil mencar ilmu di madrasah. Dan dalam panduan ini juga terdapat beberapa rujukan format evaluasi sebagai berikut:
Contoh Rekap nilai Pengetahuan dan Keterampilan
Contoh Interpretasi Hasil Analisis
Contoh hasil rekap evaluasi tematik
Contoh penulisan Kompetensi perilaku pada raport
Contoh perilaku KI-1 dan indikatornya
Contoh perilaku KI-2 dan indikatornya
Contoh Penilaian Produk
Contoh Penilaian Proyek
Contoh Tes Praktik Menghafal surah Al Kautsar
Contoh soal bentuk uraian
Contoh Soal Pilihan Ganda
Contoh Penilaian Antar Teman
Contoh Lembar Penilaian Diri memakai daftar cek (checklist) Pada kegiatan kelompok
Contoh Jurnal Penilaian Sikap Sosial
Contoh Jurnal Penilaian Sikap Spiritual
Contoh format dan pengisian jurnal guru mata pelajaran
Download Petunjuk Teknis (Juknis) Penilaian Hasil Belajar Pada MI MTs
Penilaian otentik (authentic assessment) ialah proses pengumpulan dan pengolahan gosip untuk mengukur pencapaian hasil mencar ilmu penerima didik, yang dilakukan secara komprehensif yang mencakup ranah perilaku spiritual, perilaku sosial, pengetahuan dan keterampilan.
Penilaian otentik mempunyai relevansi berpengaruh terhadap pendekatan ilmiah (scientific approach), alasannya ialah evaluasi ini bisa menggambarkan peningkatan mencar ilmu penerima didik, baik dalam rangka mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasikan dan mengkomunikasikan.
Penilaian otentik merupakan pendekatan dan instrumen evaluasi yang memperlihatkan kesempatan luas kepada penerima didik untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang sudah dimilikinya dalam bentuk tugas-tugas: membaca dan meringkas, eksperimen, mengamati, survei, project, makalah, menciptakan multi media, menciptakan karangan dan diskusi kelas.
Hasil evaluasi otentik sanggup dipakai oleh pendidik untuk merencanakan aktivitas perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), atau pelayanan konseling. Selain itu, hasil evaluasi otentik sanggup dipakai sebagai materi untuk memperbaiki proses pembelajaran yang memenuhi standar evaluasi pendidikan.
Hasil evaluasi pengetahuan dan keterampilan dianalisis untuk memperoleh gosip ihwal pencapaian kompetensi penerima didik. Hasil analisis dipakai untuk mengidentifikasi penerima didik yang sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) KD mata/muatan pelajaran. Bagi penerima didik yang belum mencapai KKM KD, pendidik hams menindaklanjuti dengan remedial, sedangkan bagi penerima didik yang telah mencapai KKM KD, pendidik sanggup memperlihatkan pengayaan.
Inilah 3 Model Supervisi Pendidikan PDF Yang Bisa Anda Lakukan - Berdasarkan bagaimana cara memahami atau memastikan masalah, darimana datanya diperoleh dan dengan cara apa\ memperbaikinya, maka dibedakan tiga model supervisi pembelajaran, yaitu model saintifik, model artistik dan model Klinis. Berikut yaitu klarifikasi mengenai ketiga model supervisi pembelajaran tersebut.
1. Model Supervisi Saintifik / Ilmiah
Menurut Sahertian (2008) model supervisi ilmiah yaitu sebuah model supervisi yang dipakai oleh supervisor untuk menjaring data atau informasi dan menilai kinerja kepala sekolah dan guru dengan cara membuatkan angket. Supervisi yang bersifat ilmiah mempunyai ciri- ciri sebagai berikut:
Dilaksanakan secara berencana dan berkelanjutan.
Sistematis dan memakai mekanisme serta teknik tertentu
Menggunakan instrumen pengumpulan data
Dapat menjaring data yang obyektif
2. Model Supervisi Artistik
Model supervisi artistik menuntut seorang supervisor dalam melakukan tugasnya harus berpengetahuan, berketerampilan, dan mempunyai sikap arif. Seperti diungkapkan oleh Jasmani dan Mustofa (2013; 31) mode l supervisi artistik mendasarkan diri pada bekerja untuk orang lain (working for the other), bekerja dengan orang lain (working with the other), dan bekerja melalui orang lain (working through the other).
Oleh alasannya yaitu itu, pelaksanaan supervisi tentunya mengandung nilai seni (art). Menurut Sergiovanni model supervisi artistik mempunyai beberapa karakteristik, antara lain:
Memerlukan perhatian supaya lebih banyak mendengarkan dari pada berbicara.
Memerlukan tingkat pengetahuan yang cukup.
Mengutamakan sumbangan yang unik dari guru- guru dalam rangka mengembangkan pendidikan bagi generasi muda
Menuntut untuk memberi perhatian lebih banyak terhadap proses kehidupan kelas.
Memerlukan suatu kemampuan berkomunikasi yang baik dalam cara mengungkapkan apa yang dimiliki terhadap orang lain yang sanggup menciptakan orang lain menangkap dengan terang ciri verbal yang diungkapkan itu.
Memerlukan kemampuan untuk menafsirkan makna dari insiden yang diungkapkan
3. Model Supervisi Klinis
Menurut Acheson dan Gall (1987), supervisi Klinis yaitu sebuah model alternatif dari supervisi yang lebih interaktif, demokratis, dan berpusat pada kebutuhan guru. Supervisi Klinis ini intinya merupakan pelatihan performansi guru mengelola proses berguru mengajar (Cogan, 1973).
Karakteristik supervisi Klinis berdasarkan Mulyasa (2004:112) yaitu:
Supervisi diberikan berupa dukungan (bukan perintah) sehingga inisiatif tetap berada di tangan guru
Aspek yang disupervisi berdasarkan ajakan guru, yang dikaji bersama kepala sekolah sebagai supervisor untuk dijadikan kesepakatan.
Instrumen dan metode observasi dikembanganka bersaa oleh guru dan kepala sekolah.
Mendiskusi dan menafsirkan hasil pengamatan dengan mendahulukan interpretasi guru.
Adanya penguatan dan umpan balik d ari kepala sekolah sebagai supervisor teerhadap perubahan sikap guru yang kasatmata sebagai hasil pembinaan.
Supervisi dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan suatu keadaan dan memecahkan suatu masalah.
Tahap - tahap Supervisi Klinis Supervisi Klinis terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap pertemuan awal (Pre -Observational Conference), tahap observasi pembelajaran (Observation) dan tahap pertemuan akhir/ balikan (post- observational Conference). Tahapan ini lebih lanjut akan dijelaskan pada tahap pelaksanaan (lihat gambar diatas).
Download 3 Model Supervisi Pendidikan PDF
Selengkapnya bisa anda download pada link berikut ini: Download
Demikian yang bisa saya bagikan, semoga bisa bermanfaat dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan ke depan.
Berdasarkan jenis kegiatannya teknik supervisi pembelajaran sanggup dibedapakan atas 2 jenis yakni; teknik supervisi individual dan teknik supervisi kelompok, baik di dalam ataupun di luar kelas. Pelaksanaan kedua teknik supervisi tersebut lebih terang sanggup dilihat pada gambar diatas.
1. Teknik Supervisi Individual
Teknik supervisi individual yaitu supervisi yang diberikan kepada guru tertentu yang mempunyai kasus khusus dan bersifat perorangan. Pengawas dan kepala sekolah hanya berhadapan dengan seorang guru yang dipandang mempunyai kasus tertentu.
Teknik -teknik supervisi individual di antaranya mencakup kunjungan kelas, kunjungan observasi, pertemuan individual, dan kunjungan antar -kelas.
Pengawas dan kepala sekolah tiba ke kelas untuk mengobservasi guru mengajar. Dengan kata lain, untuk melihat apa kekurangan atau kelemahan yang sekiranya perlu diperbaiki. Tahap - tahap kunjungan kelas terdiri atas empat tahap, yaitu:
tahap persiapan. Pada tahap ini, pengawas dan kepala sekolah merencanakan waktu, sasaran, dan cara mengobservasi selama kunjungan kelas,
tahap pengamatan selama kunjungan. Pada tahap ini, pengawas dan kepala sekolah mengamati jalannya proses pembelajaran berlangsung,
tahap tamat kunjungan. Pada tahap ini, pengawas dan kepala sekolah bersama guru mengadakan perjanjian untuk membicarakan hasil- hasil observasi, dan tahap tindak lanjut.
b. Kunjungan Observasi ( Observation Visits)
Pada kegiatan supervisi dalam bentuk kunjungan kelas/observasi guru-guru ditugaskan untuk mengamati seorang guru lain yang sedang mendemonstrasikan cara- cara mengajar suatu mata pelajaran tertentu. Kunjungan observasi sanggup dilakukan di sekolah sendiri atau dengan mengadakan kunjungan ke sekolah lain. Secara umum, aspek - aspek yang diobservasi adalah:
Usaha - perjuangan dan kegiatan guru - penerima didik dalam proses pembelajaran,
Cara memakai media pengajaran,
Variasi metode,
Ketepatan penggunaan media dengan materi,
Ketepatan penggunaan metode dengan materi, dan
Reaksi mental para penerima didik dalam proses mencar ilmu mengajar.
Pertemuan Individual
Pertemuan individual yaitu satu pertemuan, percakapan, dialog, dan tukar pikiran antara pengawas dan kepala sekolah dan guru, yang bertujuan untuk :
Mengembangkan perangkat pembelajaran yang lebih baik,
Meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran, dan
Memperbaiki segala kelemahan dan kekurangan diri guru.
Hal yang dilakukan pengawas dan kepala sekolah dalam pertemuan individu:
Berusaha mengembangkan segi-segi konkret guru,
Memotivasi guru mengatasi kesulitan-kesulitannya,
Memberikan pengarahan, dan
Menyepakati aneka macam solusi permasalahan dan menindaklanjutinya.
c. Kunjungan Antar Kelas
Kunjungan antar kelas yaitu seorang guru berkunjung ke kelas yang lain (guru lainnya) di sekolah yang sama. Tujuannya yaitu untuk mengembangkan pengalaman dalam pembelajaran. Cara-cara melakukan kunjungan antar kelas yaitu sebagai berikut:
Jadwal kunjungan harus direncanakan.
Guru-guru yang akan dikunjungi harus diseleksi.
Tentukan guru-guru yang akan mengunjungi.
Sediakan segala akomodasi yang diperlukan.
Pengawas dan kepala sekolah he ndaknya mengikuti acara ini dengan pengamatan yang cermat.
Lakukan tindak lanjut sehabis kunjungan antar kelas selesai, contohnya dalam bentuk percakapan pribadi, penegasan, dan proteksi tugas-tugas tertentu.
Segera aplikasikan ke kelas guru bersangkutan, dengan menyesuaikan pada situasi dan kondisi yang dihadapi.
Adakan perjanjian-perjanjian untuk mengadakan kunjungan antar kelas berikutnya.
2. Teknik Supervisi Kelompok
Teknik supervisi kelompok yaitu satu cara melakukan acara supervisi yang ditujukan pada dua orang atau lebih, mempunyai kasus atau kebutuhan atau kelemahan-kelemahan yang sama dikumpulkan menjadi satu / bersama-sama.
Pelaksanaan teknik supervisi kelompok sanggup dilakukan dengan cara pertemuan atau rapat, diskusi kelompok, dan mengadakan pelatihan-pelatihan / workshop atau kegiatan lain yang relevan.
a. Mengadakan pertemuan atau rapat (meeting)
Seorang pengawas dan kepala sekolah menjalankan tugasnya menurut planning yang telah disusun. Termasuk mengadakan rapat- rapat secara periodik dengan guru-guru. Dalam hal ini rapat-rapat yang diadakan dalam rangka kegiatan supervisi. Rapat tersebut antara lain melibatkan Kelompok Kerja Guru (KKG), dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran / Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGMP/MGBK).
b. Mengadakan diskusi kelompok ( group discussions)
Diskusi kelompok sanggup diadakan dengan membentuk kelompok -kelompok guru bidang studi sejenis. Di dalam setiap diskusi, pengawas dan kepala sekolah memperlihatkan pengarahan, bimbingan, nasehat-nasehat dan saran-saran yang diperlukan.
c. Mengadakan training (inservice - training)
Teknik ini dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan, contohnya training untuk guru mata pelajaran tertentu. Mengingat bahwa training pada umumnya diselenggarakan oleh sentra atau wilayah, maka kiprah pengawas dan kepala sekolah yaitu mengelola dan membimbing implementasi acara tindak lanjut ( follow - up) dari hasil pelatihan.
Pesantren merupakan forum pendidikan keagamaan Islam berbasis masyarakat untuk menghasilkan lulusan yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai aliran agamanya dan/atau menjadi andal ilmu agama. Pesantren dituntut supaya sanggup mengarahkan, membimbing, membina, dan menghasilkan santri yang sanggup menjalankan peranan dirinya sebagai seorang muslim dalam penguasaan aliran agama Islam sebagai pemenuhan kewajiban-individu seorang muslim, dan / atau menghasilkan andal ilmu agama Islam sebagai pemenuhan kewajiban-kolektif umat Islam.
Keberadaan pondok pesantren bertujuan untuk menyebarkan potensi santri supaya memiliki kemampuan, pengetahuan, perilaku dan keterampilan untuk menjadi andal ilmu agama Islam (mutafaqqih fiddin) dan/atau menjadi muslim yang sanggup mengamalkan aliran agama Islam dalam kehidupannya sehari-hari.
Dengan demikian, penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memahami kedudukan pesantren tidak hanya sebagai forum keagamaan dan forum pendidikan keagamaan, namun juga sebagai forum sosial kemasyarakatan. Hal inilah yang menjadi faktor penentu dimana meskipun sudah berumur ratusan tahun, pesantren hingga dikala ini tetap eksis menjadi belahan integral kekuatan bangsa, bahkan semakin kokoh.
Pesantren lahir dan berkembang atas inisiasi dan tugas masyarakat. Ini berarti bahwa pondok pesantren telah menyatu dengan masyarakat. Memisahkan pesantren dengan masyarakat berarti akan menggerus eksistensi pesantren yang selama ini menjadi kekuatan strategis dalam pemberdayaan masyarakat.
Karena itulah, maka pondok pesantren perlu diberikan payung aturan dibawah naungan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama. Sebab ilmu pengetahuan, keterampilan, spriritual dan sosial juga bisa diperoleh di pesantren.
Payung aturan berupa izin operasional dari Kementerian Agama ibarat yang tertuan dalam SK Dirjen Pendis Nomor 3408 Tahun 2018 yang akan memperlihatkan citra seputar penyelenggaraan pondok pesantren meliputi: Ketentuan umum penyelenggaraan pesantren, Penetapan izin operasional pondok pesantren, Pemutakhiran izin operasional pondok pesantren, Ketentuan berlakunya izin operasional pondok pesantren.
Selain itu, juga terdapat contoh-contoh dokumen yang harus di lengkapi adalah:
Contoh surat permohonan izin operasional pondok pesantren
Contoh surat permohonan perpanjangan izin operasional pondok pesantren
Format surat penyataan
Formulir pengajuan izin operasional pondok pesantren
Formulir pengajuan perpanjangan izin operasional pondok pesantren
Instrumen verifikasi dan validasi izin operasional pondok pesantren
Instrumen verifikasi faktual pencabutan izin operasional pondok pesantren
Format keputusan penetapan izin operasional pondok pesantren
Format keputusan pencabutan izin operasional pondok pesantren
Download Petunjuk Teknis Izin Operasional Pondok Pesantren Terbaru
Selengkapnya bisa anda download pada link berikut ini: Download
Demikian yang bisa saya bagikan kepada antum semua, semoga bisa memperlihatkan manfaat untuk kemajuan dan peningkatan pondok pesantren ke dapan. Amin...
RPP Silabus Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan MA Kelas X XI XII Semua Mapel Kurikulum 2013 - Seperti biasa admin blog NomIfrod.com ikut menyebarkan kepada teman guru di pelosok Negeri, menyebarkan perangkat pembelajaran berupa RPP dan Silabus semua mata pelajaran kurikulum 2013 versi Kemendikbud revisi 2018 terbaru.
RPP dan silabus termasuk perangkat pembelajaran yang sangat penting, kalau di ibaratkan insan RPP yakni kakinya. Dengan adanya Silabus dan RPP, maka pelaksanaan acara mencar ilmu mengajar (KBM) di kelas menjadi lebih terarah dan terancana sehingga sanggup memaksimalkan tujuan dari pembelajaran sesuai amanat kurikulum 2013 nasional.
Contoh Silabus dan RPP Sekolah Menengan Atas Kurikulum 2013 Versi Kemdikbud Revisi 2018. Perubahan Kurikulum 2013 tahun 2018 ini sangat penting. Kaprikornus rekan-rekan semua wajib mengetahui apa saja perubahannya.
Untuk mempunyai Silabus dan RPP Sekolah Menengan Atas Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semua Mapel silahkan download link yang kami sediakan di bawah ini:
Download RPP Silabus Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan MA Kelas X XI XII Semua Mapel Kurikulum 2013
Mata Pelajaran terbaru 2018
Download RPP - Silabus Mapel SBK Kurikulum 2013 SMA
Download RPP - Silabus Mapel Prakarya Kurikulum 2013 SMA
Download RPP - Silabus Mapel MTK Kurikulum 2013 SMA
Download RPP - Silabus Mapel Penjaskor Kurikulum 2013 SMA
Download RPP - Silabus Mapel PKn Kurikulum 2013 SMA
Download RPP - Silabus Mapel Sejarah Indonesia Kurikulum 2013 SMA
Download RPP - Silabus Mapel Pend. Agama & Budi Pekerti Kurikulum 2013 SMA
Download RPP - Silabus Mapel B. Indonesia Kurikulum 2013 SMA
Download RPP - Silabus Mapel B. Inggris Kurikulum 2013 SMA
Mata Pelajaran Matematika dan IPA terbaru 2018
Download RPP - Silabus Mapel Matematika Kurikulum 2013 SMA
Download RPP - Silabus Mapel Biologi Kurikulum 2013 SMA
Download RPP - Silabus Mapel Fisika Kurikulum 2013 SMA
Download RPP - Silabus Mapel Kimia Kurikulum 2013 SMA
Mata Pelajaan IPS terbaru 2018
Download RPP - Silabus Mapel Ekonomi Kurikulum 2013 SMA
Download RPP - Silabus Mapel Geografi Kurikulum 2013 SMA
Download RPP - Silabus Mapel Sejarah Kurikulum 2013 SMA
Download RPP - Silabus Mapel Sosiologi Kurikulum 2013 SMA
Mata Pelajaran Budaya dan Ilmu Bahasa terbaru 2018
Download RPP - Silabus Kurikulum 2013 Sekolah Menengan Atas Mapel Antropologi
Download RPP - Silabus Kurikulum 2013 Sekolah Menengan Atas Mapel Bahasa & Sastra Indonesia
Download RPP - Silabus Kurikulum 2013 Sekolah Menengan Atas Mapel Bahasa & Sastra Inggris
Download Silabus dan RPP Sekolah Menengan Atas Bidang Studi Sejarah
Itu aku dari aku ihwal RPP Silabus Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan MA Kelas X XI XII Semua Mapel Kurikulum 2013, supaya sanggup bermanfaat...