Showing posts with label MI. Show all posts
Showing posts with label MI. Show all posts

Monday, 14 October 2019

Jadi Cerdik File Format Review Ktsp Mi Dan Mts


KTSP berfungsi sebagai pedoman penyelenggaraan aktivitas pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang meliputi tiga domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus terintegrasi, serta sanggup menggambarkan kesesuaian dan kekhasan kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan penerima didik.

KTSP Dikelola dengan Mekanisme:

  1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan berpusat pada kepentingan penerima didik dan lingkungannya.
  2. Beragam dan terpadu
  3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
  4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
  5. Menyeluruh dan berkesinambungan
  6. Belajar sepanjang hayat
  7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
  8. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan kawasan untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

Kurikulum 2013 merupakan pengembangan kurikulum 2006

  • Kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dalam K-2006 secara terpadu dalam K-13 terjadi perubahan.
  • Fokus perubahan empat standar: Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses,dan Standar Penilaian
  • Konsekuensi: ada pembiasaan beban belajar, penguatan proses, pendalaman dan ekspansi materi, penataan teladan pikir, dan tata kelola

File Format Review KTSP MI dan MTs

Karakteristik Kurikulum 2013:

  1. Mengembangkan keseimbangan antarapengembangan perilaku spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kolaborasi dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik
  2. Sekolah merupakan bab dari masyarakat yang menunjukkan pengalaman berguru bersiklus dimana penerima didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar
  3. Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam aneka macam situasi di sekolah dan masyarakat
  4. Memberi waktu yang cukup leluasa untuk menyebarkan aneka macam sikap, pengetahuan, dan keterampilan
  5. Kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar mata pelajaran
  6. Kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti
  7. Kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antar matapelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).

Jadi Arif Format Lampiran Juknis Pemberian Kkg Pai Sd Mi


Pendidikan agama Islam pada sekolah mempunyai peranan yang sangat strategis dalam sistem pendidikan nasional, terutama dalam rangka membangun huruf bangsa yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia. PAI berfungsi membentuk insan Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dan bisa menjaga kedamaian dan kerukunan relasi inter dan antar umat beragama.

Fungsi PAI ini selaras dengan fungsi pendidikan nasional, yaitu berbagi kemampuan dan membentuk tabiat serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi penerima didik biar menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) di sekolah dituntut lebih dari itu, yakni tidak saja memungkinkan penerima didik sanggup berbagi potensi yang dimiliki serta sanggup memahami dan menghayati fatwa agama Islam secara baik dan benar, namun juga menanamkan nilai-nilai luhur fatwa agama Islam sebagai landasan moral, etika, dan adab mulia, dalam kerangka pembentukan sikap dan watak, serta sikap akhlakul karimah penerima didik melalui banyak sekali seni administrasi dan model pembelajaran yang dikembangkan serta rujukan keteladanan (uswah hasanah) yang ditampilkan GPAI dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kata lain, GPAI dibutuhkan tidak hanya sanggup melaksanakan transfer of knowledge, namun juga yang lebih penting sanggup secara baik melaksanakan transfer of values atau ethics. Upaya transfer of values atau ethics kini ini merupakan suatu keharusan dan menjadi kebutuhan mendesak dalam kerangka menegakkan kembali nilai-nilai spirituil dan jati diri bangsa Indonesia ditengah banyak sekali krisis yang sedang melanda bangsa Indonesia.

Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) yakni pendidik profesional dengan kiprah utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, memberi teladan, menilai dan mengevaluasi penerima didik.

Kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada periode globalisasi yang pesat melahirkan tantangan pada banyak sekali aspek kehidupan umat insan tidak terkecuali pada kehidupan beragama. Kondisi demikian menuntut guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) bisa berperan menampilkan nilai-nilai Islam yang lebih dinamis dan aplikatif.

Pendidikan agama Islam yang disajikan tidak hanya terfokus pada penguasaan ranah kognitif belaka, akan tetapi juga menyentuh ranah afektif dan psikomotorik. Pembentukan karakter, dalam hal ini, menjadi sasaran utama dalam pendidikan agama Islam. Dengan demikian, dibutuhkan terwujudnya generasi bangsa yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia sebagaimana yang di amanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945.

Format Lampiran Juknis Bantuan KKG PAI SD MI

Pada periode globalisasi ini, dunia pendidikan juga telah mengalami perkembangan yang pesat, khususnya dalam bidang teknologi pembelajaran. Model pengajaran yang lebih menonjolkan kiprah guru (teacher centered learning) telah jauh ditinggalkan di banyak forum pendidikan. Untuk kemudian digantikan dengan pembelajaran yang lebih mengutamakan kiprah penerima didik (students centered learning).

Hal ini berdampak pada berkembangnya model-model pembelajaran yang lebih menampilkan keaktifan penerima didik. Model semacam ini terbukti bisa mengakomodir pengembangan kreatifitas penerima didik. Secara factual, penerima didik menjadi lebih aktif, termotivasi, serta bernafsu dalam membuat pengalaman belajarnya sendiri.

Jadi Terpelajar Aplikasi Raport Madrasah Ibtidaiyah


Aplikasi Raport SD dan MI. Raport ialah buku yang berisi keterangan mengenai nilai kepandaian dan prestasi belajar murid di sekolah, yang biasanya digunakan sebagai laporan guru kepada orang bau tanah siswa atau wali murid.

Raport memiliki fungsi yang berbeda-beda, yaitu:

  1. Bagi Siswa : Mengetahui kemajuan hasil berguru diri, konsep-kosep atau teori-teori yang belum dikuasai, Memotivasi diri untuk berguru lebih baik, Memperbaiki seni administrasi belajar
  2. Bagi Orang Tua : Mengetahui perkembangan anaknya sehingga orang tua sanggup membantu anaknya belajar, memotivasi untuk meningkatkan hasil berguru dan melengkapi kemudahan berguru di rumah.
  3. Bagi Guru Mata Pelajaran : Sebagai feedback juga evaluasi digunakan guru untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan siswa dalam satu kelas. Hasil evaluasi harus sanggup mendorong guru biar mengajar lebih baik, dan membantu guru untuk memilih seni administrasi mengajar yang lebih tepat.
  4. Bagi Wali Kelas : Melalui raport wali kelas sanggup mengetahui kekuatan dan kelemahan siswa dalam kelas yang diampunya wali kelas sanggup memilih seni administrasi dalam pengelolaan kelas yang menjadi tanggung jawabnya contohnya dengan menata ulang pengaturan kawasan duduk, pembagian anggota kelompok berguru dan langkah strategis lainnya untuk membantu siswa meningkatkan kompetensi siswa atau membantu mengatasi kesulitan berguru siswa yang lemah.

Aplikasi Raport Madrasah Ibtidaiyah

Supaya lebih gampang mengelola nilai siswa/siswi bagi guru madrasah ibtidaiyah, silahkan anda download pada bottom diatas.

Update februari 2016
Silahkan download aplikasi raport terbaru 2016 gratis untuk MI, MTs dan MA.

Monday, 30 September 2019

Jadi Berilmu Dokumen 1 Kurikulum Sd Dan Mi


Dokumen 1 Kurikulum SD dan MI. Perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan dari sentralisasi ke desentralisasi mendorong terjadinya perubahan dan pembaharuan pada beberapa aspek pendidikan, termasuk kurikulum. Dalam kaitan ini kurikulum madrasah ibtidaiyah pun menjadi perhatian dan pemikiran-pemikiran baru, sehingga mengalami perubahan-perubahan kebijakan.

Kurikulum yakni seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang dipakai sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 perihal Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 Ayat (2) ditegaskan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan penerima didik. Atas dasar pemikiran itu maka dikembangkanlah apa yang dinamakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yakni kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 bahwa Kurikulum Satuan Pendidikan pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah mengacu pada standar isi dan standar kompetensi lulusan serta berpedoman pada panduan dari Badan Standar Nasional Pendidikan.

Pengembangan kurikulum ini didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut;

  1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan penerima didik dan lingkungannya;
  2. Beragam dan terpadu;
  3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni;
  4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan;
  5. Menyeluruh dan berkesinambungan;
  6. Belajar sepanjang hayat; dan
  7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

Pada hasilnya kurikulum ini tetap hanya sebuah dokumen, yang akan menjadi kenyataan apabila terealisasi di lapangan dalam proses pembelajaran yang baik. Pembelajaran, baik di kelas maupun di luar kelas, hendaknya berlangsung secara efektif yang bisa membangkitkan kegiatan dan kreativitas anak. Dalam hal ini para pelaksana kurikulumlah (baca: guru) yang akan membumikan kurikulum ini dalam proses pembelajaran.

Para pendidik juga hendaknya bisa menyiptakan pembelajaran yang menyenangkan dan mengasyikkan bagi anak, sehingga anak betah di madrasah. Atas dasar kenyataan tersebut, maka pembelajaran di madrasah ibtidaiyah hendaknya bersifat mendidik, mencerdaskan, membangkitkan kegiatan dan kreativitas anak, efektif, demokratis, menantang, menyenangkan, dan mengasyikkan. Dengan spirit menyerupai itulah kurikulum ini akan menjadi pedoman yang dinamis bagi penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di Madrasah Ibtidaiyah.

Visi, Misi, dan Tujuan Madrasah


1. Visi:
Terwujudnya generasi yang sehat, beriman, bertaqwa, dan arif .

2. Misi

  • Menanamkan keyakinan/ keyakinan melalui pengamalan aliran agama .
  • Mengoptimalkan proses pembelajaran dan bimbingan.
  • Mengembangkan pengetahuan di bidang IPTEK, bahasa, olahraga dan seni budaya sesuai dengan bakat, minat dan potensi siswa.
  • Menjalin kerjasama yang serasi antara warga madrasah dan lingkungan.
  • Meningkatkan mutu pendidikan dalam upaya mencerdaskan kehidupan generasi yang bermoral, kreatif, maju dan mandiri.

3. Tujuan
Tujuan pendidikan dasar secara umum yakni meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, budbahasa mulia, serta keterampilan untuk hidup dapat berdiri diatas kaki sendiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Secara khusus tujuan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah adalah:

  • Dapat mengamalkan aliran agama hasil proses pembelajaran dan kegiatan pembiasaan;
  • Meraih prestasi akademik maupun non akademik minimal tingkat Kabupaten;
  • Menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bekal untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi;
  • Menjadi madrasah pencetus dan penggerak di lingkungan masyarakat sekitar;
  • Menjadi madrasah yang diminati di masyarakat.

Struktur dan Muatan Kurikulum


Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 perihal Standar Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa struktur dan muatan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut:

  1. Kelompok mata pelajaran agama dan budbahasa mulia;
  2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian;
  3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;
  4. Kelompok mata pelajaran estetika; dan
  5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.

Cakupan setiap kelompok mata pelajaran untuk jenjang SD/MI/SDLB disajikan pada Tabel 1.

No. Kelompok Mata Pelajaran Cakupan
1. Agama dan Akhlak Mulia Kelompok mata pelajaran agama dan budbahasa mulia dimaksudkan untuk membentuk penerima didik menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia meliputi etika, kecerdikan pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.
2. Kewarganegaraan dan Kepribadian Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan penerima didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.
Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta sikap anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.
3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk mengenal, menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif dan mandiri.
4. Estetika Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni meliputi apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga bisa menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga bisa membuat kebersamaan yang harmonis.
5. Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta menanamkan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.
Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan sikap hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan menyerupai keterbebasan dari sikap seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.

Selanjutnya dalam Pasal 7 Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 perihal Standar Nasional Pendidikan dijelaskan pula bahwa:

  1. Kelompok mata pelajaran agama dan budbahasa mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama, kewarganegaraan, kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, jasmani, ilahraga, dan kesehatan.
  2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/ MI/ SDLB/ Paket A, dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama, budbahasa mulia, kewarganegaraan, bahasa, seni dan budaya, dan pendidikan jasmani.
  3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SD/MI/SDLB/Paket A dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, keterampilan/kejuruan, dan muatan lokal yang relevan.
  4. Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, seni dan budaya, keterampian, dan muatan lokal yang relevan.
  5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan pada SD/MI/SDLB/Paket A dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani, olahraga, pendidikan kesehatan, ilmu pengetahuan alam, dan muatan lokal yang relevan.

Dokumen 1 Kurikulum SD dan MI

Semoga bisa membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

Friday, 13 September 2019

Jadi Pintar Panduan Evaluasi Otentik Untuk Sd Mi


Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan isu untuk mengukur pencapaian hasil mencar ilmu akseptor didik meliputi evaluasi otentik, evaluasi diri, evaluasi berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan final semester yang diuraikan sebagai berikut:

1. Penilaian otentik merupakan evaluasi yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai aspek sikap, pengetahuan, keterampilan mulai dari masukan (input ), proses, hingga keluaran ( output) pembelajaran. Penilaian otentik bersifat alami, apa adanya, tidak dalam suasana tertekan.

2. Penilaian diri merupakan evaluasi yang dilakukan sendiri oleh akseptor didik secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan kriteria yang telah ditetapkan.

3. Penilaian berbasis portofolio merupakan evaluasi yang dilaksanakan untuk menilai keseluruhan entitas proses mencar ilmu akseptor didik termasuk penugasan perseorangan dan/atau kelompok di dalam dan/atau di luar kelas dalam kurun waktu tertentu.

4. Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi akseptor didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil mencar ilmu akseptor didik.

5. Ulangan harian merupakan acara yang dilakukan secara periodik untuk menilai kompetensi akseptor didik setelah menuntaskan satu sub-tema. Ulangan harian terintegrasi dengan proses pembelajaran lebih untuk mengukur aspek pengetahuan, dalam bentuk tes tulis, tes lisan, dan penugasan.

6. Ulangan tengah semester merupakan acara yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi akseptor didik setelah melaksanakan 8 – 9 ahad acara pembelajaran.

7. Ulangan final semester merupakan acara yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi akseptor didik di final semester.

Selain penilaian di atas, ada beberapa jenis evaluasi antara lain:

  1. Ujian Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UTK merupakan acara pengukuran yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.
  2. Ujian Mutu Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UMTK merupakan acara pengukuran yang dilakukan oleh pemerintahuntuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UMTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikanKompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.

Penilaian dilakukan secara holistik meliputi aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan untuk setiap jenjang pendidikan, baik selama pembelajaran berlangsung (penilaian proses) maupun setelah pembelajaran usai dilaksanakan (penilaian hasil belajar). Pada jenjang pendidikan dasar, proporsi pelatihan huruf lebih diutamakan dari pada proporsi pelatihan akademik.

Penilaian di SD dilakukan dalam aneka macam teknik untuk semua kompetensi dasar yang dikategorikan dalam tiga aspek, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

1. Sikap
a. Contoh muatan KI-1 (sikap spiritual) antara lain:

  • Ketaatan beribadah
  • Berperilaku syukur
  • Berdoa sebelum dan setelah melaksanakan kegiatan
  • Toleransi dalam beribadah

b. Contoh muatan KI-2 (sikap sosial) antara lain:

  • Jujur
  • Disiplin
  • Tanggung jawab
  • Santun
  • Peduli
  • Percaya diri
  • Bisa ditambahkan lagi sikap-sikap yang lain sesuai kompetensi dalam pembelajaran, misal : kerja sama, ketelitian, ketekunan, dll..

Penilaian apek sikap dilakukan melalui observasi, evaluasi diri, evaluasi antarteman, dan jurnal.

  • Observasi

Merupakan teknik evaluasi yang dilakukan secara berkesinambungan dengan memakai indera, baik secara pribadi maupun tidak pribadi dengan memakai format observasi yang berisi sejumlah indikator sikap yang diamati. Hal ini dilakukan dikala pembelajaran maupun diluar pembelajaran.

  • Penilaian Diri

Merupakan teknik evaluasi dengan cara meminta akseptor didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang dipakai berupa lembar evaluasi diri.

  • Penilaian Antarteman

Merupakan teknik evaluasi dengan cara meminta akseptor didik untuk saling menilai terkait dengan sikap dan sikap keseharian akseptor didik. Instrumen yang dipakai berupa lembar evaluasi antarpeserta didik.

  • Jurnal Catatan Guru

Merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi isu hasil pengamatan wacana kekuatan dan kelemahan akseptor didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Jurnal bisa dikatakan sebagai catatan yang berkesinambungan dari hasil observasi.

2. Pengetahuan
Aspek Pengetahuan sanggup dinilai dengan cara berikut:

  • Tes tulis

Tes tulis ialah tes yang soal dan jawabannya tertulis berupa pilihan ganda, isian, Benar-salah, menjodohkan, dan uraian.

  • Tes Lisan

Tes verbal berupa pertanyaan- pertanyaan yang diberikan guru secara ucap (oral) sehingga akseptor didik merespon pertanyaan tersebut secara ucap juga, sehingga menjadikan keberanian. Jawaban sanggup berupa kata, frase, kalimat maupun faragraf yang diucapkan.

  • Penugasan

Penugasan ialah evaluasi yang dilakukan oleh pendidik yang sanggup berupa pekerjaan rumah baik secara individu ataupun kelompok sesuai dengan karakteristik tugasnya.

3. Keterampilan
Aspek keterampilan sanggup dinilai dengan cara berikut:

  • Kinerja atau Performance

ialah suatu evaluasi yang meminta siswa untuk melaksanakan suatu kiprah pada situasi yang sebetulnya yang mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Misalnya kiprah memainkan alat musik, memakai mikroskop, menyanyi, bermain peran, menari. Contoh evaluasi tes performance atau kinerja akan diberikan pada pecahan Implementasi pada pecahan selanjutnya.

  • Projek

Penilaian Projek merupakan evaluasi terhadap kiprah yang mengandung pemeriksaan dan harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan, pelaporan. Projek juga akan menunjukkan isu wacana pemahaman dan pengetahuan siswa pada pembelajaran tertentu, kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pengetahuan, dan kemampuan siswa untuk mengomunikasikan informasi.

Penilaian projek sangat dianjurkan alasannya ialah membantu membuatkan ketrampilan berpikir tinggi (berpikir kritis, pemecahan masalah, berpikir kreatif) akseptor didik . contohnya menciptakan laporan pemanfaatan energy di dalam kehidupan, menciptakan laporan hasil pengamatan pertumbuhan tanaman.

  • Portofolio
Penilaian dengan memanfaatkan Portofolio merupakan evaluasi melalui sekumpulan karya akseptor didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang dilakukan selama kurun waktu tertentu. Portofolio dipakai oleh guru dan akseptor didik untuk memantau secara terus menerus perkembangan pengetahuan dan keterampilan akseptor didik dalam bidang tertentu. Dengan demikian evaluasi portofolio menunjukkan citra secara menyeluruh wacana proses & pencapaian hasil mencar ilmu akseptor didik.

Portofolio merupakan pecahan terpadu dari pembelajaran sehingga guru mengetahui sedini mungkin kekuatan dan kelemahan akseptor didik dalam menguasai kompetensi pada suatu tema.Misalnya kompetensi pada tema “selalu berhemat energy”.Contoh kompetensi menciptakan laporan hasil percobaan. Kemampuan menciptakan laporan hasil percobaan tentu tidak seketika dikuasai akseptor didik, tetapi membutuhkan proses panjang, dimulai dari penulisan draf, perbaikan draf, hingga laporan final yang siap disajikan. Selama proses ini diharapkan bimbingan guru melalui catatan-catatan wacana karya akseptor didik sebagai masukan perbaikan lebih lanjut.

Kumpulan karya anak semenjak draf hingga laporan final berserta catatan-catatan sebagai masukan guru inilah, yang menjadi potofolio.

Di samping memuat karya-karya anak beserta catatan guru, terkait kompetensi menciptakan laporan hasil percobaan tersebut di atas, portofolio juga bisa memuat catatan hasil evaluasi diri dan sobat sejawat wacana kompetensi yang sama serta sikap dan sikap sehari hari akseptor didik yang bersangkutan.

Download Panduan Penilaian Otentik Untuk SD MI

Agar penilaian portofolio berjalan efektif guru beserta akseptor didik perlu menentuan hal-hal yang harus dilakukan dalam memakai portofolio Sebagai berikut:
  1. masing-masing akseptor didik mempunyai porto folio sendiri yang di dalamnya memuat hasil mencar ilmu siswa setiap muatan pelajaran atau setiap kompetensi.
  2. menentukan hasil kerja apa yang perlu dikumpulan/disimpan.
  3. sewaktu waktu akseptor didik diharuskan membaca catatan guru yang berisi komentar, masukkan dan tindakan lebih lanjut yang harus dilakukan akseptor didik dalam rangka memperbaiki hasil kerja dan sikap.
  4. peserta didik dengan kesadaran sendiri menindaklanjuti catatan guru.
  5. catatan guru dan perbaikan hasil kerja yang dilakukan akseptor didik perlu diberi tanggal, sehingga perkembangan kemajuan mencar ilmu akseptor didik sanggup terlihat.

Jadi Bakir Aplikasi Evaluasi Ktsp Untuk Sd Dan Mi


Aplikasi Penilaian Kurikulum Untuk Siswa SD/MI. Beberapa bulan yang kemudian aku sudah membagikan aplikasi raport sd/mi, kini aku bagikan aplikasi evaluasi untuk sd/mi.

Sebenarnya sama saja sih fungsinya, hanya kali ini tidak hanya guru kelas saja, tapi aku yakin semua guru akan membutuhkan aplikasi yang satu ini. Kenapa? sudah niscaya untuk lebih gampang dalam mengelola nilai siswa kemudian selanjutnya disalin ke buku raport siswa untuk diketahui orangtuanya.

Selain itu, Aplikasi nilai ini juga untuk mengisi rekap nilai yang ada di buku induk siswa, sudah niscaya sebagai arsip sekolah. Sehingga kalau suatu ketika buku raport siswa hilang, anda tinggal menyalin nilai yang ada di buku induk siswa.

Oke silahkan download ya... Semoga bermanfaat...

Aplikasi Penilaian KTSP Untuk SD dan MI

Demikian dari kami, supaya dapat mambantu dan bermanfaat untuk pendidikan di Indonesia. Amin...

Jadi Cerdik Rujukan Kisi-Kisi Un Untuk Sd Mi Slb Dan Paket A


Kemarin aku sudah posting artikel kisi-kisi PAI sd/mi, smp/mts, sma/ma. Nah, kali ini aku posting kisi-kisi mata pelajaran umum untuk sd mi atau sederajat. Dimana dengan adanya kisi-kisi ini, dapat menjadi panduan guru atau pihak sekolah untuk menyusun soal ujian dan juga untuk mengetahui kelemahan siswa.

Silahkan di download ya, ini hanya cuplikan saja alasannya aku lagi mudeng buat basa-basi
Membaca Sastra

  1. Menentukan pesan pantun
  2. Menjawab pertanyaan sesuai isi dongeng dengan kata tanya: bagaimana? mengapa?
  3. Menentukan tabiat tokoh cerita
  4. Menentukan amanat cerita
  5. Mentukan latar cerita
  6. Menjelaskan sifat tokoh utama dalam cerita
  7. Menentukan tema cerita
  8. Menentukan maksud pernyataan pada bab dongeng tertentu
  9. Menentukan keteladanan tokoh cerita
  10. Memprediksi insiden berkaitan denganisi cerita
  11. Menentukan nilai adab positif dalam cerita
  12. Menentukan kesimpulan cerita
  13. Menentukan maksud syair
  14. Menentukan makna kata kias pada syair

Membaca Non Sastra

  1. Menentukan kalimat utama paragraf wacana makhluk hidup atau lingkungan
  2. Menentukan inspirasi pokok paragraf
  3. Menentukan selesai paragraf
  4. Menentukan pernyataan sesuai isi paragraf
  5. Menentukan kalimat tanya sesuai isi paragraf
  6. Menjawab pertanyaan sesuai isi bacaan dengan kata tanya: bagaimana? mengapa?
  7. Memprediksi insiden berkaitan dengan isi bacaan
  8. Mengambil informasi dari isi teks sederhana untuk melengkapi tabel
  9. Memaknai kata/istilah dalam paragraf
  10. Menentukan antonim/sinonim dalam kalimat
  11. Menetukan topik teks percakapan
  12. Menentukan kalimat sesuai isi iklan
  13. Menentukan isi paragraf laporan
  14. Menanggapi isi paragraf instruksi
  15. Menentukan makna kata dalam paragraf instruksi
  16. Menentukan pernyataan sesuai dengan isi paragraf instruksi
  17. Menentukan pernyataan sesuai dengan isi teks klarifikasi (teks prosedur)
  18. Menentukan isi pidato
  19. Mengidentifikasi jenis-jenis paragraf
  20. Menentukan nomor telepon ke suatu tujuan menurut beberapa kode telepon wilayahdan nomor telepon beberapa kota pada ilustrasi
  21. Menentukan persamaan/perbedaan isi teks

Gimana sudah ya download kisi-kisi nya, sabar dikit ya!!! sebelum menuju link download, ada yang mau lewat, maklum namanya nyari duit. hehehe ......

Contoh Kisi-Kisi UN Untuk SD MI SLB dan Paket A

Semoga dapat membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

File : https://www.kemdikbud.go.id

Jadi Terpelajar Aplikasi Raport Terbaru 2016 Mi Mts Dan Ma Gratis


Aplikasi Raport Terbaru 2016 MI Mts dan MA. Bicara soal raport memang tidak ada habisnya alasannya tiap tahun selalu ada update terbaru, yang terperinci seiring dengan bergulirnya waktu.

Raport update terbaru entah itu 2016 2017 2017 2018 2019 atau 2020 sekalipun, selalu lebih memperlihatkan akomodasi dan kenyamanan bagi penggunanya, dalam hal ini guru kelas tentunya semua pihak terkait.

Aplikasi raport ini mungkin juga banyak di share diluar sana, tapi gak apa lah aku juga share di blog tercinta ini. File aplikasi raport ini aku peroleh waktu diajak ikut rapat kepala sekolah kemarin di kementerian agama, menyerupai biasa aku mendampingi kepala sekolah kemana pun beliau pergi tentunya dalam hal yang terkait dengan sekolah.

Oke, eksklusif di download ya aplikasinya dan agak sabar dong alasannya ada yang numpang lewat. Harap maklum, namanya nyari duit. hehe...

Raport MI
Raport Mts
Raport MA

Demikian dari kami, agar dapat mambantu dan bermanfaat untuk pendidikan di Indonesia. Amin...

Jadi Arif Juknis Penulisan Raport Sd Smp Sma Smk


Pengembangan Laporan Hasil Belajar Peserta Didik intinya merupakan wewenang sekolah yang dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Namun demikian, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah memandang perlu disusunnya Buku Panduan Pengisian Laporan Hasil Belajar Peserta Didik dan Model Laporan Hasil Belajar Peserta Didik SMP untuk membantu sekolah membuatkan Laporan Hasil Belajar Peserta Didik.

Buku Petunjuk Teknis Pengisian Laporan Hasil Belajar Peserta Didik dan Model Laporan Hasil Belajar Peserta Didik SMP diperlukan sanggup membantu sekolah dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam membuatkan format Laporan Hasil Belajar Peserta Didik sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang sudah disusun sekolah.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 66 Tahun 2013 Bab II, Bagian E poin e nomor 1) dan 2) menyatakan bahwa evaluasi pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas laporan hasil evaluasi oleh pendidik yang berbentuk:

  1. Nilai dan deskripsi pencapaian kompetensi, untuk hasil evaluasi kompetensi pengetahuan dan keterampilan termasuk evaluasi hasil pembelajaran tematik-terpadu.
  2. Nilai dan deskripsi pencapaian kompetensi, untuk hasil evaluasi kompetensi pengetahuan dan keterampilan termasuk evaluasi hasil pembelajaran tematik-terpadu.
  3. Deskripsi sikap, untuk hasil evaluasi kompetensi perilaku spiritual dan perilaku sosial.

Penilaian oleh pendidik dilaksanakan secara berkesinambungan (terus- menerus) untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan simpulan semester, dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian oleh pendidik intinya dipakai untuk menilai pencapaian kompetensi penerima didik, dasar memperbaiki proses pembelajaran, dan materi penyusunan laporan kemajuan hasil mencar ilmu penerima didik.

Laporan hasil belajar penerima didik merupakan dokumen penghubung antara sekolah dengan orang renta penerima didik maupun dengan pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk mengetahui kompetensi penerima didik. Oleh alasannya ialah itu, laporan hasil mencar ilmu penerima didik harus komunikatif, informatif, dan komprehensif (menyeluruh) sehingga sanggup menunjukkan citra mengenai hasil mencar ilmu penerima didik dengan terperinci dan gampang dimengerti.

Direktorat Pembinaan SMP Direktorat Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, memandang perlu menerbitkan Buku Panduan Pengisian Laporan Hasil Belajar Peserta Didik yang di dalamnya disajikan Model Rapor SMP, Petunjuk Teknis Pengelolaan Penilaian, dan Petunjuk Teknis Pengisian Rapor. Hal ini dilakukan untuk membantu para guru dalam satuan pendidikan melakukan pengisian laporan hasil mencar ilmu penerima didik dalam bentuk rapor.

... untuk menjamin :

  • perencanaan penilaian penerima didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan menurut prinsip-prinsip penilaian;
  • pelaksanaan evaluasi penerima didik secara profesional, terbuka, edukatif, efektif, efisien, dan sesuai dengan konteks sosial budaya; dan
  • pelaporan hasil evaluasi penerima didik secara objektif, akuntabel, dan informatif.

... oleh pendidik berbentuk:
  • Nilai dan/atau deskripsi pencapaian kompetensi untuk hasil evaluasi kompetensi pengetahuan serta keterampilan termasuk evaluasi hasil pembelajaran tematik-terpadu.
  • Deskripsi perilaku diberikan untuk hasil evaluasi kompetensi perilaku spiritual dan perilaku sosial.

Raport SD MI KTSP
Raport SD MI K13
Raport SMP
Raport Sekolah Menengan Atas
Raport Sekolah Menengah kejuruan

Semoga sanggup membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

Jadi Terpelajar Panduan Lengkap Pelaksanaan Pengukuhan Sd Mi


Hai pembaca, kali ini saya akan mengulas sedikit perihal pelaksanaan akreditas. Mulai dari tujuan visitasi, prinsip visitasi, pelaksanaan visitasi, larangan sekolah waktu pelakasanaa akreditasi, pengisian perangkat yang diterima dan yang diserahkan.

Visitasi yaitu kunjungan ke sekolah/madrasah yang dilakukan oleh asesor untuk melaksanakan klarifikasi, verifikasi, dan validasi data serta gosip yang telah disampaikan oleh sekolah/madrasah melalui pengisian instrumen akreditasi.

Tujuan Visitasi


  1. Meyakinkan keabsahan serta kesesuaian antara fakta di lapangan dengan data yang diperoleh melalui pengisian instrumen akreditasi.
  2. Memperoleh data dan gosip pelengkap mengenai keadaan yang sesungguhnya dari sekolah/madrasah yang diakreditasi .

Prinsip visitasi


  1. efektif: bisa menjaring gosip yang akurat dan valid sebagai dasar pengambilan keputusan yang sempurna bagi semua pihak yang memerlukannya .
  2. efisien: dibatasi pada hal-hal yang pokok saja, namun cukup memperlihatkan citra yang utuh dan terfokus pada substansi yang telah ditetapkan
  3. objektif: berdasarkan kenyataan pada sejumlah indikator yang sanggup diamati
  4. mandiri: mendorong sekolah/madrasah melaksanakan pengisian instrumen akreditasi secara akurat sbg salah satu fungsi pokok administrasi penyelenggaraan sekolah/ madrasah dalam rangka pemberdayaan sekolah/madrasah.

Kehadiran asesor selama visitasi untuk :


  1. Mencocokkan isian ia sekolah dengan keadaan yang sebenarnya, sekolah mengambarkan keakuratan isian dengan bukti fisik yang memadai (klarifikasi, verifikasi dan validasi)
  2. Jika pernyataan butir tidak menuntut bukti fisik akan dilakukan dengan wawancara, pengamatan atau observasi.

Pelaksanaan visitasi


Pada ketika visitasi tim asesor akan melaksanakan :

  1. Mengadakan temu awal
    a. Menyampaikan tujuan visitasi
    b. Menetapkan cara teknik visitasi
    c. Menetapkan responden (nara sumbar)
    d. Menyerahkan kartu kendali validasi proses visitasi kepada kepala sekolah/ madrasah
  2. Melakukan observasi lingkungan sekolah
    a. Mengamati akomodasi sekolah baik kuantitas maupun kualitasnya
    b. Mencatat hasil pengamatan
  3. Melakukan klarifikasi,verifikasi dan validasi data isian sekolah dengan keadaan sebenarnya
  4. Asesor 1 dan 2 mengadakan koordinasi (kepala sekolah menyiapkan daerah khusus bagi asesor)
  5. Mengadakan temu akhir
    a. Ucapan terima kasih
    b. Menyampaikan temuan-temuan selama visitasi
    c. Pamit
  6. Sehari sehabis divisitasi, sekolah//madrasah mengisi instrumen kinerja asesor, dan sehabis diisi dimasukan dalam sampul tertutup (sifatnya rahasia), kemudian dikirim melalui kantor pos kepada bap-s/m provinsi jawa timur dengan alamat jl. Indragiri no. 62 surabaya arahan pos 60242

Larangan Sekolah/Madrasah


  1. Sekolah/madrasah dihentikan keras melaksanakan aktivitas yang menghambat visitasi
  2. Sekolah/madrasah dihentikan keras memanipulasi data dan memperlihatkan keterangan yang tidak sesuai dengan kondisi kasatmata disekolah
  3. Sekolah/madrasah dihentikan keras memberi apapun kepada asesor yang sanggup mengurangi objektifitas hasil visitasi

Perangkat yang diterima sekolah/ madrasah dan cara pengisiannya


  1. Setiap sekolah/madrasah yang akan di pengakuan mendapatkan 2 (dua) Buku Perangkat Akreditasi
  2. Tiap Buku Perangkat Akreditasi terdiri dari 4 potongan yaitu:
    Bab I; berisi Instrumen Akreditasi (IA)
    Bab II; berisi Petunjuk Teknis Pengisian Instrumen Akreditasi
    Bab III; berisi Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung
    Bab IV; berisi Teknik Penskoran dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi
  3. Kedua buku Perangkat Akreditasi harus diisi pada Bab I dan III (yang diisikan harus sama) secara lengkap sesuai data dan fakta sekolah/madrasah.
  4. Dalam mengisi Bab I, harus memperhatikan pada Bab II, dan dokumen/berkas yang ada/dimiliki oleh sekolah/madrasah pada setiap butir Instrumen harus sesuai kondisi/fakta yang sebenarnya, kemudian dicatat pada Bab III
  5. Surat Pernyataan yang terdapat di dalam buku Perangkat Akreditasi diisi, dan pada salah satu buku harus dibubuhi bahan Rp. 6000,- serta ditandatangai oleh Kepala Sekolah/Madrasah dan distempel, sedangkan 1 buku lainnya tidak perlu materai.
  6. Pengisian Bab IV yaitu Skoring hasil pengakuan dengan cara memindahkan skor yang telah diisikan pada IA ke dalam format Matrik Excel yang terdapat dalam soft copy CD.
  7. Kemudian CD (soft copy) hasil skoring pengakuan di print 2x dan dilampirkan pada pemberkasan untuk diserahkan ke UPA Kab./Kota.
  8. Buku Perangkat Akreditasi yang telah diisi lengkap, dua buku (salah satunya yang bermaterai) diserahkan ke BAP-S/M melalui UPA Kab./Kota.
  9. Sekolah/madrasah harus memfotocopy Buku Perangkat Akreditasi yang telah diisi lengkap dan bermeterai untuk arsip sekolah/madrasah

Berkas yang harus diserahkan sekolah/ madrasah kepada upa-s/m


  1. Perangkat Akreditasi (yang berisi IA, Juknis, Instrumen Pengumpulan Data dan Skoring) yang telah diisi oleh Sekolah/Madrasah rangkap dua
  2. Surat Pernyataan yang terdapat di dalam buku perangkat akreditasi sehabis diisi, salah satu buku dibubuhi materai Rp. 6.000,00 dan ditandatangani Kepala Sekolah/ Madrasah serta distempel
  3. Hasil Skoring dan Pemeringkatan Akreditasi berdasarkan Sekolah/Madrasah yang berbentuk matrik excel (Soft dan Hard copy)
  4. Rekomendasi Dinas Pendidikan/Kantor Kemenag Kab/Kota Setempat bahwa sekolah/madrasah tersebut siap/ disetujui untuk diakreditasi.
  5. Dokumen lain yang harus disertakan yaitu :
    a. Fotocopy Surat ijin operasional sekolah/madrasah
    b. Daftar siswa tiap-tiap kelas
    c. Daftar guru/pendidik dan tenaga kependidikan yang ditandatangani kepala Sekolah/Madrasah
    d. Surat Pernyataan pemberlakuan kurikulum ditandatangani oleh Kepala Sekolah/Madrasah
    e. Fotocopy Daftar Kumpulan Hasil UASBN (DKH UABN) satu tahun terakhir ditandatangani kepala Sekolah/ Madrasah.
    f. Gambar lanscape tanah dan surat ijin penggunaan lahan, gambar/foto bangunan dan surat ijin mendirikan bangunan, atau yang sejenisnya.

Jadi Cendekia Silabus Pai Untuk Mi Mts Dan Ma


Silabus PAI Untuk MI MTs dan MA. Silabus ialah Rencana Pembelajaran untuk satu mata pelajaran di kelas

atau satu tema tertentu yang terdiri atas beberapa bahan pokok atau tema tertentu yang meliputi kompetensi inti, kompetensi dasar, bahan pokok, pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

Fungsi Silabus


Silabus merupakan rancangan minimal pembelajaran yang dijadikan dasar bagi guru untuk menyebarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang diubahsuaikan dengan kondisi sekolah, penerima didik, dan masyarakat yang dilayani oleh suatu satuan pendidikan.

Landasan Pengembangan Silabus


Silabus dikembangkan dari Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) untuk setiap mata pelajaran atau tema.

Dengan kata lain, silabus ialah rancangan sebuah rencana pembelajaran. Sedangkan RPP merupakan rincian pelaksanaan pembelajaran yang tertuang didalam silabus itu sendiri.

MI MTs MA
disini disini disini

Jadi Bakir Petunjuk Teknis Penyusunan Kurikulum Sd Mi


Buku Panduan Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Jenjang Madrasah Ibtidaiyah ini disusun sebagai contoh operasional bagi Madrasah Ibtidaiyah dan stakeholders (kepala madrasah, guru, pengawas dan komite sekolah) dalam membuatkan KTSP yang akan dilaksanakan di masing-masing Madrasah Ibtidaiyah.

Kegiatan pengembangan dimulai dari tahap: penyusunan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Dengan contoh ini, dibutuhkan mulai tahun 2009, setiap Madrasah Ibtidaiyah sanggup membuatkan KTSP yang khas dan memenuhi Standar Nasional Pendidikan. Selain sanggup dipakai oleh guru, buku panduan ini juga sanggup dipakai sebagai materi utama dalam empat Paket Pelatihan Penyusunan KTSP untuk:

  1. Kepala Madrasah dalam menyusun dokumen 1 KTSP,
  2. Guru kelas dan/atau guru mata pelajaran dalam menyusun silabus dan RPP,
  3. Pengawas sekolah dalam memfasilitasi penyusunan dan mensupervisi pelaksanaan KTSP,
  4. tim Pengembang Kurikulum di setiap madrasah Ibtidaiyah untuk training berbasis madrasah.Paket training ini dikembangkan dengan pendekatan pembelajaran berbasis P4R (pengalaman, pembelanjaan, penguatan, pendampingan dan refleksi), yang sangat efektif.

Isi Petunjuk Teknis Penyusunan Kurikulum SD MI :

  1. Siklus Pengembangan Kurikulum
  2. Peran dan Tanggung Jawab dalam Pengembangan KTSP
  3. Pendekatan,Prinsip-Prinsip,dan Acuan Operasional
  4. Langkah-Langkah Teknis Dalam Penyusunan KTSP
  5. Komponen KTSP Dokumen I Dan Cara Menyusunnya
  6. Prinsip Pengembangan Silabus
  7. Langkah Penyusunan Silabus dengan Pendekatan Mata Pelajaran
  8. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
  9. Langkah Yang Harus Ditempuh dalam Menyusun RPP
  10. Bekal Tambahan untuk Menyusun RPP
  11. Memahami Prinsip dan Jenis Alat Penilaian
  12. Penyusunan Silabus dan RPP dengan Pendekatan Pembelajaran Tematik
  13. Langkah Penyusunan Silabus Pembelajaran Tematik
  14. Prinsip Penyusunan Jaring Tema Harian
  15. Penyusunan Silabus dan RPP
  16. Prinsip dan Contoh Implementasi Kurikulum
  17. Kegiatan yang harus dilakukan sebelum Implementasi Kurikulum
  18. Peran Masing-Masing Pihak Dalam Pengembangan KTSP
  19. Kiat-Kiat Agar Implementasi Kurikulum Berhasil
  20. Faktor-faktor Pendukung Keefektifan Pelaksanaan KTSP
  21. Contoh pengembangan visi ke misi
  22. Contoh penulisan muatan lokal pada dokumen 1 KTSP
  23. Contoh rincian penyajian kegiatan pengembangan diri di Madrasah
  24. Contoh Program Tahunan Pengembangan Kurikulum
  25. Rincian kecakapan hidup yang sanggup dintergrasikan ke dalam mata pelajaran
  26. Contoh penulisan Pendidikan Kecakapan Hidup dalam KTSP
  27. Contoh penulisan Pendidikan Keungulan Lokal dan Global di KTSP
  28. Formula untuk mentapkan kelulusan
  29. Contoh Pemetaan SKKD mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)
  30. Contoh format untuk pendalaman SKKD mata pelajaran IPA
  31. Contoh format silabus
  32. Contoh pengembangan kegiatan pembelajaran
  33. Contoh rubrik penilaian kemampuan menyusun silabus
  34. Contoh KD yang fokus pada keterampilan (melakukan sesuatu)
  35. Contoh KD yang fokus pada pemahaman konsep
  36. Contoh KD yang fokus pada keterampilan (melakukan sesuatu)
  37. Contoh format RPP
  38. Contoh lembar observasi penilaian afektif
  39. Contoh Lembar Observasi Penilaian Afektif Dalam Pembelajaran Umum
  40. Contoh rubrik penilaian kemampuan menyusun RPP

Jadi Cendekia Skl Dan Sk-Kd Pai Dan Bhs Arab Untuk Mi Mts Ma


Penyusunan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah ini dilakukan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai dasar kreatifitas guru dalam mencapai sasaran hasil berguru siswa.

Pendidikan Agama Islam terdiri atas empat mata pelajaran,  yaitu: al-Qur’an-Hadits, Aqidah-akhlak, fiqh, dan tarikh (sejarah) kebudayaan Islam. Masing-masing mata pelajaran tersebut intinya saling terkait, isi mengisi dan melengkapi.

  1. Al-Qur’an-Hadis merupakan sumber utama fatwa Islam, dalam arti ia merupakan sumber akidah-akhlak, syari’ah/fikih (ibadah, muamalah), sehingga kajiannya berada di setiap unsur tersebut.
  2. Akidah (ushuluddin) atau keimanan merupakan akar atau pokok agama. Syariah/fikih (ibadah, muamalah) dan susila bertitik tolak dari akidah, yakni sebagai manifestasi dan konsekuensi dari aqidah (keimanan dan keyakinan hidup).
  3. Syari’ah/fikih merupakan sistem norma (aturan) yang mengatur korelasi insan dengan Allah, sesama insan dan dengan makhluk lainnya. Akhlak merupakan aspek perilaku hidup atau kepribadian hidup manusia, dalam arti bagaimana sistem norma yang mengatur korelasi insan dengan Allah (ibadah dalam arti khas) dan korelasi insan dengan insan dan lainnya (muamalah) itu menjadi perilaku hidup dan kepribadian hidup insan dalam menjalankan sistem kehidupannya (politik, ekonomi, sosial, pendidikan, kekeluargaan, kebudayaan/seni, iptek, olahraga/kesehatan, dan lain-lain) yang dilandasi oleh doktrin yang kokoh.
  4. Sedangkan tarikh (sejarah) kebudayaan Islam merupakan perkembangan perjalanan hidup insan muslim dari masa ke masa dalam perjuangan bersyariah (beribadah dan bermuamalah) dan berakhlak serta dalam membuatkan sistem kehidu¬pannya yang dilandasi oleh akidah.

Walaupun pelajaran tersebut saling berkaitan satu sama lain, namun mempunyai karakteristik sendiri-sendiri.

  1. Al-Qur’an-Hadis, menekankan pada kemampuan baca tulis yang baik dan benar, memahami makna secara tekstual dan kontekstual, serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Aspek doktrin menekankan pada kemampuan memahami dan mempertahankan keyakinan/keimanan yang benar serta menghayati dan mengamalkan nilai-nilai al-asma’ al-husna. Akhlak menekankan pada adaptasi untuk melakukan susila terpuji dan menjauhi susila tercela dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Aspek Fikih menekankan pada kemampuan cara melakukan ibadah dan muamalah yang benar dan baik.
  4. Sedangkan aspek Tarikh & kebudayaan Islam menekankan pada kemampuan mengambil ibrah dari peristiwa-peristiwa bersejarah (Islam), meneladani tokoh-tokoh berprestasi, dan mengaitkannya dengan fenomena sosial, budaya, politik, ekonomi, ipteks dan lain-lain untuk membuatkan kebudayaan dan peradaban Islam.

SKL dan SK-KD PAI dan Bhs Arab Untuk MI MTs MA

Semoga bisa membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

Thursday, 12 September 2019

Jadi Berakal Pola File Edm Dan Rkm Sd Mi


Rencana Kerja Madrasah (RKM) dan Evaluasi Diri Madrasah (EDM). Dimana RKM dan EDM ini sangat penting untuk membantu pelaksanaan kegiatan tahunan dan kegiatan semester.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah masing masing khususnya.

Tujuan Penyusunan Rencana Kerja Madrasah


  1. Membantu Madrasah dalam membelanjakan anggaran untuk kegiatan kerja
  2. Madrasah secara efektif dan efesien dalam pengelolaan kegiatan Madrasah.
  3. Membantu Madrasah dalam merespon tututan partisipasi masyarakat dan membantu Madrasah dalam meningkatkan keterbukaan dan akuntabilitas

Manfaat Penyusunan Rencana Kerja Madrasah


  1. Sebagai contoh bagi madrasah untuk untuk mencapai sasaran peningkatan kualitas pendidikan dalam kurun waktu tertentu.
  2. Dapat dipakai sebagai panduan bagi madrasah dalam memanfaatkan subsidi pendidikan baik yang berasal dari pemerintah maupun dari non pemerintah.
  3. Sebagai sumber ide bagi seluruh warga madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran.
  4. Sebagai tolak ukur bagi keberhasilan implementasi banyak sekali kegiatan peningkatan mutu pendidikan dimadrasah

Visi Madrasah


Pendidikan yang bisa mencetak generasi yang berkualitas dan berakhlaqul karimah.

Misi Madrasah


  1. Menyelenggarakan pendidikan secara efektif, sehingga siswa berkembang secara maksimal
  2. Menumbuhkan budaya islami dan hidup sehat.
  3. Mewujudkan system pendidikan berkualitas guna tercapainya siswa yang berakhlaq mulia, kreatif, inovatif dan menguasi ilmu pengetahuan dan tehnologi.
  4. Mencetak lulusan yang berkualitas dengan cara meningkatkan profesionalisme guru, sarana dan prasarana yang memadai.
  5. Membangun kerjasama antara pengelola yang transparan dan akuntibilitas.

Tujuan Madrasah


  1. Menyiapkan penerima didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur.
  2. Lulusan dari madrasah di terima di Sekolah Menengah Pertama Negeri Favorit
  3. Terciptanya madrasah yang asri dan berbudaya islami

EDM dan RKM MI

Semoga bisa membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

Jadi Pintar Silabus Tematik Kurikulum 2013 Sd Mi Terbaru Terlengkap


Silabus Tematik Kurikulum 2013 SD MI. Silabus ialah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang meliputi standar kompetensi dan kompetensi dasar, acara pembelajaran, materi pokok/pembelajaran indikator pencapaian kompetensi, penilaian, sumber, dan alokasi waktu belajar.

Di Indonesia, silabus merupakan pengaturan dan klasifikasi seluruh kompetensi dasar suatu mata pelajaran dalam standar isi sehingga relevan dengan konteks madrasahnya dan siap dipakai sebagai panduan pembelajaran setiap mata pelajaran.

Standar Isi merupakan standar minimal yang berisi Standar Kompetensi dan kompetensi dasar. Silabus berisi standar kompetensi dan kompetensi dasar, acara pembelajaran, materi pokok/pembelajaran indikator pencapaian kom¬pe¬tensi, penilaian, sumber, dan alokasi waktu belajar.

Silabus berisikan komponen pokok yang sanggup menjawab permasalahan

  • kompetensi apa yang akan dikembangkan pada siswa (terkait dengan tujuan dan materi yang akan diajarkan),
  • cara mengembangkannya (terkait dengan metode dan alat yang akan dipakai dalam pembelajaran),
  • cara mengetahui bahwa kompetensi itu sudah dicapai oleh siswa (terkait dengan cara mengevaluasi terhadap penguasaan materi yang telah diajarkan).

Prinsip Pengembangan Silabus


Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam menyusun silabus, yaitu:

  1. konsisten, yaitu adanya hubungan yang konsisten antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, acara belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.
  2. memadai, yaitu cakupan indikator, materi pokok, acara belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
  3. ilmiah, yaitu keseluruhan materi dan kegia¬tan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan sanggup dipertanggung-jawabkan secara keilmuan.
  4. relevan, yaitu cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual akseptor didik.
  5. sistematis, yaitu komponen-komponen silabus saling berafiliasi secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
  6. aktual dan kontekstual, yaitu cakupan indikator, materi pokok, acara belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan insiden yang terjadi.
  7. fleksibel, yaitu keseluruhan komponen silabus sanggup mengakomodasi keragaman akseptor didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di madrasah dan tuntutan masyarakat. Pemilihan media, materi ajar, dan acara pembelajaran sanggup mengakomodasi
  8. menyeluruh, yaitu komponen silabus meliputi keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, dan psikomotor)

KLS I
KLS II
KLS III
KLS IV
KLS V
KLS VI

Semoga sanggup membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

Jadi Terpelajar Rpp Silabus Ktsp Sd Mi Format Word / Doc


Lengkap RPP Silabus KTSP SD MI. Pendidikan Agama, Alqur’an Hadits, Bahasa Arab, Aqidah Akhlaq, Fiqih, Tarekh Islam (SKI), Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Kerajinan dan Kesenian, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Bahasa Inggris. Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6.

RPP dan Silabus merupakan perangkat pembelajaran yang harus dimiliki oleh setiap guru untuk setiap mata pelajaran yang diajarkan, tanpa itu seorang guru mengajar menyerupai tidak merencanakan apapun untuk meningkatkan kualitas mengajarnya sebagai guru.

Bagi yang membutuhkan, silahkan eksklusif unduh pada link dibawah ini.

Rpp
Silabus

Semoga dapat membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

Jadi Berilmu Aplikasi Raport Tematik Mi Mts Ma


Aplikasi Raport Tematik MI MTs MA. Seperti kemarin aku buat artikel perihal contoh buku raport k13.

Dengan adanya aplikasi raport ini anda dapat dengan gampang memindahkan nilai ke buku raport tersebut, atau dapat juga anda pribadi cetak dari aplikasi ini.

Aplikasi ini tidak ada protek sama sekali, sehingga anda lebih leluasa untuk melaksanakan editing. Hanya saja jangan hingga merubah kolom yang sudah ada formula atau rumus supaya tidak terjadi error pada kolom tersebut.

Saran saya, sebaiknya anda menyimpan arsip aplikasi ini (belum terisi). Sehingga bila dikemudian hari aplikasi yang anda isi error, masih ada cadangan untuk menyalin ke yang baru.

Aplikasi Raport Tematik MI MTs MA

Demikian dari kami, supaya dapat mambantu dan bermanfaat untuk pendidikan di Indonesia. Amin...

Jadi Cendekia Promes Prota Ktsp Sd Mi Mapel Umum Dan Pai


Seperti sebelumnya saya bagikan file download kegiatan tahunan (prota) dan kegiatan semester (promes) semua mata pelajaran untuk madrasah aliyah.

Kali ini saya juga ingin membagikan file download prota dan promes mapel umum kelas 4-6 dan PAI kelas 3-6 untuk SD dan MI. Bhs Indonesia, bhs inggris, ipa, ips, matematika, penjas, pkn, sbk, dan tematik kelas 1.

Cara Menyusun kegiatan tahunan (prota)


  1. menuliskan urutan jaring tema menyerupai pada pemetaan mapel selama satu tahun,
  2. mencantumkan waktu yang dialokasikan untuk setiap jaring tema pada satu tahun,
  3. menentukan alokasi jam pelajaran yang diharapkan setiap kelompok KD/ tema menurut cakupan dan kedalaman KD yang akan dicapai maksimal 31 jam per ahad untuk kelas 1 dan 2 serta 33 jam untuk kelas 3 (sesuai hukum pada standar isi)Minggu efektif tiap sekolah/madrasah diatur sendiri asalkan dalam satu tahun tidak kurang dari 34 ahad dan tidak lebih dari 38 minggu. Pada lampiran ini dicontohkan 17 ahad efektif pada 1 semester.

Cara Menyusun kegiatan semester (promes)


  1. merinci alokasi waktu untuk tiap kelompok KD menyerupai pada prota ditambahkan waktu ulangan yang direncanakan,
  2. menambahkan rincian bulan dan ahad dalam 1 semester dengan pendistribusian jam pelajaran efektif tiap ahad yang dipakai untuk mencapai tiap KD. Urutan penyajian KD diubahsuaikan dengan pemetaan yang telah dilakukan. Pengaturan urutan penyajian yang telah dirancang pada jaring tema dituliskan pada prosem.

mapel PAI
mapel umum

Semoga dapat membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

Jadi Arif Kumpulan File Lengkap Pengukuhan Sd Mi Terbaru


Kumpulan File Lengkap Akreditasi SD MI. File Akreditasi ini sudah lengkap sesuai yang diharapkan menjelang pelaksanaan akreditasi. mencakup 8 standar [standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), standar sarana pra sarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian.

Selain itu, juga lengkap dengan dokumen pendukung lainnya. Meliputi; format perangkat berguru (prota promes, rpp, silabus), rencana kerja madrasah, kegiatan kerja, struktur kurikulum, beban mengajar, manajemen bimbingan konseling, kegiatan pelajaran, organisasi kelas, jurnal harian kelas, catatan harian kelas, laporan berguru diluar kelas, format kkm dan kbm, administrasi sekolah dan kepegawaian, dan masih banyak lagi.

Nah jikalau sekolah anda akan melakukan akreditasi, sebaiknya dipersiapkan dari sekarang. biar nantinya tidak terburu-buru. Silahkan download pada link dibawah ini:

  1. Standar Isi : cek disini
  2. Standar Proses : cek disini
  3. Standar Kompetensi Lulusan : cek disini
  4. Standar PTK : Unduh
  5. Standar Sarana/Prasarana : cek disini
  6. Standar Pengelolaan : cek disini
  7. Standar Pembiayaan : cek disini
  8. Standar Penilaian : cek disini
  9. Dokumen Pendukung : cek disini

Demikian saja dari perihal Kumpulan File Lengkap Akreditasi SD MI. Semoga dapat membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

Jadi Bakir Pola Manajemen Kepala Sekolah Sd Mi Smp Mts Ma Format Word


Contoh Administrasi Kepala Sekolah SD MI Sekolah Menengah Pertama MTs MA ini saya bagikan kepada anda semua dalam bentuk format ms word yang sanggup anda edit sesuai kebutuhan dan impian masing-masing sebagai kelengkapan dokumen kepala sekolah / madrasah yang pastinya diharapkan pada ketika mengikuti jadwal akreditasi.

Semua aktivitas yang dilakukan di sekolah itu sering disebut aktivitas administrasi. Dalam manajemen Kepala Sekolah, pencatatan data dikelompokkan menjadi :

  1. Administrasi pengajaran.
  2. Administrasi kesiswaan.
  3. Administrasi kepegawaian.
  4. Administrasi keuangan.
  5. Administrasi perlengkapan/barang.

Dengan ringkas sanggup disebutkan, tujuan penulisan pedoman manajemen ini yakni :

  1. Menjabarkan secara operasional aktivitas manajemen pendidikan yang tercantum dalam buku pedoman manajemen dan supervisi.
  2. Menjadi pegangan bagi kepala sekolah, guru, dan tenaga lainnya.
  3. Menyeragamkan sistem pelatihan manajemen sekolah

Disadari bahwa masih banyak yang harus diperbaiki dan dilengkapi, semoga sanggup memenuhi kebutuhan pembinaan. Untuk itu pedoman ini sanggup dijabarkan lagi sesuai dengan jenis dan kebutuhan sekolah masing-masing.

Administrasi pengajaran


  1. Daftar pembagian kiprah mengajar bagi guru
  2. Buku investigasi persiapan mengajar
  3. Buku penyelesaian perkara di sekolah
  4. Buku hubungan kemasyarakatan
  5. Persiapan mengajar
  6. Buku jadwal bimbingan
  7. Buku pencapaian sasaran dan daya serap kurikulum
  8. Daftar penyerahan buku nilai hasil belajar
  9. Buku kunjungan pengawas ke sekolah
  10. Buku pengaduan, masukan, kritik, dan saran
  11. Buku notulen rapat guru/komite
  12. Buku ekspedisi
  13. Buku tamu umum
  14. Buku tamu khusus
  15. Buku supervisi kelas

Administrasi kesiswaan


  1. Formulir registrasi siswa baru
  2. Buku calon penerima didik baru
  3. Buku penerima didik baru
  4. Buku klapper (buku daftar nama siswa menurut abjad)
  5. Papan bolos harian siswa
  6. Papan rekapitulasi ketidakhadiran harian siswa
  7. Buku rekap mutasi siswa
  8. Pendaftaran masuk sma/ma/smk
  9. Buku kenaikan kelas
  10. Buku prestasi siswa akademik / non akademik

Administrasi kepegawaian


  1. Buku catatan evaluasi pegawai negeri sipil
  2. Buku diklat/penataran
  3. Buku penghargaan
  4. Buku seminar/lokakarya
  5. Buku izin keluar pegawai/guru
  6. Buku piket guru

Administrasi keuangan


  1. Buku kas umum
  2. Buku kas pembantu
  3. Rencana pelaksanaan pembelajaran
  4. Surat permohonan pindah sekolah
  5. Surat keterangan pindah sekolah
  6. Surat keterangan telah mendapatkan siswa pindahan
  7. Buku keadaan barang inventaris lainnya

Berkas lainnya


  1. Daftar hasil ujian final madrasah berstandar nasional
  2. Daftar rekapiltulasi kenaikan kelas / kelulusan
  3. Buku penyerahan laporan evaluasi hasil berguru ( raport)
  4. Buku penyerahan ijazah
  5. Buku investigasi manajemen pembelajaran

Contoh Administrasi Kepala Sekolah SD MI Sekolah Menengah Pertama MTs MA Format Word

Semoga sanggup membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

File: www.gurusd.net