Showing posts sorted by relevance for query cara-mengatur-jadwal-kelas-mingguan-di. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query cara-mengatur-jadwal-kelas-mingguan-di. Sort by date Show all posts

Thursday, 12 September 2019

Jadi Pintar Cara Mengatur Jadwal Kelas Mingguan Di Simpatika


Cara Mengatur Jadwal Kelas Mingguan di Simpatika. Bicara verifikasi dan validasi (verval) simpatika ini pekerjaan yang memusingkan kepala bagi admin / operator sekolah. Jadwal kelas mingguan berisi warta jadwal kegiatan berguru mengajar di sekolah, menyerupai jadwal mata pelajaran perkelas tiap minggunya.

Dengan mengisi jadwal ini, PTK tidak perlu lagi mengisi riwayat mengajar secara manual, sebab akan secara otomatis sistem mengambil riwyat mengajar sesuai dengan jadwal yang telah dibuat. Hal ini juga penting untuk dilakukan sebelum mencetak usulan verval S25a.

Prosedur penyusunan jadwal kelas mingguan


  1. Menetapkan Kompetensi di Profil Sekolah (khusus SMA/MA dan SMK/MAK).
  2. Menetapkan pilihan Jenis Kurikulum KTSP/K13 pada setiap tingkat.
  3. Sinkronisasi Mata Pelajaran Nasional pada setiap tingkat sesuai kurikulum yang telah dipilih
  4. Menyusun Mata Pelajaran Jenis Muatan Lokal
  5. Pengaturan data siswa (opsional)
  6. Menyusun Kelas-Kelas pada setiap tingkat.
  7. Mengatur model (template) kelas.
  8. Menyusun Jadwal Kelas Mingguan (Termasuk set kurikulum per tingkat)

Pengaturan Jadwal Kelas Mingguan


  1. Menetapkan Kompetensi di Profil Sekolah (khusus SMA/MA dan SMK/MAK),
  2. Menetapkan pilihan Jenis Kurikulum KTSP/K13 pada setiap tingkat
  3. Pengaturan Data Siswa (Tambah Siswa).
  4. Set Kelas/Rombel.
  5. Mengatur model (template) kelas. Sebelum Anda menciptakan jadwal kelas mingguan, tentukan dahulu model jadwal yang akan dipakai pada masing-masing kelas.

Mengatur model jadwal


  1. Pilih submenu Jadwal pada hidangan Sekolah.
  2. Pada dasbor Jadwal, pilih >>Kelola Model untuk Jadwal Kelas
  3. Pada halaman gres yang muncul, klik tombol >>Buat Model gres
  4. Isi data Model Jadwal Baru. Klik >>Simpan jikalau sudah sesuai.
  5. Selanjutnya, akan ditampilkan template default model jadwal sesuai jumlah jam berguru mengajar yang telah Anda tentukan sebelumnnya.
  6. Isikan data jadwal pelajaran / Tatap Muka pada tabel, klik pada kolom yang ada
  7. Edit kegiatan tiap jam tatap muka sesuai peraturan sekolah Anda. Pilih jenis kegiatan dan durasi kegiatan tersebut, misal hari Senin jam pertama ialah Upacara. Klik Tombol Simpan jikalau sudah benar
  8. Model jadwal berhasil dibuat. Ulangi langkah ke-3 untuk menciptakan Model Jadwal yang lainnya.

Untuk diperhatikan bahwa menciptakan model kelas tidak harus 1 model / kelas, misal SD/MI ada 6 kelas ada 6 model jadwal. Tapi dalam menciptakan model kelas ini sesuaikan dengan jam pelajaran di sekolah masing-masing termasuk jam istirahat. Contoh (SD/MI) ada 6 kelas, kelas 1-3 ada 7 jam pelajaran (termasuk istirahat), kelas 4-6 ada 9 jam pelajaran. Maka kita hanya butuh 2 model jadwal.

Juga dalam menciptakan model jadwal ini, perhatikan jumlah JTM (jam tatap muka) setiap kelas per-minggu sesuai dengan alokasi waktu JTM yang telah ditetapkan olek kurikulum nasional.

Mengisi Jadwal Kelas


Menyusun Jadwal Kelas Mingguan (Memasukan Model Jadwal Kedalam Kelas).

  1. Untuk memasukan Model jadwal yang telah Anda buat kedalam masing-masing kelas, silakan kembali ke halaman dasbor Jadwal, pilih hidangan Jadwal Kelas >> Lihat Jadwal Mingguan >> Klik tombol Pilih Kelas
  2. Selanjutnya, Pilih kelas yang Anda inginkan
  3. Pilih model jadwal yang akan dimasukkan pada kelas tersebut. Klik icon , pilih model jadwal yang sesuai. Klik Ya untuk melanjutkan
  4. Untuk memasukan mata pelajaran pada tiap jadwal jam tatap muka, klik pada kolom yang masih kosong
  5. Isikan data kegiatan yang diinginkan. Klik tombol Simpan jikalau sudah sesuai
  6. Ulangi langkah diatas sampai semua kolom terisi dengan kegiatan tatap muka

Selesai, semoga bermanfaat...

Jadi Pintar Solusi Munculnya Tidak Linear Ketika Cetak Skmt Dan Skbk


Solusi Munculnya Tidak Linear Saat Cetak SKMT dan SKBK. Fitur terbaru Simpatika meluncurkan cetak SKMT dan anjuran SKBK untuk menghitung beban kerja guru RA / Madrasah, sebagai dasar kelayakan guru untuk mendapatkan proteksi profesi atau sertifikasi.

Namun secara umum dikuasai guru atau PTK masih gundah dengan munculnya tidak linear pada status linearitas.

Kenapa sanggup muncul menyerupai itu? berdasarkan isu yang saya dapatkan dari pendma kemenag kabupaten, ada tiga hal yang menciptakan tidak linear pada status linearitas.

  1. Kesesuaian Mata Pelajaran yang diajarkan dengan Mata Pelajaran yang tertera di NRG,
  2. Status Verval NRG,dan
  3. Nama Mata Pelajaran yang diisikan dalam Jadwal Mengajar Mingguan.

Dan untuk memperbaiki hal tersebut, silahkan perhatikan langkah demi langkah berikut :

1. Nama mata pelajaran tidak sesuai kurikulum nasional


Coba perhatikan gambar diatas.
Sama-sama Bahasa Inggris tapi pada mapel yang berkotak merah pada Kurikulum Nasional bertanda strip (-), dan yang lainnya tertulis sesuai nama mapel. Meskipun nama pelajaran sama, hal ini oleh sistem dianggap sebagai mata pelajaran yang tidak sesuai dengan kurikulum.

Solusi

  1. Cek mata pelajaran yang tertulis di sajian Sekolah > Kurikulum > Daftar Mata Pelajaran
  2. Hapus mata pelajaran yang pada "kurikulum nasional" berisi tanda strip dengan cara klik tanda di ujung kanan kemudian pilih Hapus Pelajaran.
  3. Cek kembali isian Jadwal Kelas Mingguan. Ganti nama 'mata pelajaran yang tidak sesuai dengan kurikulum nasional' dengan 'mata pelajaran yang sesuai kurikulum'

Baca : Cara mengatur aktivitas kelas mingguan

2. Sesuaikan Mapel yang Diampu dengan Mapel NRG / Sertifikasi Guru


Pastikan mata pelajaran yang diajarkan oleh guru sesuai dengan akta pendidik dan mata pelajaran dalam NRG guru yang bersangkutan.

Jika seorang guru mempunyai akta pendidik sebagai guru Bahasa Indonesia, silahkan isi mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam Jadwal Kelas Mingguan. Guru dengan akta pendidik Pendidikan Agama Islam mengajar mata pelajaran Al Alquran Hadits, Akidah Akhlak, Fikih, atau Sejarah Kebudayaan Islam.

Bagaimana bagi pendidik yang belum bersertifikat pendidik? Ya, terima saja apa adanya (jangan hingga ada apanya) dengan status 'tidak linear' yang diberikan.

3. Status Verval NRG


Status linear atau tidak linear juga terkait dengan status Verval NRG yang telah dilakukan.

Pendidik yang telah melaksanakan verval NRG dan pengajuannya disetujui dengan ditandai munculnya NRG di dasbor PTK yang sanggup linear. Sebaliknya, jikalau anjuran Verval NRG yang dilakukan masih dalam proses maka tidak akan linear.

Pun bagi pendidik yang belum mempunyai NRG, meskipun telah mempunyai akta pendidik dan mengampu mata pelajaran sesuai dengan akta pendidik yang dimiliki tetap tidak sanggup linear dalam anjuran SKBK dan SKMT.

Berarti harus memenuhi ketiga syarat di atas?

Benar. Agar SKMT dan SKBK yang diajukan linear harus memenuhi ketiga syarat tersebut, Jika belum dan ingin memperbarui:

Baca : cara membatalkan SKMT dan SKBK
Guru yang belum bersertifikat pendidik, belum mempunyai NRG, atau status verval NRG-nya masing dalam proses berarti akan tidak linear, dong? Iya lah, masak iya dong...!

Karena guru yang belum bersertifikat pendidik tentunya tidak layak mendapatkan TPG. Guru bersertifikat pendidik tetapi mengampu mata pelajaran yang tidak sesuai dengan akta pendidiknya pun tidak layak mendapatkan TPG, meskipun ketidaksesuaian mata pelajaran tersebut dikarenakan kesalahan dalam menentukan nama mata pelajaran.

Kejam, kan? begitulah jikalau sistem yang bicara. ups... emang sistem sanggup bicara?
"Kalo bulan sanggup ngomong... ia niscaya tak akan bohong..." lanjutkan sendiri nyanyinya yah.

Untuk guru yang belum bersertifikat pendidik atau sudah tetapi mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan sertifikatnya memang 'tiada maaf bagimu'.

Namun kita berharap dan berdoa saja semoga ada kebijakan khusus, terutama bagi rekan-rekan guru yang tengah menjalani proses Verval NRG biar status linearitas dalam SKMT (Surat Keterangan Melaksanakan Tugas) dan SKBK (Surat Keterangan Beban Kerja) tetap dianggap linear.

Jika sudah final cetak, silahkan pribadi ke pengesahan oleh kepala madrasah

Update 2016
Karena linear mengacu pada NRG, maka jikalau NRG belum muncul di sistem tidak akan liner. Kata admin kabupaten jikalau tidak linear-nya alasannya ialah NRG yang belum muncul (tidak sanggup verval NRG) di sistem simpatika, maka tidak ada problem sekalipun di SKMT tidak linear.