Kurikulum, pembelajaran, dan penilaian merupakan komponen penting dalam acara pembelajaran. Komponen tersebut saling terkait antara satu dengan yang lain. Kurikulum sebagai seperangkat planning meliputi tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang dipakai sebagai pedoman penyelenggaraan acara pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Pembelajaran dilakukan sebagai upaya untuk mencapai kompetensi yang dirumuskan dalam kurikulum. Sementara itu, penilaian bersahabat kaitannya dengan informasi seputar akseptor didik dan pembelajarannya. Penilaian ialah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil berguru akseptor didik. Dalam melaksanakan penilaian, pendidik dan satuan pendidikan harus mengacu pada Standar Penilaian Pendidikan.
Mengelola pembelajaran dan penilaian dengan bermutu ialah kiprah pendidik dan satuan pendidikan. Dengan melaksanakan pembelajaran dan penilaian, pendidik akan bisa menjalankan fungsi sumatif penilaian yakni mengukur dan menilai tingkat pencapaian kompetensi akseptor didik serta mendeskripsikan capaian hasil pembelajaran akseptor didik, dan fungsi formatif yakni mendiagnostik kesulitan berguru akseptor didik dalam pembelajaran, memberi petunjuk bagi pendidik dan akseptor didik dalam meningkatkan mutu pembelajaran, mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran, sehingga sanggup dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan, dan perbaikan proses pembelajaran yang telah dilakukan.
Penilaian sebagai fungsi sumatif ketika ini dikenal dengan istilah penilaian atas pembelajaran (assessment of learning ) sedangkan penilaian sebagai fungsi formatif ketika ini lebih dikenal sebagai penilaian sebagai pembelajaran ( assessment as learning) dan penilaian untuk pembelajaran ( assessment for learning).
Berikut ini pengertian-pengertian terkait penilaian yang ada dalam panduan ini.
Standar Penilaian Pendidikan ialah kriteria mengenai lingkup, tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil berguru akseptor didik yang dipakai sebagai dasar dalam penilaian hasil berguru akseptor didik.
Penilaian ialah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil berguru akseptor didik.
Pembelajaran ialah proses interaksi yang direncanakan antara akseptor didik dengan akseptor didik lainnya, dengan pendidik dan sumber berguru pada suatu lingkungan belajar.
Penilaian hasil berguru oleh pendidik ialah proses pengumpulan informasi/data perihal capaian pembelajaran akseptor didik dalam aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan yang dilakukan secara terjadwal dan sistematis yang dilakukan untuk memantau proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil berguru melalui penugasan dan penilaian hasil belajar.
Penilaian hasil berguru oleh satuan pendidikan ialah proses pengumpulan informasi/data perihal capaian pembelajaran akseptor didik dalam aspek pengetahuan dan aspek keterampilan yang dilakukan secara terjadwal dan sistematis dalam bentuk penilaian tamat dan ujian sekolah/madrasah.
Penilaian harian (PH) ialah acara yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar.
Penilaian tengah semester (PTS) ialah acara yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar akseptor didik sehabis melaksanakan acara pembelajaran selama 8-9 minggu. Cakupan penilaian tengah semester meliput seluruh KD pada periode tersebut.
Penilaian tamat semester (PAS) ialah acara yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi akseptor didik di tamat semester ganjil. Cakupan PAS meliputi seluruh KD pada semester ganjil.
Penilaian tamat tahun (PAT) ialah acara yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi akseptor didik di tamat semester genap. Cakupan PAT meliputi seluruh KD pada semester genap.
Ujian Sekolah/Madrasah ialah acara yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi akseptor didik sebagai akreditasi prestasi berguru dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan.
Penilaian sikap merupakan acara yang dilakukan untuk memperoleh informasi deskriptif mengenai sikap akseptor didik di dalam dan di luar pembelajaran.
Penilaian pengetahuan merupakan acara yang dilakukan untuk mengukur penguasaan pengetahuan akseptor didik.
Penilaian keterampilan merupakan acara yang dilakukan untuk mengukur kemampuan akseptor didik dalam menerapkan pengetahuan dalam melaksanakan kiprah tertentu.
Prinsip penilaian ialah asas yang mendasari penilaian dalam pembelajaran.
Mekanisme penilaian ialah mekanisme dan metode penilaian yang dilakukan oleh pendidik.
Prosedur penilaian ialah langkah-langkah penilaian yang dilakukan oleh pendidik.
Teknik penilaian ialah cara yang dipakai oleh pendidik untuk melaksanakan penilaian dengan memakai banyak sekali bentuk instrumen penilaian.
Instrumen penilaian ialah alat yang disusun dan dipakai untuk mengumpulkan dan mengolah informasi untuk mengukur pencapaian hasil berguru akseptor didik.
Kriteria Ketuntasan Minimal yang selanjutnya disebut KKM ialah kriteria ketuntasan berguru yang ditentukan oleh satuan pendidikan yang mengacu pada standar kompetensi lulusan, dengan mempertimbangkan karakteristik akseptor didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan.
Selengkapnya bagikan Panduan Penilaian Siswa MI SD Kurikulum 2013 Terbaru Revisi 2017 ini dalam format PDF yang bisa anda unduh pada link di bawah ini:
Sahabat guru yang budiman, sehabis kemarin kami sudah membagikan kumpulan format evaluasi untuk PAUD. Nah datang ketika kami bagikan hal yang sama, namun ketika ini khusus SD, MI atau yang sederajat. Format dan panduan evaluasi ini termasuk rangkuman dari postingan sebelumnya supaya anda dapat dengan gampang mencari dan menentukan sesuai harapan masing-masing.
Pada kurikulum 2013 format evaluasi untuk SD / MI sangat berbeda sekali dengan pendidikan tingkat menengah yang tetap memakai mata pelajaran satu-satu, tapi untuk SD / MI ada perubahan pada mata pelajaran ialah menjadi Tematik. Kaprikornus semua mata pelajaran umum menyerupai matematika, bahasa indonesia, ipa, ips, dan lain-lain disatukan dalam satu tema kecuali olahraga. Dan adanya perubahan tersebut, tentunya semua aspek evaluasi juga berubah secara signifikan.
Karena itulah, sengaja kami rangkum macam-macam format dan pedoman / panduan evaluasi untuk SD / MI yang beralih memakai kurikulum 2013 untuk memudahkan para guru / pendidik dalam menciptakan format nilai siswa, dan anda tinggal mengeditnya sesuai kondisi forum masing-masing.
Baiklah pribadi ke point saja semoga tidak ngantuk ya. Silahkan anda download format / pedoman menyerupai apa yang anda inginkan, pada link dibawah ini:
Download Contoh Raport Format Word Terbaru disini Contoh Format KI-1 dan KI-2 Sikap Spiritual dan Sosial disini Contoh Format Instrumen Penilaian Sikap Spiritual dan Sosial disini Penilaian Aspek Pengetahuan dan Keterampilan disini Langkah Program Remedial Hasil Penilaian Siswa disini Panduan Penilaian Siswa Terbaru Revisi 2017 disini Aplikasi Raport Madrasah Ibtidaiyah Terbaru Revisi 2016 disini Kumpulan Latihan Soal Ujian Akhir Semester Ganjil disini Panduan / Pedoman Penilaian SD MI disini Aplikasi Raport / Penilaian Kelas 1 4 SD disini Download Aplikasi Raport MI Revisi 2016 disini Download Aplikasi Raport MI Versi Kemenag Jatim disini Aplikasi Penilaian Kelas 1 dan Kelas 4 Revisi 2016 disini
Seperti itulah rangkuman dokumen evaluasi untuk SD / MI kurikulum 2013 sebagai tumpuan dalam penyusunan perangkat sesuai kondisi / aktivitas masing-masing lembaga, semoga bermanfaat...
Panduan / Pedoman Penilaian SD MI Revisi Kurikulum 2013 Terbaru. Berdasarkan fungsinya, evaluasi sering dibedakan dalam dua kelompok yaitu evaluasi formatif dan sumatif. Penilaian formatif berfungsi untuk memberi umpan balik terhadap kemajuan berguru penerima didik, memperbaiki proses pengajaran atau pembelajaran dalam rangka meningkatkan pemahaman atau prestasi berguru penerima didik. Penilaian sumatif berungsi untuk menilai pencapaian siswa pada suatu periode waktu tertentu. Pada perkembangan terakhir evaluasi dibedakan dalam tiga kelompok, yaitu assessment of learning, assessment for learning, dan assessment as learning.
Sejalan dengan perbedaan fungsi penilaian, metode yang dipakai juga berbeda. Sebagai contoh, pada assessment for learning metode yang dipakai hendaknya yang sanggup memperlihatkan secara terperinci pemahaman atau penguasaan dan kelemahan penerima didik terhadap suatu materi. Karena evaluasi formatif menyatu pada proses pembelajaran dan fokus pada umpan balik bagi pembelajaran. Untuk ini sanggup dipakai aneka macam metode sehingga memberi informasi yang komprehensif dan objektif menyerupai bertanya, percakapan, dan tugas-tugas.
Sementara untuk evaluasi sumatif, sesuai tujuannya, evaluasi dilakukan pada waktu tertentu contohnya tengah semester, selesai semester, kenaikan kelas, dan selesai suatu jenjang pendidikan. Metode atau instrumen yang sanggup dipakai ujian atau tes. Selama ini assessment of learning paling secara umum dikuasai dilakukan oleh pendidik dibandingkan assessment for learning dan assessment as learning. Diharapkan, dikala ini pendidik lebih mengutamakan assessment as learning dan assessment for learning dibandingkan assessment of learning
Teknik Penilaian
a. Penilaian Sikap
Penilaian sikap dimaksudkan sebagai evaluasi terhadap sikap penerima didik dalam proses pembelajaran yang meliputi sikap spiritual dan sosial. Penilaian sikap mempunyai karakteristik yang berbeda dari evaluasi pengetahuan dan keterampilan sehingga teknik evaluasi yang dipakai juga berbeda. Dalam hal ini, evaluasi sikap lebih ditujukan untuk membina sikap dalam rangka pembentukan karakter penerima didik.
Sikap Spiritual; Kompetensi sikap spiritual (KI-1) yang akan diamati ialah menerima, menjalankan, dan menghargai pedoman agama yang dianutnya.
Sikap Sosial; Kompetensi sikap sosial (KI-2) yang akan diamati meliputi sikap antara lain: jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga, dan negara.
b. Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan (KD dari KI-3) dilakukan dengan cara mengukur penguasaan penerima didik yang meliputi dimensi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognisi dalam aneka macam tingkatan proses berpikir.
Prosedur penilaian pengetahuan dimulai dari penyusunan perencanaan, pengembangan instrumen penilaian, pelaksanaan penilaian, pengolahan, dan pelaporan, serta pemanfaatan hasil penilaian. Hasil evaluasi pencapaian pengetahuan dilaporkan dalam bentuk angka, predikat, dan deskripsi. Angka memakai rentang nilai 0 hingga dengan 100. Predikat disajikan dalam karakter A, B, C, dan D. Rentang predikat (interval) ini ditentukan oleh Satuan Pendidikan dengan mempertimbangkan KKM.
Deskripsi dibentuk dengan memakai kalimat yang bersifat memotivasi dengan pilihan kata/frasa yang bernada positif. Teknik evaluasi pengetahuan memakai tes tertulis, lisan, dan penugasan.
1. Tes Tertulis
Tes tertulis ialah tes yang soal dan jawabannya secara tertulis, antara lain berupa pilihan ganda, isian, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen tes tertulis dikembangkan dengan mengikuti langkah-langkah:
Melakukan analisis
Menyusun kisi-kisi soal sesuai dengan KD.
Menulis soal menurut kisi-kisi dan mengacu pada kaidah-kaidah penulisan soal.
Menyusun pedoman penskoran.
Melakukan penskoran menurut pedoman penskoran.
2. Tes Lisan
Tes mulut berupa pertanyaan-pertanyaan, perintah, kuis yang diberikan pendidik secara mulut dan penerima didik merespon pertanyaan tersebut secara lisan. Tes mulut bertujuan menumbuhkan sikap berani berpendapat, mengecek penguasaan pengetahuan untuk perbaikan pembelajaran, percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi secara efektif. Langkah-langkah pelaksanaan tes mulut sebagai berikut:
Melakukan analisis KD.
Menyusun kisi-kisi soal sesuai dengan KD.
Membuat pertanyaan atau
Menyusun pedoman penilaian
Memberikan tindak lanjut hasil tes lisan
3. Penugasan
Penugasan ialah pertolongan kiprah kepada penerima didik untuk mengukur pengetahuan dan memfasilitasi penerima didik memperoleh atau meningkatkan pengetahuan. Tugas sanggup dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai karakteristik tugas. Tugas tersebut sanggup dilakukan di sekolah, di rumah, atau di luar sekolah.
c. Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan (KD dari KI-4) dilakukan dengan teknik penilain kinerja, evaluasi proyek, dan portofolio. Penilaian keterampilan memakai angka dengan rentang skor 0 hingga dengan 100, predikat, dan deskripsi.
Penilaian kinerja (performance assessment) ialah evaluasi yang menuntut penerima didik untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuannya ke dalam aneka macam macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Pada evaluasi kinerja, penekanannya sanggup dilakukan pada proses atau produk.
Penilaian kinerja yang menekankan pada produk disebut evaluasi produk, contohnya poster, puisi, dan kerajinan. Penilaian kinerja yang menekankan pada proses disebut evaluasi praktik, contohnya bermain sepak bola, memainkan alat musik, menyanyi, melaksanakan pengamatan memakai mikroskop, menari, bermain peran, dan membaca puisi.
2) Penilaian Proyek
Penilaian proyek merupakan aktivitas evaluasi terhadap suatu kiprah yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa rangkaian aktivitas mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengolahan data, dan pelaporan.
Pada evaluasi proyek ada 4 (empat) hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu:
Kemampuan pengelolaan; Kemampuan penerima didik dalam menentukan topik, mencari informasi, mengelola waktu pengumpulan data, dan penulisan laporan yang dilaksanakan secara kelompok.
Relevansi; Kesesuaian kiprah proyek dengan muatan pelajaran.
Keaslian; Proyek yang dilakukan penerima didik harus merupakan hasil karya sendiri di bawah bimbingan pendidik.
Inovasi dan kreativitas; Proyek yang dilakukan penerima didik mengandung unsur-unsur kebaruan atau sesuatu yang berbeda dari biasanya.
3) Penilaian Portofolio
Portofolio merupakan kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya penerima didik dalam bidang tertentu yang mencerminkan perkembangan (reflektif-integratif) dalam kurun waktu tertentu. Pada selesai periode portofolio tersebut dinilai oleh pendidik bahu-membahu dengan penerima didik dan selanjutnya diserahkan kepada pendidik pada kelas berikutnya dan dilaporkan kepada orangtua sebagai bukti autentik perkembangan penerima didik.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan panduan dalam penggunaan evaluasi portofolio di sekolah ialah sebagai berikut:
karya orisinil penerima didik
saling percaya antara pendidik dan penerima didik
kerahasiaan bersama antara pendidik dan penerima didik
milik bersama antara penerima didik dan pendidik
kepuasan pada diri penerima didik
kesesuaian dengan kompetensi dalam kurikulum
penilaian proses dan hasil
penilaian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran.
Bentuk portofolio
File folder yang bisa dipakai untuk menyimpan aneka macam hasil karya terkait dengan produk seni (gambar, kerajinan tangan, dan sebagainya).
Album berisi foto, video, audio.
Stopmap berisi tugas-tugas imla/dikte dan goresan pena (karangan, catatan) dan sebagainya.
Buku siswa yang disusun menurut Kurikulum 2013, juga merupakan portofolio penerima didik SD.
Dalam memakai portofolio, pendidik beserta penerima didik perlu memperhatikan hal-hal berikut:
masing-masing penerima didik mempunyai portofolio sendiri yang di dalamnya memuat hasil berguru penerima didik;
menentukan hasil kerja yang perlu dikumpulkan/disimpan;
sewaktu-waktu penerima didik diharuskan membaca catatan pendidik yang berisi komentar, masukan, dan tindakan lebih lanjut yang harus dilakukan penerima didik dalam rangka memperbaiki hasil kerja dan sikap;
peserta didik dengan kesadaran sendiri menindaklanjuti catatan pendidik;
catatan pendidik dan perbaikan hasil kerja yang dilakukan penerima didik perlu diberi tanggal sehingga perkembangan kemajuan berguru penerima didik sanggup terlihat.
Itulah sedikit ulasan dari perihal Panduan / Pedoman Penilaian SD MI Revisi Kurikulum 2013 Terbaru, untuk selengkapnya bisa anda download file pdf pada link di bawah ini:
Aplikasi Rapor Madrasah Ibtidaiyah Kelas 1 2 4 5 Kurikulum 2013 dapat menjadi pilihan tumpuan anda dalam melaksanakan rekapitulasi nilai siswa, untuk keseragaman sebaiknya minta rekomendasi kepada atasan yakni Kementerian Agama. Aplikasi ini dinamakan Aplikasi Raport Untuk Madrasah Ibtidaiyah Kurikulum 2013 disingkat ARUMI K-13
ARUMI memungkinkan memuat 50 nama siswa yang dibentuk dan dikembangkan dengan berdasar pada: Permen No. 57 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 SD/MI; Permenag No. 000912 Tahun 2013 Tentang Kurikulum 2013 Mapel PAI dan Bahasa Arab; Panduan Teknis Penilaian Kurikulum 2013 di Madrasah Ibtidaiyah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia Dirjen Pendidikan Islam Direktorat Pendidikan Madrasah Tahun 2014 Permendikbud RI No 53 Tahun 2015 wacana Penilaian Hasil Belajar Oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah; dan Panduan Penilaian Untuk Sekolah Dasar yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan SD Tahun 2015.
Teknik dan Pengolahan Nilai sebagai berikut :
1. KI-1 Aspek Spiritual
Asumsi setiap siswa berprilaku Baik ( B )
Bila Menonjol Baik dinilai Sangat Baik ( SB )
Bila Menonjol Kurang Baik dinilai Perlu Pembinaan ( PB )
Laporan di raport dalam bentuk DESKRIPSI
2. KI-2 Aspek Sosial
Asumsi setiap siswa berprilaku Baik ( B )
Bila Menonjol Baik dinilai Sangat Baik ( SB )
Bila Menonjol Kurang Baik dinilai Perlu Pembinaan ( PB )
Laporan di raport dalam bentuk DESKRIPSI
3. KI-3 Aspek Pengetahuan
Menggunakan angka dengan rentang 0 - 100 dan Deskripsi
Penilaian Harian ( PH ) : (1) PH memakai 3 teknik yaitu Tes Tertulis, Lesan atau Penugasan; (2) PH secara Tes Tertulis dilakukan minimal satu kali per satu
Penilaian Tengah Semester ( Perguruan Tinggi Swasta ) : (1) Perguruan Tinggi Swasta dilaksanakan sesudah simpulan separuh dari jumlah tema dalam 1 atau 8 - 9 ahad efektif; (2) Perguruan Tinggi Swasta berbentuk Tes Tertulis; dan (3) Jadwal PTS.
Penilaian Akhir Semester ( PAS ) : (1) PAS dilaksanakan sesudah simpulan tema dalam 1; (2) PAS berbentuk Tes Tertulis; dan (3) Jadwal PAS.
Nilai Akhir memakai MEAN ( rata-rata nilai ) masing-masing KD dari PH, Perguruan Tinggi Swasta dan PAS
Rumus Nilai Akhir pada Raport ialah = NA= 2(PH)+(PTS)+(PAS) / 4
Laporan dalam raport dalam bentuk ANGKA (0-100), PREDIKAT dan DESKRIPSI
Deskripsi yang muncul di raport ialah deskripsi KD tertinggi dan KD terendah
4. KI-4 Aspek Ketrampilan
Menggunakan angka dengan rentang 0 - 100 dan Deskripsi
Penilaian Ketrampilan memakai 3 teknik yaitu Kinerja, Proyek atau Portofolio
satu KD dapat dinilai dengan salah satu dari 3 teknik atau lebih dari satu teknik: (1) Nilai Proses memakai MAX ( Nilai Tertinggi ) jika memakai 1 teknik; (2) Nilai Proses memakai MEAN ( Rata-rata Nilai ) jika memakai lebih dari 1 teknik.
Nilai Akhir memakai MEAN ( rata-rata nilai ) dari semua KD
Laporan dalam raport dalam bentuk ANGKA (0-100), PREDIKAT dan DESKRIPSI
Deskripsi yang muncul di raport ialah deskripsi KD tertinggi dan KD terendah
Download Aplikasi rapor MI kelas 1 2 4 5 kurikulum 2013 excel
Sahabat Edukasi yang berbahagia... Di tahun pelajaran 2018/2019 ini, saya akan share links download / unduh gratis Buku Kurikulum 2013 mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti SD/MI Kelas 5 Edisi Revisi 2017 baik yang untuk Guru maupun Siswa. Sebagaimana disampaikan dalam kata pengantar dalam buku Pendidikan Agama dan Budi Pekerti SD/MI Kelas 5 Edisi Revisi 2017 bahwasannya Kurikulum 2013 disusun untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya dengan pendekatan pembelajaran aktif menurut nilai-nilai agama dan budaya bangsa. Berkaitan dengan hal ini, Pemerintah telah melaksanakan penyesuaian beberapa nama mata pelajaran yang antara lain ialah mata pelajaran Pendidikan Agama Islam menjadi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.
Kurikulum 2013 sudah tidak lagi memakai standar kompetensi (SK) sebagai pola dalam membuatkan kompetensi dasar (KD). Sebagai gantinya, Kurikulum 2013 telah menyusun kompetensi inti (KI). Kompetensi inti ialah tingkat kemampuan untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang harus dimiliki seorang penerima didik pada setiap kelas atau jadwal (Permendikbud No. 13 Tahun 2015, pasal 1, ayat 13).
Kompetensi Inti memuat kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang dikembangkan ke dalam Kompetensi Dasar (KD). KD ialah rujukan untuk mencapai kompetensi inti yang harus diperoleh penerima didik melalui pembelajaran (Permendikbud No. 13 Tahun 2015, pasal 1, ayat 14).
Perubahan sikap dalam pengamalan aliran agama dan kebijaksanaan pekerti menjadi perhatian utama. Tujuan penyusunan Buku Pegangan Guru ini ialah untuk memperlihatkan panduan bagi guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam merencanakan, melaksanakan, dan melaksanakan evaluasi terhadap proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Dalam buku ini terdapat lima hal penting yang perlu menerima perhatian khusus, yaitu: proses pembelajaran, penilaian, pengayaan, remedial, dan interaksi guru dengan orangtua penerima didik.
Untuk mewujudkan pembelajaran PAI dan Budi Pekerti yang efektif dan budaya Islami di sekolah, perlu adanya sinergi antara guru PAI dan BP dengan guru lainnya, serta perlu adanya pemberian dari kepala sekolah. Penciptaan budaya Islami sanggup dilakukan melalui pembelajaran PAI dan Budi Pekerti baik di dalam kelas maupun di luar kelas ibarat di musalla, masjid, laboratorium atau lainnya yang berada di lingkungan sekolah.
Penambahan jam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dimaksudkan untuk mengoptimalkan pengamalan agama Islam bagi penerima didik dan membentuk budaya Islami di sekolah. Oleh alasannya itu, peresapan metode adaptasi dan keteladanan mutlak di perlukan seperti: tadarus al-Qur'ān, doa sebelum dan setelah pembelajaran, salat duha, salat Ẓuhur berjamaah, PHBI, zikir bersama, outbound Islami, dan lain-lain.
Adapun link untuk mengunduh / download selengkapnya Pendidikan Agama dan Budi Pekerti SD/MI Kelas 5 Edisi Revisi 2017 untuk Guru dan Siswa SMP/MTs Kelas 5 (Lima) selengkapnya silahkan klik pada tombol tersemat dalam tampilan di bawah ini:
1. Download/Unduh Buku Guru SD/MI Kelas V Pendidikan Agama dan Budi Pekerti SD/MI Kelas 5 Edisi Revisi 2017
2. Download/Unduh Buku Siswa SD/MI Kelas V Pendidikan Agama dan Budi Pekerti SD/MI Kelas 5 Edisi Revisi 2017
Demikian buku kurikulum 2013 mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti SD/MI Kelas 5 Edisi Revisi 2017 untuk Guru dan Siswa ini saya bagikan. Semoga bermanfaat dan terimakasih... ...!
Di Indonesia, silabus merupakan pengaturan dan pembagian terstruktur mengenai seluruh kompetensi dasar suatu mata pelajaran dalam standar isi sehingga relevan dengan konteks madrasahnya dan siap dipakai sebagai panduan pembelajaran setiap mata pelajaran. Standar Isi merupakan standar minimal yang berisi Standar Kompetensi dan kompetensi dasar. Silabus berisi standar kompetensi dan kompetensi dasar, kegiatan pembelajaran, materi pokok/pembelajaran indikator pencapaian kom¬pe¬tensi, penilaian, sumber, dan alokasi waktu belajar.
Silabus berisikan komponen pokok yang sanggup menjawab permasalahan (a) kompetensi apa yang akan dikembangkan pada siswa (terkait dengan tujuan dan materi yang akan diajarkan), (b) cara mengembangkannya (terkait dengan metode dan alat yang akan dipakai dalam pembelajaran), dan (c) cara mengetahui bahwa kompetensi itu sudah dicapai oleh siswa (terkait dengan cara mengevaluasi terhadap penguasaan materi yang telah diajarkan).
Sesuai dengan struktur dan muatan kurikulum yang ditetapkan, pembelajaran di kelas IV- IV MI/SD memakai pendekatan mata pelajaran. Secara umum langkah penyusunan silabus dengan pendekatan mata pelajaran diringkas pada gambar diatas.
a. Identifikasi SK/KD, SKL, dan Struktur Kurikulum yang berkaitan dengan mata pelajaran tertentu
Sebelum menyusun silabus, perlu dilakukan pengkajian komponen KTSP yang berkaitan dengan penyusunan silabus yaitu SK/KD dalam Standar Isi dan struktur dan muatan kurikulum. Perlu analisis mendalam keseluruhan SK/KD dalam Standar Isi unuk memperoleh citra keseluruhan SK/KD dan hubungan serta kedalaman suatu SK/KD dalam suatu mapel. Setelah melihat hubungan dan kedalamannya penyusun silabus memilih pemetaan yang memperlihatkan urutan penyajian/ pengelompokan SK/KD dan alokasi waktu yang disediakan untuk SK/KD tertentu. Alokasi waktu ini didistribusikan pada pemetaan menurut pekan efektif yang ada pada dokumen 1 KTSP (contoh pemetaan utuh lihat lampiran .....)
b. Penyusunan Program Tahunan dan Progam Semester
Setelah langkah pemetaan dilakukan pembuatan jadwal tahunan/program semester. Program tahunan/program semester berisi pendistribusian waktu secara rinci penyajian tiap-tiap KD selama satu tahun/semester.
c. Penjabaran Komponen Silabus
Langkah ketiga penyusunan silabus yaitu menjabarkan komponen-komponen silabus yang meliputi standar kompetensi dan kompetensi dasar, kegiatan pembelajaran, materi pokok/pembelajaran indikator pencapaian kompetensi, penilaian, sumber, dan alokasi waktu belajar.
1.Menuliskan Kompetensi Dasar Penulisan KD sesuai dngan urutan pada pemetaan. Urutan KD dalam silabus akan mencerminkan urutan RPP yang akan dibentuk dan urutan penyajiannya dalam pelaksanaan pembelajaran. Kompetensi dasar pertama yang akan dijabarkan juga diadaptasi dengan pemetaan.
2.Mengidentifikasi Materi Pokok Materi pembelajaran berupa fakta,konsep, prinsip ,posedur, dan nilai-nilai. Materi pembelajaran ditentukan dari kata benda yang terdapat pada kompetensi dasar.
Prinsip pemilihan materi pokok duraikan berikut.
Materi cukup memadai (kedalaman/ keluasannya) untuk memfasilitasi siswa mencapai kompetensi dasar
Materi sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual akseptor didik;
Materi harus bermakna dan bermanfaat bagi akseptor didik;
Kesesuaian materi dengan karakteristik kompetensi dasar
kompetensi dasar dengan karakteristik keterampilan berarti materi berupa mekanisme dan praktik/ latihan-latihan
kompetensi dasar yang berfokus pada pemahaman konsep materi berupa jabaran konsep, prinsip, dan contoh penerapan konsep
kompetensi dasar yang berfokus pada pembentukan sikap berupa jabaran contoh-contoh penerapan sikap, manfaat / kerugian/ dampak suatu sikap, latihan menerapkan sikap
Dalam rumusan kompetensi dasar (KD) selalu memuat kata kerja dan objek. Materi pokok dikembangkan menurut pada objek dari rumusan KD. Penyusunan materi bisa dilakukan dengan merinci objek pada rumusan KD
3.Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memperlihatkan pengalaman berguru yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar akseptor didik, akseptor didik dengan guru, lingkungan, dan sumber berguru lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman dasar yang dimaksud sanggup terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada akseptor didik. Pengalaman berguru juga meliputi kecakapan hidup yang perlu dikuasai akseptor didik.
Dalam menyebarkan kegiatan pembelajaran, penting bagi para penyusun silabus untuk memfokuskan pada jenis-jenis pengalaman berguru yang sesuai dan acara pembelajaran yang akan membantu siswa mencapai hasil pembelajaran atau standar kompetensi yang telah ditetapkan. Pada pengembangan kegiatan pembelajaran ini perhatian penyusun silabus harus ditekankan pada bagaimana cara berguru dan bukan apa yang dipelajari. Untuk itu, pada kolom kedua silabus dikembangkan kegiatan pembelajaran dan bukan materi pokok.
Kegiatan pembelajaran dirumuskan dengan mempertanyakan tahapan kegiatan apa yang sempurna dilakukan untuk mencapai kompetensi dasar
Prinsip perumusan kegiatan pembelajaran dalam silabus
Tahapan kegiatan mencapai KD
berpusat pada siswa
memberi kesempatan bekerja sama /kecakapan hidup yang lain (berupa diskusi, eksplorasi, menganalisis/mengelaborasi, dan sebagainya)
menantang /menyenangkan
Selain itu, ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyebarkan kegiatan pembelajaran yaitu sebagai berikut.
Kegiatan pembelajaran disusun berpusat pada siswa. Hal ini sesuai dengan prinsip pelaksanaan kurikulum yang memusatkan kegiatan pembelajaran kepada siswa.
Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilaksanakan oleh akseptor didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.
Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman berguru siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi.
Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda/bukti pencapaian kompetensi dasar yang ditengarai oleh perubahan sikap yang sanggup diukur. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik akseptor didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah, dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau sanggup diobservasi. Indikator dipakai sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. Dengan kata lain indikator merupakan tingkah laris operasional yang menjadi bukti / tanda tercapainya kompetensi dasar.
Prinsip Penyusunan Indikator
Indikator dijabarkan sesuai karakteristik kompetensi dasar (bisa dengan pembagian terstruktur mengenai kata kerja pada KD, pembagian terstruktur mengenai lingkup materi pada KD, atau kedua,
Indikator diadaptasi dengan karakteristik akseptor didik, karakteristik mata pelajaran, dan sekolah
Indikator sanggup diamati dan diukur ketercapaiannya
Indikator menjadi contoh penyusunan penilaian
Indikator dirumuskan dalam bentuk kalimat dengan memakai kata kerja operasional.
Langkah merumuskan indikator
Menganalisis karakteristik kata kerja dan lingkup materi yang ada pada Kompetensi Dasar (termasuk kognitif, keterampilan atau afektif).
Mempertanyakan sikap apa yang sanggup diamati/diukur sebagai bukti pncapaian kompetensi
Menjabarkan tingkat kompetensi (kata kerja pada KD) dan materi yang menjadi media pencapaian kompetensi
Menjabarkan materi pada KD
Merumuskan indikator yang sekurang-kurangnya meliputi dua hal yaitu tingkat kompetensi dan materi untuk mencapai kompetensi.
4.Menentukan Jenis Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar akseptor didik dilakukan menurut indikator. Penilaian dipakai dengan memakai tes dan nontes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data ihwal proses dan hasil berguru akseptor didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian:
penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.
penilaian harus diadaptasi dengan karakteristik kompetensi dasar
Tips untuk menguji ketepatan alat Penilaian dalam silabus
Apakah alat asesmen sesuai dengan indikator suatu kompetensi dasar?
Apakah metode pengukuran/Penilaiant merupakan metode yang terbaik untuk mengukur indikator dari kompetensi dasar ini? Apakah Ada cara yang paling relevan untuk mengukur ketercapaian indikator?
Guru perlu menetapkan cara yang paling sempurna untuk mengukur kompetensi dan indikator yang bahu-membahu untuk memperlihatkan bahwa apa yang diperlukan telah berhasil dicapai. Dalam penulisan silabus yang berafiliasi dengan pengukuran siswa, terdapat dua prinsip penting yang harus dipertimbangkan oleh penyusun silabus.
Menggunakan banyak sekali alat penilaian
Guru menciptakan tes (pilihan gguru, tanggapan ringkas, Benar/salah, mencocokkan dan karangan.
Produk / contoh pekerjaan siswa (kerja praktek, karangan, bagan, model, proyek, tugas, melengkapi pekerjaan rumah, buku tugas, dan sebagainya.
Pengamatan yang sistematis terhadap pekerjaan siswa di kelas (melaksanakan kerja praktek untuk IPA dan IPS, menuntaskan soal-soal matematika, mengamati pekerjaan dan performa mereka dalam kelas drama).
Skala penilaian dan daftar (misalnya performa murid dalam debat atau drama, partisipasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompok dengan siswa lain, performa ekspresi dalam diskusi kelas dan penyelesaian kiprah praktik).
Ujian lisan
Kinerja/ unjuk kerja atau kerja praktik yang berisi demonstrasi biar siswa memperlihatkan pemahaman dan keterampilannya berkaiatan dengan kompetensi dasar.
Penilaian harus berafiliasi dengan kompetensi dan indikator yang telah ditetapkan. Secara garis besar, kompetensi atau hasil yang tidak sanggup diukur tidaklah perlu diukur. (ada yang beranggapan bahwa hal ini mustahil dilakukan di semua mata pelajaran menyerupai dalam mata pelajaran agama). . baca: Silabus tematik sd mi kurikulm 2013
5.Menentukan Alokasi Waktu, dan Menentukan Sumber Belajar Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah ahad efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per ahad dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentinggan kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan asumsi waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh akseptor didik yang beragam. Untuk itu, perlu dilhat kembali pemetaan hasil bedah KD yang telah dilakukan pada kegiatan sebelumnya..
Sumber berguru yaitu rujukan, objek dan/atau materi yang dipakai untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya. Penentuan sumber berguru didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi. Sesuai dengan prinsip pelaksanaan kurikulum yang ditetapkan sumber berguru yang dipilih diperlukan banyak memanfaatkan lingkungan sekitar. Prinsip Alamtakambang hendaknya jadi acuan. Semua yang terkembang di alam semesta / di lingkungan sekitar menjadi alat pembelajaran.
d. Kiat-kiat dalam Penyusunan Silabus
Untuk melengakapi uraian ihwal langkah dalam menyusun silabus, berikut disampaikan kiat-kiat embel-embel biar silabus yang disusun menjadi lebih baik.
Kumpulkan sumber-sumber berguru yang tersedia dan berkaitan, sebelum memulai menulis silabus guru.
Buatlah semaksimal mungkin guru mampu, penggunaan sumber berguru lokal, termasuk sumber berguru dari rumah dan masyarakat/lingkungan
Lakukan pemetaan Kompetensi Dasar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Pemetaan meliputi kegiatan memilih urutan pembelajaran kompetensi-kompetensi ini dan asumsi alokasi waktu.
Perhatikan dengan cermat mengenai pembagian waktu dalam pemetaan
Masing-masing mata pelajaran untuk kelas 7 dialokasikan dalam 4 pertemuan setiap ahad dalam dokumen BSNP, yang sama dengan antara 68-76 pertemuan per semester. Satu semester berakhir dari 17-19 minggu]
Pusatkan kegiatan pembelajaran guru pada siswa. Gunakan pengalaman masa kemudian mereka dalam merencanakan kegiatan-kegiatan ini. Cobalah untuk memulai setiap kompetensi dengan memperlihatkan kesempatan pada siswa untuk mendemonstrasikan apa yang telah mereka ketahui. Kemudian guru bisa menyusun silabus menurut kegiatan-kegiatan ini
Pastikan bahwa di manapun memungkinkan, guru menyediakan variasi dalam kegiatan pembelajaran yang akan melibatkan siswa dengan cara berguru mereka sendiri. Kadang-kadang hanya ada satu kegiatan pembelajaran yang cocok untuk suatu topik, tetapi disini kami menekankan pada variasi kegiatan untuk seluruh semester
Ingatlah bahwa kadang kala guru tidak harus mengajar siswa untuk belajar. Kaprikornus silabus guru harus memuat kegiatan pembelajaran dimana siswa memakai waktu mereka sendiri untuk membaca mengenai suatu/beberapa konsep. Guru harus menyidik apakah siswa mempunyai teknik membaca yang efektif. Hal ini merupakan hasil penting dari training bahasa.
Suatu waktu sehabis guru menulis satu kompetensi khusus, periksa urutan kegiatan pembelajaran guru. Sebagian besar kompetensi kegiatan pembelajaran bisa diatur dalam banyak sekali macam cara, yang akan menguntungkan pada akhirnya, merefleksikan urutan kegiatan guru, melihat apakah hal tersebut masuk akal, dan sesuai dengan tingkatan. Perlihatkan hasil kerja guru pada guru lain untuk mengetahui apakah mereka oke dengan metode guru
Buatlah semaksimal mungkin guru mampu, atas penggunaan sumber berguru lokal termasuk yang berasal dari rumah dan masyarakat/lingkungan dikala menyeleksi materi dari kegiatan-kegiatan ini.
Pastikan bahwa materi sesuai dengan lebih banyak didominasi siswa pada tingkatan ini. Sebagai contoh pada IPA, guru harus menyeleksi seberapa banyak unsur yang akan mereka pelajari dan pada Matematika, pastikan bahwa konsepnya tidak terlalu gampang atau tidak terlalu sulit. Juga pastikan dalam setiap mata pelajaran bahwa cara penyampaian konsep-konsep ini tidak terlalu gampang atau tidak terlalu sulit.
Pastikan bahwa materi disusun dengan urutan yang masuk akal, tergantung dari karakteristik mata pelajaran.
Indikator berguru harus dinyatakan dengan jelas, apa yang telah dicapai siswa sebagai bukti bahwa siswa telah menguasai suatu kompetensi dasar. Indikator berkaitan erat dengan penilaian alasannya yaitu indikator tersebut akan diukur diperlukan bisa dilakukan sehabis menuntaskan kegiatan pembelajaran. Pikirkan dengan jernih mengenai apa yang dipelajari dan bagaimana hal tersebut bisa di demonstrasikan.
Perjelas perbedaan antara kolom yang berbeda dan khususnya antara kegiatan pembelajaran, materi, dan indikator. Ingatlah bahwa kegiatan menggambarkan apa yang seharusnya terjadi di kelas, materi yaitu dasar dari suatu topik atau materi belajar, dan indikator merujuk pada apa yang harus dicapai. Sering terjadi dalam draft/naskah awal, mustahil membedakan ke tiga kolom ini, dan dalam beberapa masalah mereka sama!
Sediakan pengukuran Penilaian yang bervariasi. Pikirkan lebih jauh selain dari tes ekspresi dan tes tulis untuk dimasukkan dalam Penilaian-Penilaian lain seperti: menuntaskan pekerjaan di kelas, tugas, proyek, melaksanakan percobaan, menciptakan model, dan menulis essay, laporan dll. Guru harus menyediakan instrumen yang bervariasi, bila tidak, semua siswa akan berguru dengan cara yang sama, sementara mereka mempunyai keahlian-keahlian yang berbeda. Tidak semua kompetensi bisa dicapai melalui metode kertas dan pulpen (tertulis)!
Pastikan pengukuran Penilaian untuk kegiatan pembelajaran yaitu yang sesuai dan guru tidak merencanakan terlalu banyak Penilaiant didalam silabus. Tidaklah realistis untuk melaksanakan tes tulis setiap selesai pertemuan menyerupai yang tercantum (dalam silabus), yang menjadi masalah dalam beberapa silabus.
Pilihlah sumber berguru yang realistis, yang mana mungkin mempengaruhi guru untuk memakai sumber lokal yang tersedia. Dalam semua masalah tampaknya buku cetak/wajib (text books), namun peta, peralatan, pembicara tamu, masyarakat lokal, kaset, radio, dan TV merupakan sumber-sumber yang memungkinkan.
e. Mengecek Ketepatan Silabus yang Telah Ditulis
Setelah silabus disusun perlu dilihat lagi apakah silabus tersebut sudah meenuhi syarat atau belum. Berikut ini yaitu rambu-rambu memvalidasi silabus.
Kajilah kembali apakah terdapat kesesuaian antar komponen dalam silabus.
Kajilah kembali apakah seluruh komponen silabus dikembangkan dengan memper¬hatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan insiden yang terjadi (apakah memakai banyak sekali sumber yang bervariasi dan aktual), apakah media kontekstual (sesuai dengan kompetensi dasar yang mau dicapai dan kontekstual)
Apakah keseluruhan komponen silabus sanggup mengakomodasi keragaman akseptor didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di madrasah dan tuntutan masyarakat.
Apakah komponen silabus men¬cakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, dan psikomotor)
Untuk mengetahui secara lengkap ihwal penyusunan silabus beserta contohnya, bisa anda unduh file format word pada artikel berikut: Juknis penyusunan kurikulum sd mi
Sahabat Edukasi yang berbahagia... Dalam kesempatan kali ini, saya akan bagikan link download Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 untuk guru maupun siswa SD/MI Kelas 1 Tema 3 Kegiatanku yang dipakai di tahun pelajaran 2017/2018. Buku guru disusun sebagai pemandu penggunaan buku teks siswa di lapangan.
Sebagaimana diketahui bahwa buku teks siswa yang berbasis acara disusun sebagai salah satu penunjang penerapan Kurikulum 2013 yang disempurnakan, yang sangat mengedepankan pencapaian kompetensi siswa sesuai dengan standar kelulusan yang ditetapkan. Karena hanya sebagai salah satu penunjang penerapan Kurikulum 2013 yang disempurnakan, guru tidak diperlukan memakai buku ini sebagai satu-satunya buku panduan yang menjadi teladan dalam proses berguru mengajar di kelas.
Isi dari Buku Guru hanyalah contoh acara pembelajaran yang sanggup dilakukan di kelas. Guru mempunyai keleluasaan untuk membangun kegiatan pembelajaran sendiri yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa. Guru juga tetap harus membuka dan mempelajari Peraturan Pemerintah khususnya berkaitan dengan konsep penilaian dan pelaporan yang tidak sanggup diurai secara detil dalam buku ini.
Guna memperkaya wawasan dan keterampilan penerima didik, dibutuhkan kehadiran buku-buku penunjang. Jika perlu, sanggup saja guru memanfaatkan buku-buku KTSP yang sudah dimiliki sekolah, mengingat buku-buku tersebut didesain sebagai buku teks yang sarat materi. Guru maupun penerima didik juga sanggup memanfaatkan bahanbahan berguru lain yang relevan, termasuk ensiklopedia, banyak sekali buku yang membahas topik terkait pembelajaran, majalah, surat kabar, dan sebagainya.
Buku ini dibentuk dengan berlandaskan pada Kompetensi Dasar yang telah disusun oleh Kemendikbud. Demikian pula, buku ini telah melalui proses review, evaluasi, penyuntingan, dan mendapat catatan serta saran-saran perbaikan yang dilakukan baik oleh penelaah maupun tim editor di bawah pengawasan Kemendikbud. Berbeda dengan Buku Guru sebelumnya, atas instruksi dari Kemendikbud, kali ini Buku Guru tidak lagi dilengkapi dengan KI 1 dan KI 2, kecuali untuk PPKn. Namun demikian, dalam kesehariannya guru tetap melaksanakan proses pengamatan perkembangan perilaku spiritual dan perilaku sosial penerima didik.
Download Buku Kurikulum 2013 SD Kelas 1 Tema 3 Edisi Revisi Tahun 2017 selengkapnya sanggup diunduh pada tautan yang tersedia di bawah ini:
Demikian share link download buku guru maupun buku siswa Kurikulum 2013 untuk kelas 1 SD/MI Tema 3 (Kegiatanku) edisi revisi tahun 2017. Semoga bermanfaat dan terimakasih... ...!
Sahabat Edukasi yang berbahagia... Dalam kesempatan kali ini, saya akan bagikan link download Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 untuk guru maupun siswa SD/MI Kelas 1 Tema 3 Kegiatanku yang dipakai di tahun pelajaran 2017/2018. Buku guru disusun sebagai pemandu penggunaan buku teks siswa di lapangan.
Sebagaimana diketahui bahwa buku teks siswa yang berbasis acara disusun sebagai salah satu penunjang penerapan Kurikulum 2013 yang disempurnakan, yang sangat mengedepankan pencapaian kompetensi siswa sesuai dengan standar kelulusan yang ditetapkan. Karena hanya sebagai salah satu penunjang penerapan Kurikulum 2013 yang disempurnakan, guru tidak diperlukan memakai buku ini sebagai satu-satunya buku panduan yang menjadi contoh dalam proses mencar ilmu mengajar di kelas.
Isi dari Buku Guru hanyalah contoh acara pembelajaran yang sanggup dilakukan di kelas. Guru mempunyai keleluasaan untuk membangun kegiatan pembelajaran sendiri yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa. Guru juga tetap harus membuka dan mempelajari Peraturan Pemerintah khususnya berkaitan dengan konsep penilaian dan pelaporan yang tidak sanggup diurai secara detil dalam buku ini.
Guna memperkaya wawasan dan keterampilan penerima didik, dibutuhkan kehadiran buku-buku penunjang. Jika perlu, sanggup saja guru memanfaatkan buku-buku KTSP yang sudah dimiliki sekolah, mengingat buku-buku tersebut didesain sebagai buku teks yang sarat materi. Guru maupun penerima didik juga sanggup memanfaatkan bahanbahan mencar ilmu lain yang relevan, termasuk ensiklopedia, banyak sekali buku yang membahas topik terkait pembelajaran, majalah, surat kabar, dan sebagainya.
Buku ini dibentuk dengan berlandaskan pada Kompetensi Dasar yang telah disusun oleh Kemendikbud. Demikian pula, buku ini telah melalui proses review, evaluasi, penyuntingan, dan mendapat catatan serta saran-saran perbaikan yang dilakukan baik oleh penelaah maupun tim editor di bawah pengawasan Kemendikbud. Berbeda dengan Buku Guru sebelumnya, atas isyarat dari Kemendikbud, kali ini Buku Guru tidak lagi dilengkapi dengan KI 1 dan KI 2, kecuali untuk PPKn. Namun demikian, dalam kesehariannya guru tetap melaksanakan proses pengamatan perkembangan perilaku spiritual dan perilaku sosial penerima didik.
Download Buku Kurikulum 2013 SD Kelas 1 Tema 3 Edisi Revisi Tahun 2017 selengkapnya sanggup diunduh pada tautan yang tersedia di bawah ini:
Demikian share link download buku guru maupun buku siswa Kurikulum 2013 untuk kelas 1 SD/MI Tema 3 (Kegiatanku) edisi revisi tahun 2017. Semoga bermanfaat dan terimakasih... ...!
Hasil evaluasi pengetahuan dan keterampilan dianalisis untuk memperoleh isu wacana pencapaian kompetensi akseptor didik. Hasil analisis dipakai untuk mengidentifikasi akseptor didik yang sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) KD mata/muatan pelajaran. Bagi akseptor didik yang belum mencapai KKM KD, pendidik harus menindaklanjuti dengan remedial, sedangkan bagi akseptor didik yang telah mencapai KKM KD, pendidik sanggup menunjukkan pengayaan.
Program remedial ialah aktivitas pembelajaran yang diperuntukkan bagi akseptor didik yang belum mencapai KKM KD muatan pelajaran. Program remedial dilakukan untuk memfasilitasi akseptor didik dalam mencapai hasil berguru yang optimal. Metode yang dipakai dalam pembelajaran remedial bervariasi sesuai dengan sifat, jenis, dan latar belakang permasalahan pembelajaran yang dialami akseptor didik. Setelah akseptor didik mengikuti aktivitas remedial dilakukan evaluasi kembali untuk mengetahui ketercapaian KD.
A. Pelaksanaan Program Remedial
Pelaksanaan aktivitas remedial sanggup dilakukan dengan cara: Pemberian bimbingan secara perorangan kalau ada beberapa akseptor didik yang mengalami kesulitan yang berbeda-beda sehingga memerlukan bimbingan secara individual.
Pemberian bimbingan secara kelompok kalau terdapat beberapa akseptor didik mengalami kesulitan yang sama. Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda kalau semua akseptor didik mengalami kesulitan.
Pemberian bimbingan sanggup diberikan melalui tugas-tugas latihan secara khusus dengan memanfaatkan tutor sebaya baik secara individu maupun kelompok. Apabila tingkat kesulitan yang dialami oleh akseptor didik memerlukan bimbingan khusus, bimbingan harus dilakukan oleh pendidik secara individual maupun kelompok.
B. Prinsip-prinsip aktivitas remedial
Adaptif; Pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan akseptor didik untuk berguru sesuai dengan daya tangkap, kesempatan, dan gaya berguru masing-masing.
Interaktif; Pembelajaran remedial hendaknya melibatkan keaktifan pendidik untuk secara intensif berinteraksi dengan akseptor didik dan selalu menunjukkan monitoring dan pengawasan biar mengetahui kemajuan berguru akseptor didik.
Berbagai metode pembelajaran dan penilaian; Pembelajaran remedial perlu memakai banyak sekali metode pembelajaran dan metode evaluasi yang sesuai dengan karakteristik akseptor didik.
Pemberian umpan balik sesegera mungkin; Umpan balik berupa isu yang diberikan kepada akseptor didik mengenai kemajuan belajarnya perlu diberikan sesegera mungkin biar sanggup menghindari kesalahan berguru yang berlarut-larut dan mendeteksi sedini mungkin kesulitan belajar.
Berkesinambungan; Pembelajaran remedial dilakukan berkesinambungan dengan proses pembelajaran dan pendidik harus selalu menyediakan aktivitas remedial sesuai dengan kebutuhan.
C. Langkah-langkah aktivitas remedial
Langkah-langkah aktivitas remedial sebagai berikut:
Mengidentifikasi permasalahan pembelajaran menurut hasil analisis terhadap Penilaian Harian (PH) dan Penilaian Tengah Semester (PTS). Permasalahan pembelajaran, antara lain keunikan akseptor didik, bahan ajar, dan taktik belajar.
Menyusun perencanaan menurut permasalahan pembelajaran
Melaksanakan aktivitas remedial.
Melaksanakan evaluasi untuk mengetahui keberhasilan akseptor didik.
Menetapkan nilai yang diperoleh akseptor didik sesudah aktivitas remedial sebagai nilai simpulan capaian KD muatan pelajaran.
Contoh perolehan nilai evaluasi harian mata pelajaran Matematika: Andi = 90 Wati = 70 Indah = 62 Bagus = 58
Apabila KKM mata pelajaran matematika = 70, Indah dan Bagus harus mengikuti aktivitas remidial. Setelah mengikuti aktivitas remidial dan dites kembali, urutan perolehan nilai sebagai berikut : Bagus = 93 Indah = 85
Dari hasil perolehan nilai di atas, nilai simpulan matematika untuk tes tersebut sanggup ditetapkan beberapa alternatif sebagai berikut:
a. Menggunakan nilai batas KKM, maka nilai Bagus dan Indah 70. Namun alternatif ini akan dianggap kurang adil oleh Bagus alasannya nilai Bagus lebih tinggi daripada Indah ketika tes sesudah remedial. Untuk mengantisipasi dan meminimalisasi timbulnya rasa ketidakadilan, guru dan siswa perlu menyepakati dari awal prosedur evaluasi ini.
b. Menggunakan nilai rerata dari nilai perolehan awal dan nilai tes sesudah remedial. Bagus (58+93:2=75.5), Indah (62+85:2=73.5). Alternatif ini akan merugikan bagi siswa yang menerima perolehan nilai awal sangat rendah meskipun nilai tes sesudah remedial sangat tinggi. Misalnya nilai seorang siswa sebelum remedial 20, dan tes sesudah remedial 90. Siswa tersebut menerima nilai (20+90:2=55). Untuk mengantisipasi dan meminimalisasi potensi yang sanggup merugikan siswa, guru sanggup menunjukkan pembobotan.
c. Menggunakan nilai capaian simpulan sesudah remedial, maka nilai Bagus 93 dan Indah 85. Namun alternatif ini akan dianggap kurang adil oleh Andi dan Wati. Oleh alasannya itu, Andi dan Wati harus diberi kesempatan yang sama untuk meningkatkan nilai capaian akhir. Karena Andi dan Wati sudah melampaui nilai KKM, mereka berhak untuk mengikuti aktivitas pengayaan. Setelah mengikuti aktivitas pengayaan, Andi dan Wati bersama teman-teman yang mengikuti aktivitas remedial, mengikuti tes kembali. Sesuai kesepakatan, maka nilai yang dipakai merupakan nilai simpulan sesudah tes baik remedial maupun pengayaan.
Sahabat Edukasi yang berbahagia... Di tahun pelajaran 2017/2018 bagi sekolah/madrasah yang telah menerapkan kurikulum 2013 sanggup memakai buku guru maupun siswa edisi revisi tahun 2017 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di tahun 2017 untuk SD/MI Kelas IV Tema 4 Berbagai Pekerjaan yang sanggup Anda baca dan unduh pribadi pada bab final artikel ini.
Buku guru disusun sebagai pemandu penggunaan buku teks siswa di lapangan. Sebagaimana diketahui bahwa buku teks siswa yang berbasis acara disusun sebagai salah satu penunjang penerapan Kurikulum 2013 yang disempurnakan, yang sangat mengedepankan pencapaian kompetensi siswa sesuai dengan standar kelulusan yang ditetapkan. Karena hanya sebagai salah satu penunjang penerapan Kurikulum 2013 yang disempurnakan, guru tidak dibutuhkan memakai buku ini sebagai satu-satunya buku panduan yang menjadi pola dalam proses mencar ilmu mengajar di kelas. Isi dari Buku Guru hanyalah contoh acara pembelajaran yang sanggup dilakukan di kelas. Guru mempunyai keleluasaan untuk membangun kegiatan pembelajaran sendiri yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa. Guru juga tetap harus membuka dan mempelajari Peraturan Pemerintah khususnya berkaitan dengan konsep penilaian dan pelaporan yang tidak sanggup diurai secara detil dalam buku ini.
Guna memperkaya wawasan dan keterampilan penerima didik, dibutuhkan kehadiran buku-buku penunjang. Jika perlu, sanggup saja guru memanfaatkan buku-buku KTSP yang sudah dimiliki sekolah, mengingat buku-buku tersebut didesain sebagai buku teks yang sarat materi. Guru maupun penerima didik juga sanggup memanfaatkan bahan-bahan mencar ilmu lain yang relevan, termasuk ensiklopedia, banyak sekali buku yang membahas topik terkait pembelajaran, majalah, surat kabar, dan sebagainya.
Buku ini dibentuk dengan berlandaskan pada Kompetensi Dasar yang telah disusun oleh Kemendikbud. Demikian pula, buku ini telah melalui proses review, evaluasi, penyuntingan, dan mendapat catatan serta saran-saran perbaikan yang dilakukan baik oleh penelaah maupun tim editor di bawah
pengawasan Kemendikbud. Berbeda dengan Buku Guru sebelumnya, atas kode dari Kemendikbud, kali ini Buku Guru tidak lagi dilengkapi dengan KI 1 dan KI 2, kecuali untuk PPKn. Namun demikian, dalam kesehariannya guru tetap melaksanakan proses pengamatan perkembangan perilaku spiritual dan perilaku sosial penerima didik.
Download Buku Kurikulum 2013 SD/MI Kelas 4 Tema 4 Berbagai Pekerjaan Edisi Revisi Tahun 2017 selengkapnya sanggup dibaca pribadi sekaligus diunduh pada tautan yang tersedia di bawah ini:
Sahabat Edukasi yang berbahagia... Di tahun pelajaran 2017/2018 bagi sekolah/madrasah yang telah menerapkan kurikulum 2013 sanggup memakai buku guru maupun siswa edisi revisi tahun 2017 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di tahun 2017 untuk SD/MI Kelas IV Tema 2 Selalu Berhemat Energi yang sanggup Anda baca dan unduh pribadi pada bab tamat artikel ini.
Buku guru disusun sebagai pemandu penggunaan buku teks siswa di lapangan. Sebagaimana diketahui bahwa buku teks siswa yang berbasis kegiatan disusun sebagai salah satu penunjang penerapan Kurikulum 2013 yang disempurnakan, yang sangat mengedepankan pencapaian kompetensi siswa sesuai dengan standar kelulusan yang ditetapkan. Karena hanya sebagai salah satu penunjang penerapan Kurikulum 2013 yang disempurnakan, guru tidak dibutuhkan memakai buku ini sebagai satu-satunya buku panduan yang menjadi pola dalam proses berguru mengajar di kelas. Isi dari Buku Guru hanyalah contoh kegiatan pembelajaran yang sanggup dilakukan di kelas. Guru mempunyai keleluasaan untuk membangun kegiatan pembelajaran sendiri yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa. Guru juga tetap harus membuka dan mempelajari Peraturan Pemerintah khususnya berkaitan dengan konsep penilaian dan pelaporan yang tidak sanggup diurai secara detil dalam buku ini.
Guna memperkaya wawasan dan keterampilan akseptor didik, dibutuhkan kehadiran buku-buku penunjang. Jika perlu, sanggup saja guru memanfaatkan buku-buku KTSP yang sudah dimiliki sekolah, mengingat buku-buku tersebut didesain sebagai buku teks yang sarat materi. Guru maupun akseptor didik juga sanggup memanfaatkan bahan-bahan berguru lain yang relevan, termasuk ensiklopedia, banyak sekali buku yang membahas topik terkait pembelajaran, majalah, surat kabar, dan sebagainya.
Buku ini dibentuk dengan berlandaskan pada Kompetensi Dasar yang telah disusun oleh Kemendikbud. Demikian pula, buku ini telah melalui proses review, evaluasi, penyuntingan, dan mendapat catatan serta saran-saran perbaikan yang dilakukan baik oleh penelaah maupun tim editor di bawah
pengawasan Kemendikbud. Berbeda dengan Buku Guru sebelumnya, atas isyarat dari Kemendikbud, kali ini Buku Guru tidak lagi dilengkapi dengan KI 1 dan KI 2, kecuali untuk PPKn. Namun demikian, dalam kesehariannya guru tetap melaksanakan proses pengamatan perkembangan perilaku spiritual dan perilaku sosial akseptor didik.
Download Buku Kurikulum 2013 SD/MI Kelas 4 Tema 2 Selalu Berhemat Energi Edisi Revisi Tahun 2017 selengkapnya sanggup dibaca pribadi sekaligus diunduh pada tautan yang tersedia di bawah ini:
Sahabat Edukasi yang berbahagia... Di tahun pelajaran 2017/2018 bagi sekolah/madrasah yang telah menerapkan kurikulum 2013 sanggup memakai buku guru maupun siswa edisi revisi tahun 2017 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di tahun 2017 untuk SD/MI Kelas IV Tema 1 Indahnya Kebersamaan yang sanggup Anda baca dan unduh eksklusif pada bab tamat artikel ini.
Buku guru disusun sebagai pemandu penggunaan buku teks siswa di lapangan. Sebagaimana diketahui bahwa buku teks siswa yang berbasis kegiatan disusun sebagai salah satu penunjang penerapan Kurikulum 2013 yang disempurnakan, yang sangat mengedepankan pencapaian kompetensi siswa sesuai dengan standar kelulusan yang ditetapkan. Karena hanya sebagai salah satu penunjang penerapan Kurikulum 2013 yang disempurnakan, guru tidak dibutuhkan memakai buku ini sebagai satu-satunya buku panduan yang menjadi pola dalam proses mencar ilmu mengajar di kelas. Isi dari Buku Guru hanyalah contoh kegiatan pembelajaran yang sanggup dilakukan di kelas. Guru mempunyai keleluasaan untuk membangun kegiatan pembelajaran sendiri yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa. Guru juga tetap harus membuka dan mempelajari Peraturan Pemerintah khususnya berkaitan dengan konsep penilaian dan pelaporan yang tidak sanggup diurai secara detil dalam buku ini.
Guna memperkaya wawasan dan keterampilan penerima didik, dibutuhkan kehadiran buku-buku penunjang. Jika perlu, sanggup saja guru memanfaatkan buku-buku KTSP yang sudah dimiliki sekolah, mengingat buku-buku tersebut didesain sebagai buku teks yang sarat materi. Guru maupun penerima didik juga sanggup memanfaatkan bahan-bahan mencar ilmu lain yang relevan, termasuk ensiklopedia, banyak sekali buku yang membahas topik terkait pembelajaran, majalah, surat kabar, dan sebagainya.
Buku ini dibentuk dengan berlandaskan pada Kompetensi Dasar yang telah disusun oleh Kemendikbud. Demikian pula, buku ini telah melalui proses review, evaluasi, penyuntingan, dan mendapat catatan serta saran-saran perbaikan yang dilakukan baik oleh penelaah maupun tim editor di bawah
pengawasan Kemendikbud. Berbeda dengan Buku Guru sebelumnya, atas isyarat dari Kemendikbud, kali ini Buku Guru tidak lagi dilengkapi dengan KI 1 dan KI 2, kecuali untuk PPKn. Namun demikian, dalam kesehariannya guru tetap melaksanakan proses pengamatan perkembangan perilaku spiritual dan perilaku sosial penerima didik.
Download Buku Kurikulum 2013 SD/MI Kelas 4 Tema 1 Indahnya Kebersamaan Edisi Revisi Tahun 2017 selengkapnya sanggup dibaca eksklusif sekaligus diunduh pada tautan yang tersedia di bawah ini: