Showing posts sorted by relevance for query contoh-format-jurnal-dan-catatan-harian-kelas. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query contoh-format-jurnal-dan-catatan-harian-kelas. Sort by date Show all posts

Saturday, 1 September 2018

Jadi Cerdik Pola Format Jurnal Atau Catatan Harian Kelas


Jurnal atau catatan harian kelas merupakan salah satu dokument yang menunjang peningkatan mutu pendidikan, dalam hal ini guru. Sehingga kepala sekolah dapat mengetahui kalau memang ada guru yang kurang efektif mengajar. Bukankah sudah cukup dengan adanya daftar hadir guru? bekerjsama keduanya (jurnal kelas dan daftar hadir) harus sejalan, alasannya ialah terkadang ada guru yang masuk mengisi daftar hadir tapi tidak masuk ke kelas alias tidak mengajar.

Contoh Format Jurnal atau Catatan Harian Kelas ini sebagai pola saja kepada yang membutuhkan, dan dapat dipakai untuk semua jenjang pendidikan baik itu SD/MI, MTs/SMP, atau SMA/MA atau yang sederajat.

Penampakan Contoh Format Jurnal atau Catatan Harian Kelas ini dapat anda lihat pada tayangan berikut ini:


Demikian saja artikel menyebarkan dari perihal Contoh Format Jurnal atau Catatan Harian Kelas yang dapat anda download pada link dibawah ini:

jurnal harian kelas

Demikian dari kami, supaya dapat mambantu dan bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Amin...

Wednesday, 30 January 2019

Jadi Terpelajar Rujukan Format Jurnal Harian Mengajar Guru Mata Pelajaran Kurikulum 2013


Setiap guru... baik itu guru kelas atau guru mata pelajaran, kurikulum 2013 atau KTSP, jenjang SD MI Sekolah Menengah Pertama MTs Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan atau MA. Semuanya harus mempunyai catatan harian mengajar atau biasa disebut jurnal harian. Karena itulah disini saya sedikit ingin memperlihatkan acuan pola format jurnal harian dalam bentuk format word / doc yang dapat anda download pada link dibawah artikel.

Contoh jurnal harian mengajar / agenda guru mungkin dapat dipakai kurikulum 2013 (K13) sebagai catatan acara harian guru mata pelajaran atau guru kelas yang wajib dilakukan seorang guru pada proses sebelum dan setelah acara pembelajaran.

Sebagai referensi, anda juga dapat men download macam-macam jenis jurnal atau catatan harian kelas pada artikel saya sebelumnya berikut ini:

baca juga:
Contoh Format Jurnal Kelas Tematik Kurikulum 2013
Contoh Format Macam-Macam Jenis Jurnal Pendidikan di Sekolah
Contoh Format Jurnal atau Catatan Harian Kelas

Selain ibarat pada gambar diatas, pola jurnal ini juga dapat anda lihat ibarat ini:

Download Contoh Format Jurnal Harian Mengajar Guru Mata Pelajaran Kurikulum 2013


Selengkapnya dapat anda download pada link berikut ini:
Download

Itulah dari saya wacana pola format jurnal harian mengajar guru sebagai acuan para guru untuk mencatat perkembangan hasil pembelajaran di kelas. Semoga bermanfaat...

Jadi Berakal Referensi 14 Format Manajemen Aktivitas Mencar Ilmu Mengajar (Kbm)


Administrasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sangat penting untuk mencatat perkembangan kemampuan siswa dalam berguru sehingga dengan begitu guru mempunyai catatan yang akurat. Selain itu manajemen KBM juga sebagai catatan evaluasi dan jadwal pembelajaran, dengan begitu acara pembelajaran akan lebih terarah dan terpola yang tertuang dalam kurikulum, silabus dan RPP.

Karena itu saya akan membagikan teladan file manajemen KBM yang bisa menjadi acuan catatan guru di kelas, baik itu berupa jurnal harian, catatan harian kelas, sop kelas dan sebagainya. Selebihnya bisa anda edit sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sebab file ini berbentuk format word / excel.

baca juga:
Panduan Penyusunan Soal HOTS
6 Bentuk Tingkatan Soal Kognitif
Contoh Cara Penyusunan Kisi-Kisi Soal Pilihan Ganda

Berikut ini list 14 teladan file format manajemen acara berguru mengajar:

  1. Format Analisis Jam Belajar
  2. Format Program Tahunan
  3. Format Program Semester
  4. Format KKM dan RPP
  5. Format Silabus Layanan Kelas
  6. Format Kartu Soal PG
  7. Format Kartu Soal Essay
  8. Format Rencana Remedial Teaching
  9. Format Rencana Remedial Test
  10. Format Jurnal & Presensi Remidial Teaching
  11. Format Kendali Remedial Teaching
  12. Model SOP Manajemen Kelas
  13. Format Jurnal Harian Kelas
  14. Format Catatan Harian Kelas

Download 14 Contoh Format Administrasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)


Selengkapnya bisa anda download pada link berikut ini:
Download

Cukup sekian dari saya sekedar membuatkan ihwal Contoh Administrasi KBM, biar bisa bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Saturday, 1 September 2018

Jadi Arif Pola Format Macam-Macam Jenis Jurnal Pendidikan Di Sekolah


Sebagaimana telah aku jelaskan pada artikel sebelumnya perihal contoh format jurnal harian kelas, bahwa jurnal berguna yang sangat penting untuk menunjang peningkatan kualitas pendidikan dalam pembelajaran alasannya ialah jurnal memuat catatan guru terkait dengan banyak sekali acara sekolah. Baik acara ekstra kurikuler, remidi, harian, bimbingan dan konseling, les mingguan, atau catatan sarana prasarana dan alat tulis kantor (ATK).

Contoh Format Berbagai Jenis Jurnal yang diharapkan Sekolah juga sangat bermanfaat sebagai dokumentasi acara terkait dengan sasaran pencapaian keberhasilan siswa tingkat SD (SD) maupun Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan dapat juga dipakai di tingkat pendidikan yang lebih tinggi menyerupai MTs/SMP, SMA/MA/SMK dan lain-lain.

Penampakan format macam-macam jenis jurnal pendidikan ini dapat anda lihat di bawah ini:


Mungkin itu saja artikel mengembangkan dari perihal Contoh Format Berbagai Jenis Jurnal Pendidikan di sekolah, dan dapat anda download pada link dibawah ini:

Contoh Format Macam-Macam Jenis Jurnal Pendidikan di Sekolah

Demikian dari kami, agar dapat mambantu dan bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Amin...

Wednesday, 30 January 2019

Jadi Bakir Referensi Kelengkapan Manajemen Guru Kelas Format Word Excel


Contoh Kelengkapan Administrasi Kelas Format Word Excel ini hanya sekedar membantu bagi sobat guru atau operator madrasah / sekolah yang membutuhkan, biasanya hal ini untuk guru kelas atau guru mata pelajaran. Tapi baik juga untuk kepala sekolah / madrasah untuk rujukan kepada gurunya masing-masing.

Contoh format manajemen kelas ini terdiri dari: Contoh Format Pembagian Kelas, Contoh Format Kriteria kenaikan kelas, Contoh Analisis kurikulum pembelajaran, Contoh Analisis Tema Pembelajaran, Standar Operasional Prosedur (SOP) dan manajemen kelas, Contoh laporan pelaksanaan pembelajaran di luar kelas, Contoh Catatan / jurnal harian kelas.

Contoh file ini aku peroleh dari sobat operator ketika hadir rapat, jadi mohon maaf kalau ada kesamanaan dan sebagainya dari website / blog lain yang tidak aku ketahui. Namun aku berikan apresiasi kepada siapapun yang pertama kali menciptakan pola format manajemen kelas ini, supaya diberikan kesehatan dan akomodasi atas segala acara keseharian. Amin...

Download Contoh Kelengkapan Administrasi Kelas Format Word Excel


Selengkapnya dapat anda download pada link berikut ini:
Download

Demikian dari aku perihal pola manajemen kelas lengkap format word dan excel, atas segala kekurangan mohon maaf sebesar-besarnya. supaya bermanfaat...

Sunday, 10 February 2019

Jadi Berakal Pola Format Instrumen Evaluasi Perilaku Spiritual Dan Sosial Sd Mi Kurikulum 2013


Penilaian sikap dimaksudkan sebagai evaluasi terhadap sikap penerima didik dalam proses pembelajaran yang meliputi sikap spiritual dan sosial. Penilaian sikap mempunyai karakteristik yang berbeda dari evaluasi pengetahuan dan keterampilan sehingga teknik evaluasi yang dipakai juga berbeda. Dalam hal ini, evaluasi sikap lebih ditujukan untuk membina sikap dalam rangka pembentukan abjad penerima didik.

(1). Sikap Spiritual; Kompetensi sikap spiritual (KI-1) yang akan diamati ialah menerima, menjalankan, dan menghargai fatwa agama yang dianutnya. (2). Sikap Sosial; Kompetensi sikap sosial (KI-2) yang akan diamati meliputi sikap antara lain: jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga, dan negara.

Penilaian sikap terdiri atas penilaian utama dan evaluasi penunjang. Penilaian utama diperoleh dari hasil observasi harian yang ditulis di dalam jurnal harian. Penilaian penunjang diperoleh dari evaluasi diri dan evaluasi antarteman, kesannya sanggup dijadikan sebagai alat konfirmasi dari hasil evaluasi sikap oleh pendidik.

Teknik evaluasi yang dipakai ialah observasi melalui wawancara, catatan anekdot (anecdotal record), dan catatan insiden tertentu (incidental record) sebagai unsur evaluasi utama.

Dalam pelaksanaan evaluasi sikap, pendidik sanggup merencanakan indikator sikap yang akan diamati sesuai dengan karakteristik proses pembelajaran yang akan dilakukan, contohnya sikap kerjasama dalam diskusi kelompok dan kerapihan dalam praktikum. Selain itu, evaluasi sikap sanggup dilakukan tanpa perencanaan, contohnya sikap yang muncul tidak terduga selama proses pembelajaran dan di luar proses pembelajaran. Hasil pengamatan sikap tersebut dicatat dalam jurnal.

Penilaian sikap dilakukan oleh guru kelas, guru mata pelajaran agama dan kebijaksanaan pekerti, guru PJOK, dan pembina ekstrakurikuler. Guru kelas mengumpulkan data dari hasil evaluasi sikap yang dilakukan oleh guru mata pelajaran lainnya, kemudian merangkum menjadi deskripsi (bukan angka atau skala).

Peserta didik yang berperilaku menonjol sangat baik diberi penghargaan, sedangkan penerima didik yang berperilaku kurang baik diberi pembinaan. Penilaian sikap spiritual dan sosial dilaporkan kepada orangtua dan pemangku kepentingan sekurang-kurangnya dua kali dalam satu semester. Hasil final evaluasi sikap diolah menjadi deskripsi sikap yang dituliskan di dalam rapor penerima didik.

Format Penilaian Sikap Spiritual dan Sosial untuk SD MI Kurikulum 2013 format ms excel ini sanggup lihat pada preview dibawah ini:


Selengkapnya sanggup anda download pada link berikut ini:

Contoh Format Instrumen Penilaian Sikap Spiritual dan Sosial SD MI

Demikian dari kami agar sanggup menawarkan manfaat untuk kita semua. Amin...

Friday, 13 September 2019

Jadi Pintar Panduan Evaluasi Otentik Untuk Sd Mi


Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan isu untuk mengukur pencapaian hasil mencar ilmu akseptor didik meliputi evaluasi otentik, evaluasi diri, evaluasi berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan final semester yang diuraikan sebagai berikut:

1. Penilaian otentik merupakan evaluasi yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai aspek sikap, pengetahuan, keterampilan mulai dari masukan (input ), proses, hingga keluaran ( output) pembelajaran. Penilaian otentik bersifat alami, apa adanya, tidak dalam suasana tertekan.

2. Penilaian diri merupakan evaluasi yang dilakukan sendiri oleh akseptor didik secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan kriteria yang telah ditetapkan.

3. Penilaian berbasis portofolio merupakan evaluasi yang dilaksanakan untuk menilai keseluruhan entitas proses mencar ilmu akseptor didik termasuk penugasan perseorangan dan/atau kelompok di dalam dan/atau di luar kelas dalam kurun waktu tertentu.

4. Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi akseptor didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil mencar ilmu akseptor didik.

5. Ulangan harian merupakan acara yang dilakukan secara periodik untuk menilai kompetensi akseptor didik setelah menuntaskan satu sub-tema. Ulangan harian terintegrasi dengan proses pembelajaran lebih untuk mengukur aspek pengetahuan, dalam bentuk tes tulis, tes lisan, dan penugasan.

6. Ulangan tengah semester merupakan acara yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi akseptor didik setelah melaksanakan 8 – 9 ahad acara pembelajaran.

7. Ulangan final semester merupakan acara yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi akseptor didik di final semester.

Selain penilaian di atas, ada beberapa jenis evaluasi antara lain:

  1. Ujian Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UTK merupakan acara pengukuran yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.
  2. Ujian Mutu Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UMTK merupakan acara pengukuran yang dilakukan oleh pemerintahuntuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UMTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikanKompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.

Penilaian dilakukan secara holistik meliputi aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan untuk setiap jenjang pendidikan, baik selama pembelajaran berlangsung (penilaian proses) maupun setelah pembelajaran usai dilaksanakan (penilaian hasil belajar). Pada jenjang pendidikan dasar, proporsi pelatihan huruf lebih diutamakan dari pada proporsi pelatihan akademik.

Penilaian di SD dilakukan dalam aneka macam teknik untuk semua kompetensi dasar yang dikategorikan dalam tiga aspek, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

1. Sikap
a. Contoh muatan KI-1 (sikap spiritual) antara lain:

  • Ketaatan beribadah
  • Berperilaku syukur
  • Berdoa sebelum dan setelah melaksanakan kegiatan
  • Toleransi dalam beribadah

b. Contoh muatan KI-2 (sikap sosial) antara lain:

  • Jujur
  • Disiplin
  • Tanggung jawab
  • Santun
  • Peduli
  • Percaya diri
  • Bisa ditambahkan lagi sikap-sikap yang lain sesuai kompetensi dalam pembelajaran, misal : kerja sama, ketelitian, ketekunan, dll..

Penilaian apek sikap dilakukan melalui observasi, evaluasi diri, evaluasi antarteman, dan jurnal.

  • Observasi

Merupakan teknik evaluasi yang dilakukan secara berkesinambungan dengan memakai indera, baik secara pribadi maupun tidak pribadi dengan memakai format observasi yang berisi sejumlah indikator sikap yang diamati. Hal ini dilakukan dikala pembelajaran maupun diluar pembelajaran.

  • Penilaian Diri

Merupakan teknik evaluasi dengan cara meminta akseptor didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang dipakai berupa lembar evaluasi diri.

  • Penilaian Antarteman

Merupakan teknik evaluasi dengan cara meminta akseptor didik untuk saling menilai terkait dengan sikap dan sikap keseharian akseptor didik. Instrumen yang dipakai berupa lembar evaluasi antarpeserta didik.

  • Jurnal Catatan Guru

Merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi isu hasil pengamatan wacana kekuatan dan kelemahan akseptor didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Jurnal bisa dikatakan sebagai catatan yang berkesinambungan dari hasil observasi.

2. Pengetahuan
Aspek Pengetahuan sanggup dinilai dengan cara berikut:

  • Tes tulis

Tes tulis ialah tes yang soal dan jawabannya tertulis berupa pilihan ganda, isian, Benar-salah, menjodohkan, dan uraian.

  • Tes Lisan

Tes verbal berupa pertanyaan- pertanyaan yang diberikan guru secara ucap (oral) sehingga akseptor didik merespon pertanyaan tersebut secara ucap juga, sehingga menjadikan keberanian. Jawaban sanggup berupa kata, frase, kalimat maupun faragraf yang diucapkan.

  • Penugasan

Penugasan ialah evaluasi yang dilakukan oleh pendidik yang sanggup berupa pekerjaan rumah baik secara individu ataupun kelompok sesuai dengan karakteristik tugasnya.

3. Keterampilan
Aspek keterampilan sanggup dinilai dengan cara berikut:

  • Kinerja atau Performance

ialah suatu evaluasi yang meminta siswa untuk melaksanakan suatu kiprah pada situasi yang sebetulnya yang mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Misalnya kiprah memainkan alat musik, memakai mikroskop, menyanyi, bermain peran, menari. Contoh evaluasi tes performance atau kinerja akan diberikan pada pecahan Implementasi pada pecahan selanjutnya.

  • Projek

Penilaian Projek merupakan evaluasi terhadap kiprah yang mengandung pemeriksaan dan harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan, pelaporan. Projek juga akan menunjukkan isu wacana pemahaman dan pengetahuan siswa pada pembelajaran tertentu, kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pengetahuan, dan kemampuan siswa untuk mengomunikasikan informasi.

Penilaian projek sangat dianjurkan alasannya ialah membantu membuatkan ketrampilan berpikir tinggi (berpikir kritis, pemecahan masalah, berpikir kreatif) akseptor didik . contohnya menciptakan laporan pemanfaatan energy di dalam kehidupan, menciptakan laporan hasil pengamatan pertumbuhan tanaman.

  • Portofolio
Penilaian dengan memanfaatkan Portofolio merupakan evaluasi melalui sekumpulan karya akseptor didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang dilakukan selama kurun waktu tertentu. Portofolio dipakai oleh guru dan akseptor didik untuk memantau secara terus menerus perkembangan pengetahuan dan keterampilan akseptor didik dalam bidang tertentu. Dengan demikian evaluasi portofolio menunjukkan citra secara menyeluruh wacana proses & pencapaian hasil mencar ilmu akseptor didik.

Portofolio merupakan pecahan terpadu dari pembelajaran sehingga guru mengetahui sedini mungkin kekuatan dan kelemahan akseptor didik dalam menguasai kompetensi pada suatu tema.Misalnya kompetensi pada tema “selalu berhemat energy”.Contoh kompetensi menciptakan laporan hasil percobaan. Kemampuan menciptakan laporan hasil percobaan tentu tidak seketika dikuasai akseptor didik, tetapi membutuhkan proses panjang, dimulai dari penulisan draf, perbaikan draf, hingga laporan final yang siap disajikan. Selama proses ini diharapkan bimbingan guru melalui catatan-catatan wacana karya akseptor didik sebagai masukan perbaikan lebih lanjut.

Kumpulan karya anak semenjak draf hingga laporan final berserta catatan-catatan sebagai masukan guru inilah, yang menjadi potofolio.

Di samping memuat karya-karya anak beserta catatan guru, terkait kompetensi menciptakan laporan hasil percobaan tersebut di atas, portofolio juga bisa memuat catatan hasil evaluasi diri dan sobat sejawat wacana kompetensi yang sama serta sikap dan sikap sehari hari akseptor didik yang bersangkutan.

Download Panduan Penilaian Otentik Untuk SD MI

Agar penilaian portofolio berjalan efektif guru beserta akseptor didik perlu menentuan hal-hal yang harus dilakukan dalam memakai portofolio Sebagai berikut:
  1. masing-masing akseptor didik mempunyai porto folio sendiri yang di dalamnya memuat hasil mencar ilmu siswa setiap muatan pelajaran atau setiap kompetensi.
  2. menentukan hasil kerja apa yang perlu dikumpulan/disimpan.
  3. sewaktu waktu akseptor didik diharuskan membaca catatan guru yang berisi komentar, masukkan dan tindakan lebih lanjut yang harus dilakukan akseptor didik dalam rangka memperbaiki hasil kerja dan sikap.
  4. peserta didik dengan kesadaran sendiri menindaklanjuti catatan guru.
  5. catatan guru dan perbaikan hasil kerja yang dilakukan akseptor didik perlu diberi tanggal, sehingga perkembangan kemajuan mencar ilmu akseptor didik sanggup terlihat.